Benci tapi Rindu !

Apabila kita membenci seseorang, karena patah hati, pada umumnya ini timbul, karena tidak terwujudkannya rasa kasih sayang. Hal ini membuat kita jadi kecewa dan berbalik membencinya. Oleh sebab itu antara benci dan rasa kasih itu bedanya hanya satu strip saja seperti juga angka sepuluh dan nol. Aneh tapi nyata, semakin besar cinta kita padanya, maka semakin besar pula rasa bencinya. Jadi tidaklah heran kalau orang mendendangkan lagu „Benci tapi rindu”.

Rasa benci itu pada umumnya timbul dengan seketika dan juga bisa hilang dengan seketika pula. Yang menentukan semuanya ini adalah otak dan pikiran kita sendiri. Kita membenci seseorang sebenarnya hanya karena adanya perbedaan dari sudut segi pandang saja.

Mungkin dari sudut segi pandang anda, orang tersebut bersalah sehingga seharusnya ia minta maaf, tetapi karena ia tidak mau melakukan itu maka timbulah rasa benci. Walaupun demikian jawablah dengan jujur apakah pandangan anda itu sesuai dengan pandangan orang tersebut belum tentu ?

Apabila kita membenci seseorang kita berusaha mencari pembenaran maupun dukungan. Hal inilah yang mendorong kita untuk mulai menceritakan segala kesalahan-kesalahan maupun keburukan dari lawan kita. Tindakan ini sebenarnya sama seperti juga api mencari minyak bukannya air peredam, sebab dimana kita mendapatkan dukungan maka api bencinya akan bertambah besar pula berkobarnya.

Rasa benci pada umumnya akan pudar, apabila orang yang kita benci mau mengakui kesalahannya dan juga mau minta maaf, hanya sayangnya orang yang kita benci itu tidak mengetahui atau lebih tepatnya tidak menyadari dimana letak kesalahannya, sehingga ia cuek saja. Ia tidak tahu dan tidak dapat merasakan betapa sakitnya hati kita karena ulahnya tersebut.

Oleh sebab itu rasa benci akan bisa berkurang ataupun hilang, apabila orang yang kita benci sudah dibales, entah ia itu ditabrak oleh bis kota sampai hancur luluh jadi bubur atau dipanggang jadisate sampai gosong.

Sering pula terjadi dimana rasa benci tersebut akan hilang dengan sendirinya, sama seperti juga botol Coca Cola, pada saat pertama kali dibuka botol tersebut akan menyemburkan gas, tetapi setelah beberapa saat ia akan menghilang dengan sendirinya, begitu juga dengan rasa benci. Faktor waktu bisa menghilangkan rasa benci tersebut.

Rasa benci bisa membuat orang jadi stress bahkan sakit, oleh sebab itu jalan satu2nya usahakanlah untuk merubah rasa benci tersebut. Hal ini tidak akan bisa dilakukan oleh orang lain melainkan harus dilakukan oleh diri kita sendiri. Apabila anda sungguh-sungguh ingin menghilangkan rasa benci tersebut pasti bisa ! Hanya tinggal merubah pola pikir anda saja dari negatif menjadi positif.

 

Mang Ucup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s