FAKTA BERBEDA SETELAH MENIKAH

Lima Kiat untuk Mencegah Perceraian

GERBANG pernikahan serasa sebuah gerbang indah yang ingin sekali dilewati oleh Ana ketika ia mulai beranjak dewasa. Alhasil, keinginan kekasihnya untuk menikahi dirinya disambut dengan riang. Akan tetapi ternyata pernikahan yang dijalaninya tak seindah rumahtangga orangtuanya, kakaknya, Tina sahabatnya dan juga teman-teman atau seperti bayangannya semula. Ia harus berbesar hati untuk terus mengupayakan bisa bersanding dengan kenyataan yang berbeda dan tentu saja berusaha untuk mengubahnya.

Beni, suaminya ternyata tidak sebersih dan serapih saat pacaran dulu. Beni juga menjadi sosok yang tak sabaran, pelit serta pencemburu setelah menikah. Parahnya lagi, Beni yang dulu pendengar yang baik kini sangat cuek dan terkesan selalu mengacuhkannya. Apa yang harus diputuskan Ana di usia pernikahannya yang masih seumur jagung?

Kecewa? Tentu saja boleh. Tapi terpikir untuk bercerai? Tahan dulu. Masih ada jalan yang bisa Anda tempuh untuk berkompromi dengan suami, meskipun memang tak mudah. Bagaimana kalau hal juga terjadi pada diri Anda?

Kalau memang dia sekarang terkesan jorok dan selalu tidak bisa menempatkan segala benda ditempatnya semula, kalau mau cepat, memang lebih baik langsung Anda rapihkan sendiri. Kalau kejorokannya, kian hari tak bisa ditoleransi, Anda berhak meminta perubahan. Namun, yang perlu dicatat, kebiasaan itu tak mudah diubah. Kalaupun bisa, harus setahap demi setahap. Bukalah mata suami bahwa Anda tak suka dengan kebiasaannya.

Kalau dia menjadi orang yang tidak sabaran, kenapa tidak Anda koreksi diri apakah Anda sendiri yang memang lambat dalam melakukan suatu? Kalau dandan memang perlu berapa lama? Kalau sudah begini alangkah baiknya Anda melakukanya sejam sebelumnya Anda berangkat dengan suami.

Komunikasi merupakan faktor penting untuk mempererat jalinan kasih suami-istri. Komunikasi tidak melulu berbicara tentang pekerjaan atau anak,melainkan juga mengenai hubungan Anda berdua. Jadi kalau suami sudah tidak lagi menjadi sosok pendengar seperti waktu pacaran dulu, mintalah dengan hati-hati agar dia mau perhatian penuh tentang hal ini.

Kenyataan yang berbeda dalam sebuah rumah tangga memang sudah bukan hal yang baru lagi. Akan tetapi banyak cara untuk menyikapinya agar menemukan solusi yang terbaik. Berikut 5 kiat sederhana mengatasi kenyataan yang berbeda;

  1. Pilih-pilih dulu hal yang menjengkelkan Anda. Lakukan semacam ujian tentang nilai-nilai penting dalam hidup Anda. Contohnya, masalah kejujuran,kesetiaan, kecukupan materi atau kebersihan.
  2. Pertanyakan, apakah hal yang membuat Anda jengkel itu menyangkut masalah prinsip atau mengenai kebiasaan? Jika menyangkut kebiasaan, masih ada kemungkinan untuk diubah, walaupun sulit.
  3. Jika menyangkut hal prinsip, sebelum Anda emosi, lebih baik teliti juga nilai-nilai yang penting bagi suami. Jika ternyata berbeda, harus dibicarakan secara tuntas, cobalah berkompromi.
  4. Dalam kompromi, jangan berbicara dengan cara menyudutkan ataupun menyalahkan. Karena salah-salah akan dianggap sebuah keberatan.
  5. Jangan berargumentasi ketika anak-anak didekat Anda berdua, untuk menghindari akibat buruknya di kemudian hari. Ini lantaran berkaitan sekali dengan perkembangan mental anak-anak kelak. Jadi perlu hindari adu argumen apapun di depan anak.

indo community

Hiperaktivitas, Bisakah Disembuhkan?

kompas/agus susanto

Hiperaktivitas adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan oleh orangtua dan pendidik. Istilah ini begitu lazim di masyarakat, namun dalam pemahaman yang tidak sepenuhnya tepat. Biasanya, hiperaktivitas disamakan dengan banyak bergerak. Padahal, tidak semua anak yang banyak bergerak dapat dikategorikan hiperaktif.

