Kantuk Tanda Otak Kekurangan Oksigen

Menguap terus, tidur sana. Kita pasti sering mendengar ungkapan tersebut.
Kita, umumnya, memang mengartikan menguap sebagai pertanda tubuh perlu
tidur. Tidak selalu begitu, tampaknya.

Menguap yang biasa disebut sebagai pertanda rasa kantuk tidak selalu
merupakan pertanda tubuh sangat lelah dan ingin diistirahatkan. Rasa kantuk,
kadang, merupakan indikasi otak kekurangan oksigen. ”Salah satu
penyebabnya, porsi makan yang terlalu banyak,” kata Eny Sayuningsih SKM
MKes.

Kepala Instalasi Gizi RSU Haji Surabaya tersebut menjelaskan, bila makanan yang masuk ke tubuh terlalu banyak, lambung jadi sangat penuh. Dalam kondisi tersebut, konsentrasi utama tubuh hanya mengurai makanan itu. ”Nah,
mengurai makanan pun butuh oksigen,” ujarnya.

Bila banyak oksigen digunakan untuk mengurai makanan, besar kemungkinan ada organ lain yang kekurangan zat O2 tersebut. Salah satunya adalah otak.
Sinyal yang muncul adalah menguap terus-menerus. ”Konsentrasi untuk menjalani aktivitas atau pekerjaan jadi menurun. Kita jadi malas beraktivitas,” jelas Eny.

Untuk menghindari kondisi tersebut, dianjurkan tidak makan berlebihan.
Pola makan perlu diatur. Makan utama dianjurkan dijadwal tiga kali sehari dengan makanan selingan di antara waktu makan utama.

Dengan pola makan yang teratur, kata Eny, fungsi lambung diharapkan optimal. ”Lambung jadi mampu membiasakan diri kapan mesti mengolah makanan dan kapan harus beristirahat,” terangnya. Konsumsi tiga porsi kecil makan utama dan dua jenis snack tiap hari bisa menjaga kadar gula darah dan level energi stabil sepanjang hari.

Problemnya, mereka yang terlalu sibuk atau sedang berdiet sering mengesampingkan hal-hal tersebut. Jadwal makan sering menjadi dua kali sehari, tapi porsinya dua kali lipat. ”Makan dalam porsi besar sekaligus langsung meningkatkan kadar gula darah. Itu malah berbahaya,” ungkap Eny.

Saat jadwal makan utama pun dianjurkan memilih jenis makanan dengan kandungan karbohidrat cukup yang lengkap dengan lemak, protein, vitamin dan mineral. Jika sedang berdiet menurunkan berat badan, seseorang dianjurkan memilih jenis makanan yang low fat dan low calorie. ”Kecukupan nutrisi penting agar tubuh mendapat cukup energi untuk beraktivitas,” terangnya.
(ai/c12/soe)

source : Indra K. Indo-com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s