Dari Seminar Terapi Hidro Usus Besar {Colon Hydrotherapy}

Jika tubuh kita diibaratkan sebuah pabrik maka saluran pencernaan adalah mesinnya. Saluran pencernaan yang terdiri dari kerongkongan, lambung, usus kecil, dan usus besar bekerja keras untuk memproses makanan. Lambung bertugas membentuk makanan menjadi Chyme, yaitu zat semi cair. Zat ini berasal dari makanan yang telah mengalami proses pelumatan dengan bantuan getah lambung, asam lambung, dan beberapa enzim pencernaan.

Selanjutnya, Chyme masuk ke usus kecil. Di sini terjadi penyerapan air, mineral, dan nutrisi yang bergizi. Sisa-sisa makanan yang tidak dapat diserap ini kemudian melewati usus besar untuk selanjutnya dibuang lewat anus. Di usus besar ini sering terjadi penyumbatan karena tidak semua sisa-sisa makanan dapat dikeluarkan saat buang air besar.

Hal tersebut yang menjadi latar belakang diadakannya seminar “Colon Hydrotherapy” pada 9 Maret 2001, di Auditorium RS Pluit, Jakarta. Pembicara yang hadir berasal dari Spanyol, yaitu Dr. Ballesteros, Dr. Ramos, dan Dr. Juan Partillo, wakil dari kedutaan besar Spanyol. Peserta seminar yang kurang lebih 50 orang berasal dari berbagai rumah sakit, seperti RS Panti Rapih Yogyakarta, RS Elizabeth Semarang, RS Graha Medika, dan RS Pluit sendiri.

Kolon atau usus besar merupakan tempat sisa-sisa makanan yang dapat tersumbat oleh sisa makanan yang tidak dapat dievakuasi keluar saat buang air besar. Sisa makanan tersebut akhirnya menumpuk dan membentuk kerak di dinding kolon. Penumpukan ini mengakibatkan terganggunya gerakan peristaltik usus, konstipasi, kembung, migrain, hemorroid, menimbulkan jerawat, mempercepat proses penuaan, dan menurunkan nafsu seks.

Untuk mengurangi terbentuknya kerak di dinding usus, digunakan sebuah alat yang disebut Colon Hydrotherapy. Cara kerja alat ini adalah membersihkan usus besar memakai air yang disterilkan terlebih dahulu. Air dialirkan ke dalam usus besar sedikit demi sedikit, menggunakan alat disposible yang menyerupai kolon. Jika sudah penuh maka air didiamkan selama 1 sampai 3 menit. Pada proses pertama, yang akan keluar gas, diikuti dengan kotoran. Dengan cara ini, kerak yang menempel di dinding usus akan terkelupas dan dibuang keluar melalui alat disposible tersebut. Terapi hidro yang optimal dilakukan tiga kali dengan waktu masing-masing setengah sampai tiga perempat jam.

Setelah menjalani terapi, kolon menjadi lebih bersih, bebas dari kerak yang menempel, dan gerakan peristaltik usus menjadi lebih baik. Manfaat lain dari terapi ini adalah mengobati penyakit-penyakit saluran pencernaan, mengurangi migrain, memperbaiki peredaran darah dari kaki ke jantung, mengurangi varises, wasir, mengurangi penyakit yang terdapat di punggung dan leher, mengurangi parasit di dalam tubuh, memperbaiki fungsi hati, mengurangi osteoporosis, mengurangi keluhan psikosomatis, keringanan di kaki, mengurangi berat badan, memperhalus kulit, memperlambat proses penuaan, serta meningkatkan gairah seks.

Namun demikian, terapi ini juga mempunyai beberapa kontra-indikasi. Pada pasien demam, terapi ini akan menyebabkan pendarahan usus. Kontraindikasi juga terjadi pada pasien penyakit darah tinggi yang tidak dikontrol, wanita hamil di atas 4 bulan, pasien dengan kelainan saluran digestive, setelah operasi abdomen, pasein kelainan ginjal, anemia yang hebat, dan pasien habis operasi. Selain itu, kita dapat mengetahui kondisi tubuh berdasarkan kotoran yang keluar yang tampak dalam tabung kristal. Jika kotoran berwarna coklat berarti tubuh kita normal. Kotoran yang berwarna hijau menandakan adanya penyakit hepatitis dan kotoran yang berwarna merah atau orange mengindikasikan pemiliknya terlalu banyak mengkonsumsi protein atau habis operasi yang mengunakan anestesi.

Alat Hydrotherapy ini sendiri diproduksi di Spanyol dan telah dipasarkan ke beberapa negara seperti China, Jepang, Rusia, Amerika Serikat, Eropa, dan di Indonesia telah terpasang enam buah unit yang tersebar di beberapa instalasi kesehatan. (Hidayati/Djayoesman)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s