Hiperaktivitas adalah salah satu aspek dari Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau yang dikenal dengan istilah Attention Deficit with/without Hyperactivity Disorder (ADD/HD).

GPPH mencakup gangguan pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Apabila gangguan hanya terjadi pada aspek yang pertama,maka dinamakan Gangguan Pemusatan Perhatian (ADD), sedangkan bila ketiga aspek terkena imbas gangguan barulah disebut GPPH (ADHD).

Anak-anak yang sulit memusatkan perhatian biasanya menampilkan ciri-ciri,seperti ceroboh, sulit berkonsentrasi, seperti tidak mendengarkan bila diajak bicara, gagal menyelesaikan tugas, sulit mengatur aktivitas, menghindari tugas yang memerlukan pemikiran, kehilangan barang-barang, perhatian mudah teralih, dan pelupa.

Sedangkan, ciri-ciri dari hiperaktivitas adalah terus-menerus bergerak, memainkan jari atau kaki saat duduk, sulit duduk diam dalam waktu yang lama,berlarian atau memanjat secara berlebihan yang tidak sesuai dengan situasi,atau berbicara berlebihan.

Sementara itu, impulsivitas ditampilkan dalam perilaku yang langsung menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan,sulit menunggu giliran dan senang menginterupsi atau mengganggu orang lain.

Bukan penyakit
Sydney Walker III, Direktur Institut Neuropsikiatris California Selatan,dalam bukunya Hyperactivity Hoax, menyatakan bahwa kesalahan mendasar dalam penanganan GPPH adalah memandangnya sebagai suatu diagnosa.

GPPH bukanlah suatu penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang dapat disebabkan oleh beragam penyakit dan gangguan.

Ambillah contoh, pusing. Pusing bukanlah penyakit tetapi suatu gejala.
Pusing bisa merupakan gejala influenza. Juga bisa disebabkan terlambat makan, tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Atau, bahkan bisa merupakan gejala tumor otak. Memberikan satu obat yang sama untuk semua gejala pusing, jelas tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan dapat memperburuk kondisi pasien.

Demikian pula halnya dengan GPPH. Tidaklah tepat bila memberikan obat atau pendekatan yang sama kepada semua anak yang mengalami GPPH, tanpa memahami terlebih dahulu penyakit atau gangguan yang melatarbelakanginya.

Faktor penyebab
GPPH dapat muncul sebagai efek dari adanya infeksi bakteri, cacingan, keracunan logam dan zat berbahaya (Pb, CO, Hg), gangguan metabolisme, gangguan endoktrin, diabetes, dan gangguan pada otak. Dengan mengatasi penyakit atau gangguan yang melatarbelakanginya, maka hiperaktivitas pun dapat tertanggulangi.

Penyakit keturunan seperti Turner syndrome, sickle-cell anemia, fragileX, dan Marfan syndrome juga dapat menimbulkan GPPH. Itulah sebabnya mengapa GPPH juga dapat ditemukan dalam garis darah keluarga turun-temurun. Dalam kasus seperti ini, GPPH dapat dikurangi dengan menghindari hal-hal yang menjadi keterbatasan mereka.

Selain itu, masalah dalam integrasi sensorik serta gangguan persepsi dapat melatarbelakangi timbulnya GPPH. Terkait dengan masalah ini diperlukan terapi khusus yang terfokus pada kekurangan tiap individu.

GPPH juga dapat bersumber pada gaya hidup yang tidak sehat. Konsumsi minuman berkafein (kopi, teh, coklat, cola, dan lain-lain) yang berlebihan, pola makan dengan gizi tak seimbang, serta kuantitas dan kualitas tidur yang kurang memadai disebut-sebut sebagai faktor yang turut menyumbang munculnya masalah ini.

Terkadang GPPH hanyalah dampak dari pola kehidupan yang kurang disiplin.
Tanpa kedisiplinan yang konsisten, akhirnya mereka tumbuh menjadi anak-anak yang malas, sembrono, sulit mengendalikan diri, dan mematuhi peraturan.

Untuk menanganinya diperlukan modifikasi perilaku dan kesediaan orangtua untuk mengubah pola asuh mereka. Dalam hal ini, psikolog memegang peranan yang penting untuk merancang program modifikasi perilaku dan memotivasi orangtua dalam menciptakan pola asuh yang lebih tepat.

Stimulan
Sebagian besar anak-anak yang mengalami GPPH mendapat perawatan medis berupa obat-obatan stimulan. Stimulan dipercaya dapat meningkatkan produksi dopamine dan norepinephrine, yaitu neurotransmiter otak yang penting untuk kemampuan memusatkan perhatian dan mengontrol perilaku. Ritalin dengan kandungan methylphenidate adalah salah satu stimulan yang paling banyak diresepkan.

Sementara mengonsumsi stimulan, anak akan mengikuti terapi dan modifikasi perilaku. Setelah terapi dan modifikasi perilaku membuahkan hasil, dosis stimulan akan dikurangi secara bertahap sampai akhirnya lepas obat sama sekali.

Demikian pendekatan yang paling banyak digunakan selama ini. C Keith Conners PhD membuktikan efektivitas pendekatan ini melalui penelitiannya yang disponsori oleh Institut Kesehatan Mental Nasional Amerika (NIMH).

Di sisi lain, banyak juga pihak yang menentang pendekatan ini. Salah satunya adalah gerakan Alternative Mental Health di Amerika. Mereka memandang stimulan lebih banyak mendatangkan kerugian daripada manfaat.

Para pakar yang bergabung dalam gerakan ini dengan giat melakukan penelitian tentang peranan nutrisi, diet, dan herbal untuk mengatasi GPPH. Hasil penelitian mereka dapat dipantau melalui situs http://www.alternativementalhealth.com.

Alasan yang lebih masuk akal dikemukakan oleh Sydney Walker III yang juga menentang penggunaan stimulan. Sydney mengingatkan, bahwa GPPH adalah sekumpulan gejala yang dilatarbelakangi beragam penyakit dan gangguan, sehingga tidaklah tepat menyamaratakan penanganannya.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa belum ada penelitian tentang efek jangka panjang stimulan. Penelitian Conners yang dianggap terhebat sekalipun hanya berlangsung dalam waktu 14 bulan.

Bahkan, Sydney mulai melihat kecenderungan anak-anak yang mengonsumsi stimulan tertentu lebih mudah menjadi pecandu narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di usia dewasa. Selain struktur biokimia-nya yang mirip dengan kokain, konsumsi stimulan membuat anak-anak terbiasa mencari jalan keluar yang instan.

Kurt Cobain-penyanyi grup Rock Nirvana yang tewas bunuh diri-diangkat oleh Sydney sebagai contoh anak hiperaktif yang mendapatkanpenanganan yang salah. Ia terjerat narkoba sampai akhir hayatnya.

Penanganan
Apa pun bentuk penanganan yang Anda pilih, dengan atau tanpa obat, hal utama yang perlu diperhatikan adalah menerima dan memahami kondisi anak. Orangtua dan pendidik perlu memahami bahwa tingkah laku si anak yang tidak pada tempatnya didasari oleh keterbatasan dan gangguan yang ia alami. Bukan berarti orangtua dan pendidik lantas mengabaikan kedisiplinan, melainkan anak dibantu untuk memenuhi peraturan.

Misalnya, agar anak dapat menyelesaikan tugas pada waktunya, bagilah tugas ke dalam beberapa bagian kecil (beberapa nomor), tetapkan pula batas waktunya dengan jelas.

Usahakan agar ruang belajar bebas dari gangguan, seperti suara, pernak-pernik maupun orang-orang yang hilir mudik. Menempatkan anak di barisan paling depan dan memberikan tepukan lembut juga dapat membantunya untuk memusatkan perhatian.

Berbagai tips praktis di atas, tentu saja tidak akan bermanfaat, apabila penyebab dasarnya belum teridentifikasi. Untuk itu diperlukan kerja sama tim yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, psikolog, psikiater, guru dan orangtua dalam proses identifikasi. Sesudah masalah teridentifikasi dengan jelas, program penanganan dapat dirancang dengan akurat.

Pada beberapa kasus, anak-anak dengan gangguan ini membutuhkan terapi, seperti terapi remedial, terapi integrasi sensori, maupun terapi lain yang sesuai dengan kebutuhannya. Pusat-pusat terapi semacam ini telah banyak berdiri, meskipun terbatas di kota-kota besar di Indonesia.

Ketekunan, konsistensi, kerja sama dan sikap mau mengubah diri sangatlah dituntut dari pihak orangtua dan pendidik. Dengan kasih sayang yang tulus,telah banyak orangtua dan pendidik yang berhasil membantu anak-anaknya mengatasi masalah mereka. Jadi, hiperaktivitas bukanlah masalah tanpa jalankeluar.

Ike R Sugianto, Psikolog anak di Jakarta

———————————————————–

50 Kebiasaan Baik untuk Pernikahan

(inspiration) ( By Dr. Steve Stephen)

1. Memulai setiap hari dengan sebuah ciuman.
2. Memakai cincin kawin Anda setiap waktu.
3. Berkencan seminggu sekali.
4. Menerima perbedaan-perbedaan.
5. Sopan.
6. Lembut.
7. Memberikan hadiah-hadiah.
8. Sering tersenyum.
9. Sentuhan.
10. Berbicara tentang impian-impian.
11. Memilih sebuah lagu “kebangsaan.”
12. Menggosok punggung.
13. Tertawa bersama.
14. Mengirimkan sebuah kartu tanpa alasan.
15. Lakukan apa yang diinginkan istri sebelum ia memintanya.
16. Mendengarkan.
17. Mendorong.
18. Lakukan menurut cara suami.
19. Mengetahui kebutuhan-kebutuhan istri.
20. Tetapkan sarapan kegemaran suami.
21. Memuji istri dua kali sehari.
22. Menelepon suami.
23. Kalem.
24. Berpegangan tangan.
25. Memanjakan.
26. Menanyakan pendapat istri.
27. Tunjukkan rasa hormat.
28. Menyambut istri di rumah.
29. Mencari yang terbaik dari Anda untuk suami.
30. Mengedipkan mata pada istri.
31. Merayakan ulang tahun secara besar-besaran.
32. Meminta maaf.
33. Mengampuni.
34. Mengatur sebuah pelarian romantis.
35. Bertanya, “Apa yang dapat kulakukan untuk membuatmu lebih bahagia?”
36. Positif.
37. Baik.
38. Menerima kritik.
39. Menanggapi permintaan pasangan dengan cepat.
40. Berbicara tentang cinta Anda.
41. Mengenang saat-saat bersama kesukaan Anda.
42. Memperlakukan sahabat-sahabat dan rekan kerjanya dengan ramah.
43. Mengirimkan bunga setiap hari Kasih Sayang dan ulang tahun pernikahan.
44. Mengakui bila Anda salah.
45. Peka pada hasrat seksual suami.
46. Berdoa untuk istri setiap hari.
47. Melihat matahari terbenam bersama-sama.
48. Katakan “Aku cinta padamu” sesering mungkin.
49. Akhiri setiap hari dengan sebuah pelukan.
50. Mencari pertolongan dari luar bila Anda membutuhkannya.

Diambil dari buku ‘Pasangan Romantis Sepanjang Masa (List to Live by
for Every Married Couple) karangan Alice Gray, Steven Stephen dan John
Van Diest.

=====
regards,
Yenny

“no matter how your heart is grieving…
if you keep on believing…

the dream that you wish will come true…”

50 Hal Menyenangkan untuk Dilakukan Bersama Pasangan

(inspiration)

  1. Melihat album-album foto.
  2. Makan malam dengan cahaya lilin.
  3. Saling memberikan gosokan pada punggung selama lima belas menit.
  4. Membuat kencan ke suatu konser atau pertunjukan sandiwara.
  5. Mendengar piringan hitam kegemaran Anda.
  6. Berjalan-jalan jarak dekat.
  7. Pergi melihat-lihat toko.
  8. Saling menceritakan dua lelucon.
  9. Menulis sebuah puisi satu terhadap yang lain.
  10. Pergi menonton.
  11. Bermain menebak kata.
  12. Membeli tanaman.
  13. Membaca buku, cerita atau artikel bersama-sama.
  14. Merencanakan perjalanan ke kebun binatang.
  15. Menyanyikan beberapa lagu bersama-sama.
  16. Memasak bersama-sama (membersihkan bersama-sama, juga).
  17. Membuat suatu kunjungan kejutan untuk seseorang.
  18. Bermain bowling.
  19. Membuat tanda kasih satu terhadap yang lain.
  20. Membaca Amsal Salomo.
  21. Bermain petak umpet.
  22. Berbicara tentang kenangan yang disukai.
  23. Pergi berkemah (di tanah perkemahan atau di halaman belakang).
  24. Pergi bersepeda.
  25. Mengadakan piknik dengan makan sosis panggang.
  26. Menelepon pasangan Anda hanya untuk mengatakan “Aku cinta padamu.”
  27. Mengirim bunga-bunga tanpa alasan khusus.
  28. Menelepon dan mengundang pasangan Anda untuk makan siang.
  29. Menaruh catatan cinta di mana pasangan Anda dapat menemukannya.
  30. Membuat berondong jagung atau gula-gula bonbon yang lunak.
  31. Saling menceritakan cerita pengantar tidur.
  32. Berkendaraan dengan santai.
  33. Memerankan sebuah sandiwara atau lakon pendek dan lucu satu terhadap yang lain.
  34. Merencanakan perjalanan ke pantai.
  35. Menghabiskan satu hari di kota.
  36. Mengejutkan pasangan dengan memesan makan malam.
  37. Menginap di sebuah motel (atau hotel).
  38. Memainkan permainan kegemaran di papan tulis.
  39. Menghabiskan sore hari dengan mendaki.
  40. Mengecat lukisan dengan jari atau tangan.
  41. Pergi piknik.
  42. Bermain bola raket atau tenis.
  43. Pergi keluar untuk sarapan.
  44. Bekerja di halaman bersama-sama.
  45. Mencuci mobil.
  46. Berantem dengan bantal.
  47. Bercinta dalam cahaya lilin.
  48. Mengambil sebuah kelas bersama-sama.
  49. Menghabiskan suatu sore di depan perapian.
  50. Menghadiri suatu acara olahraga.

Diambil dari buku ‘Pasangan Romantis Sepanjang Masa (List to Live by
for Every Married Couple) karangan Alice Gray, Steven Stephen dan John
Van Diest.

=====
regards,
Yenny

“no matter how your heart is grieving…
if you keep on believing…
the dream that you wish will come true…”

Cara Mudah Menjaga Kehangatan Cinta

Cinta bukanlah sekedar memeberi hadiah bagi pasangan. Tetapi cinta lebih dari suatu komitmen yang membutuhkan pemikiran agar cinta selalu bersemi diantara Anda. Bukannya hanya di awal pacaran saja menggebu-gebu ingin selalu bersama pasangan tercinta tapi diusahakan agar antusias tersebut tetap terjaga berapapun usia pacaran atau pernikahan Anda.

Mungkin Anda tidak pernah menyangka bahwa Untuk menjaga cinta tetap bersemi hanya dibutuhkan kemauan untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya simple. Berikut ini ada beberapa ide yang dapat menghangatkan Cinta Anda berdua seperti:

  1. Buatlah buku yang berisi tugas-tugas atau hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh pasangan, dan biarkan satu per satu tugas tersebut dilakukannya setiap minggu tanpa Anda yang harus mengingatkannya.
  2. Ciptakanlah suatu keranjang cinta dengan cara ambillah sebuah keranjang, mangkuk, atau tas dan isikan dengan kertas-kertas bertuliskan gagasan romantic yang berlainan sekali seminggu atau setiap kali ada gagasan atau ambil satu kertas dan pada malam yang telah ditentukan lakukanlah gagasan romantis tersebut dan ingat jangan memberitahu pasangan sampai malam itu tiba.
  3. Bagi yang telah menikah, aturlah tempat tidur Anda agar nampak romantis dan berbeda dari biasanya misalnya lilin yang diletakkan di meja rias atau bila Anda ingin sesuatu yang lain, di cermin rias tuliskanlah dengan lipstik ungkapan cinta Anda pada pasangan tercinta, atau di kamar mandi bisa Anda letakkan beberapa tanaman hias sehingga berkesan natural seperti di hotel-hotel. Memutar film favorit di rumah sambil makan popcorn, permen. Nyalakanlah lilin yang memiliki aroma bila dibakar, Anda akan merasakan suasana yang begitu romantis.
  4. Dalam selembar kertas tuliskan kencan impian Anda dan saling bertukar sehingga minggu ini Anda yang melakukan kencan impian pasangan Anda dan minggu berikutnya pasangan Anda yang akan melakukan kencan impian Anda.
  5. Selain tersebut di atas juga dapat anda lakukan dengan cara masaklah makanan kesukaan pasangan Anda dan siapkanlah makan malam yang romantis, jika tidak bisa memasak, membeli makanan di restoran merupakan pilihan yang tepat dan ajaklah pasangan Anda menikmati makanan ringan misalnya di kafe tenda.

Cobalah dengan ide-ide kreatif lainnya. Karena semakin Anda kreatif akan semakin mengasyikkan petualangan cinta Anda berdua dan semakin banyak hal yang akan dikenang

 

 

Indo community

Delapan Hal Yang Membuat Istri Menghormati Anda

(relationship) GloriaNet

Apakah Anda sedang berusaha memperbaiki atau meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan sang Istri? Ikutilah saran-saran berikut ini dan coba buktikan apa yang bisa dihasilkannya terhadap hubungan Anda berdua.

1. Jika Anda bersedia mendengarkan dan menerima nasehat/masukannya

Seringkali masukan sang istri sangat berharga, baik karena cara berpikirnya yang lain dibandingkan cara berpikir pria, sekaligus juga karena ia adalah seseorang yang berdiri di luar masalah Anda secara pribadi, namun yang terlibat dengan diri Anda dengan begitu dekatnya. Ketika seorang suami bersedia menghargai pendapat istri, kekaguman dan respek istri justru akan semakin besar.

2. Jika Anda bersedia menerima koreksi dari istri
Sebagian besar pria enggan untuk menerima koreksi disebabkan khawatir, kedudukan atau image mereka sebagai pemimpin akan luntur. Namun sesungguhnya, kerendahan hati untuk menerima koreksi dari orang yang paling dekat ini biasanya menunjukkan bahwa Anda akan lebih mudah terbuka terhadap koreksi dengan orang lain.

 

Lagipula dalam hubungan yang sehat, ketika seorang suami bersedia mengakui kelemahan, kesalahan maupun kekurangannya, istri akan tahu bagaimana ia berperan untuk menjadi penolong yang baik bagi pasangannya ini, dan dengan demikian kasih diantara pasangan akan mengalir dengan lebih tulus.

3. Jika Anda meminta pendapatnya mengenai seperti apakah seorang suami yang ia harapkan

Hal ini sebetulnya lebih kepada berusaha membuat istri Anda bahagia karena Anda menaruh perhatian dengan apa yang akan membuatnya senang, bahagia dan puas,
dalam hal hubungannya dengan Anda. Tentu saja sulit bagi Anda untuk memenuhi semua idealnya, tetapi dengan menanyakan ia tahu Anda ingin berusaha membahagiakannya, dan ini akan membuatnya sangat menghargai Anda.

4. Jika Anda mau mencari tahu makna sesungguhnya dibalik pendapatnya

Terkadang istri Anda akan mengatakan bahwa Anda “selalu” begini atau begitu,jika Anda tidak benar-benar merasa “selalu” begini atau begitu, jangan terburu-buru mengkonfrontasikannya dengan mengatakan: “Masak sih aku “selalu” begitu? kamu berlebihan, aku tidak pernah merasa begitu!” Suami yang bijak akan melihat ke balik perkataannya.

 

Kata “selalu” mungkin dimaksudkannya untuk menekankan suatu pokok persoalan. Namun jika Anda berkebaratan,mengkomunikasikannya dengan istri untuk mendapatkan konfirmasi yang sesungguhnya dari pilihan katanya itu, jauh lebih bijaksana. Mintalah ia memikirkannya lagi dalam satu-dua hari, apakah ia benar-benar memaksudkannya demikian. Jangan seperti kebanyakan pria yang menolak mendengarkan koreksi atau harapan istri hanya karena istri mempergunakan pilihan kata yang tidak sesuai dengan Anda.

5. Jika Anda bersedia meresapkan perkataanya
Tahanlah diri Anda untuk tidak segera memberi tanggapan sampai Anda sepenuhnya bisa menerima apa yang disampaikannya, baik yang tepat maupun yang tidak tepat.
Jika Anda harus menyampaikan ketidaksetujuan Anda akan pendapatnya, tunggulah beberapa waktu dulu, sehingga ia tahu Anda sudah benar-benar memikirkan masukannya. Dan jika Anda menyampaikan “pembelaan” Anda terhadap pendapatnya,bisa jadi itu juga akan membuatnya semakin memahami Anda dengan benar, dan pada waktu-waktu selanjutnya, sikap Anda tidak disalah mengerti lagi.

6. Jika Anda bertanggung jawab atas kelalaian Anda
Sikap ini merupakan teladan yang terpuji, baik bagi anak-anak maupun pasangan Anda. Hal ini memberikan rasa aman, sebab mereka dapat mengandalkan Anda. Gagasan yang bagus juga jika Anda menetapkan aturan bersama mengenai sanksi apa yang patut Anda terima jika Anda berbuat sesuatu yang tidak pada tempatnya.

7. Jika Anda bersedia meminta maaf
Permintaan maaf yang tulus memulihkan hubungan yang tidak nyaman. Mungkin Anda pernah bersikap tidak menghargai pendapat atau masukannya di waktu lalu, maka dia enggan untuk memberikannya ketika Anda memintanya. Dengan meminta maaf, komunikasi bisa dimulai kembali. Mungkin Anda pernah berlaku egois atau menyepelekannya, istri biasanya sensitif dengan hal ini. Meminta maaf perlu sekali untuk memulihkan segalanya.

8. Berterima kasihlah atas nasehatnya
Ungkapan terima kasih ibarat aspal untuk menghaluskan jalan. Dengan melapisi komunikasi Anda dengan memberikan ungkapan terima kasih yang tulus atas masukan istri, ia akan menjadi lebih lembut dalam berkomunikasi dengan Anda, sebab ia tidak perlu mengomel kepada seseorang yang berterima kasih padanya. (Hanya,jangan sampai ungkapan terima kasih ini sekedar olok-olokan, supaya ia menghentikan pendapatnya!!) (GCM/Retno

Ibu sangat Berperan dalam Pertumbuhan Fisik dan Emosi Anak

IBU adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan, pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan. Dialah sumber cinta, belas kasih, simpati, dan pengampunan. Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti.

Itulah rangkaian kata-kata dari penyair Kahlil Gibran (1883-1931) dalam menggambarkan sosok seorang ibu dan betapa besar peran yang dijalankannya. Menurut psikolog Clara Istiwidarum Kriswanto, peran ibu memang sangat penting. Karena awal usia pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisik maupun emosional tidak bisa dilepaskan dari peran seorang ibu.

Memang ada anggapan, ibu yang dituntut harus memberi perhatian sepenuhnya kepada anak tidak bisa ke mana-mana. Dia harus di rumah dan hampir sepanjang hari harus bersama anaknya. Clara menilai, pendapat itu sudah tidak tepat lagi. Kehadiran mendampingi anak bukan berarti harus mengekang keinginan dan aktivitas seorang ibu. Ibu yang bekerja dan ingin meniti karier di kantornya tetap bisa memberi perhatiannya kepada anak.

Seorang ibu yang bekerja di luar rumah tetap bisa melaksanakan fungsinya sebagai ibu dengan baik dan lembut. Sambil memberi perhatian kepada anaknya,ibu juga tetap mempunyai kesempatan berprestasi di tempat kerjanya. ”Yang penting, saat anak membutuhkan perhatian, ibu bisa memenuhinya,” kata Clara.

Kapan ibu memberi perhatian pada anaknya? Padahal ia bekerja dan waktunya sangat terbatas. Clara mengatakan, pada saat bangun pagi hari kalau bisa anak sudah bisa melihat wajah ibunya. Kemudian ibu menyapa, berkomunikasi dan bertanya pada anaknya.

Bagaimana jika ibu harus berangkat pagi sekali dan anak belum bangun?
Menurut Clara, kalaupun anak masih belum bangun, ibu bisa memberi ciuman atau belaian lembut di kepala anaknya. ”Lalu bisikan kalau mamanya mau pergi kerja lebih dulu. Anak pasti akan merasakan apa yang dilakukan ibunya,” kata psikolog dari Jaganita Consulting Services ini.

Di tengah-tengah kesibukan bekerja di siang hari, lanjutnya, ibu disarankan menyempatkan diri menelepon. Sehingga anak akan mendengarkan suara ibunya.
Apabila anak itu sudah bisa membaca, ibu bisa mengirim SMS (short message service) via telepon selulernya. Artinya, sang ibu masih bisa menyapa dan berkomunikasi di tengah-tengah kesibukannya.

Apa yang dilakukan ibunya jelas akan dirasakan sang anak. Anak merasakan perhatian berupa sapaan, pertanyaan dan berdialog. Hubungan agar anak merasa adanya kedekatan (attachment) bisa pula dilakukan saat menjelang tidur. Bila ada waktu dan kesempatan sebaiknya ibu mengajak anaknya tidur. Lalu sebelum tidur sempatkanlah membacakan buku cerita.

”Di situ kehadiran ibu bisa dirasakan oleh anak secara efektif,” kata Clara.

Sebaliknya ibu yang tidak bekerja dan sepanjang hari berada di rumah, belum tentu anak akan merasakan adanya kedekatan. Bisa saja kendati dekat secara fisik, tetapi ibu itu sibuk sendiri, seperti memasak, dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Di sela waktu luangnya, ibu justru lebih asyik menonton sinetron televisi. Kalau keadaan seperti itu, anak tidak akan merasakan kedekatan walau ibunya selalu bersama anaknya di rumah.

Clara juga menyarankan, pada saat-saat penting, ibu yang bekerja selayaknya menyempatkan mengisi perhatian. ”Sebaiknya saat libur seharusnya baby sitter atau pengasuh berhenti mengasuh. Saat libur ibu memberi perhatian sepenuhnya. Memang kualitas lebih penting, tetapi kuantitas juga tidak kalah pentingnya,” katanya.

Lebih lanjut, Clara memberi tahu bagaimana sikap ibu dalam menghadapi anaknya yang sakit. ”Dalam menghadapi anak sakit jangan panik. Untuk itu,kaum ibu harus membekali diri dengan pengetahuan mengenai penyakit dari yang ringan hingga berat. Dengan pengetahuan akan membuat ibu lebih tenang saat anaknya sakit.”

Karena kepanikan, lanjutnya, selain membuat bingung dan gelisah juga berdampak pada anak. Anak menjadi rewel karena pengaruh emosi ibunya yang tidak tenang. Jadi, kelembutan dan kesabaran ibu diperlukan dalam merawat anak yang sakit. (Drd/V-1)

——————-
sumber: media indonesia