Menyelesaikan Masalah

Menyelesaikan Masalah, Tidak dengan “Saya Benar” dan “Anda Salah”
Jika anda dan pasangan anda terus bertengkar mengenai suatu masalah, dan akhirnya tetap tidak dapat menyelesaikannya berarti ini saatnya anda membiarkan perkawinan anda berjalan tanpa memikirkan masalah tersebut secara serius. Karena dengan selalu berkutat pada masalah yang sama maka akan berdampak tidak baik pada hubungan anda.

Permasalahan yang biasa muncul dalam suatu pasangan adalah bila salah satu dari pasangan kesulitan dalam berkomunikasi atau menyelesaikan masalah yang anda hadapi dengan berpikir tanpa mengungkapkannya ke pasangan anda. Atau dengan merasa bahwa sebenarnya bukan anda yang bermasalah tapi justru pasangan anda. Dengan membiarkan anda mempunyai pikiran seperti itu,maka yang timbul adalah pendapat bahwa “saya benar dan anda salah.”

Ada beberapa jalan terbaik dalam berpikir dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh pasangan anda, terutama untuk berkomunikasi dengan penuh kasih dalam menyelesaikan masalah. Yang anda lakukan adalah dengan:

  1. Bertanggung jawab.
    Tidak ada seorangpun diantara kita yang dapat merasakan segalanya. Karenanya kita bertanggung jawab dengan apa yang kita pikir dan kita Paling tidak belajar untuk memahami perasaan dan emosi pasangan kita. Dengan mencoba untuk mengerti bahwa pasangan anda bertanggungjawab sendiri dengan apa yang dirasakan, maka anda tidak harus bereaksi dengan cara yang pasangan anda putuskan. Anda dapat memilih untuk tidak bermain dalam permainan atau melakukan sesuatu yang sama dengan pasangan anda. Anda justru seharusnya memilih untuk mencoba untuk memahami dan mengakui apa yang pasangan anda rasakan. Sebagai contoh, janganlah anda bertindak terlalu berlebihan. Dengan mempertimbangkan apa yang mungkin dapat anda lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada, dengan menyalahkan pasangan anda.
  2. Memaafkan
    Minta maaf dengan tulus hati, merupakan langkah yang tepat digunakan dalam mempertahankan hubungan suami istri. Menyadari dan mengakui bahwa anda merupakan bagian dari masalah yang timbul dengan menunjukkan betapa menyesalnya anda dengan adanya konflik yang ada di antara anda. Untuk itu anda perlu menegaskan bahwa anda mulai saat ini tidak akan lagi mempunyai pandangan bahwa anda selalu benar dan pasangan anda selalu salah.
  3. Mengucapkan terima kasih!
    Biasakanlah untuk sering menggunakan kata seperti “aku minta tolong”dan “terima kasih”, karena ketika kita memperlakukan pasangan kitadengan penuh hormat maka pasangan anda akan merespon balik anda dengancara yang sama. Tetaplah konsisten dengan kebaikan yang telah anda
  4. Lakukan sesuatu yang menyenangkan bersama dengan pasangan anda, yangkegiatan itu adalah sesuatu yang anda berdua sukai.Anda pun perlu sesekali membuka kembali kenangan-kenangan indah ketikapertama kali anda bertemu dengan pasangan anda dan mengingat betapaindahnya perasaan yang anda bagi dengan pasangan anda. Paling tidakcobalah memberitahu pasangan anda tiga hal yang paling anda sukai daripasangan anda.

Hal-hal yang patut untuk anda ingat:
Mempelajari sesuatu yang baru mungkin terlihat aneh pada awalnya. Namun dengan berlatih, maka akan membuatnya menjadi nyaman dan merupakan hal yang biasa dilakukan. Tidak masalah untuk merasa egois saat mencoba kebiasaan yang baru, yang pasti tetap terus menggunakan dan melatih sehingga menjadi suatu kebiasaan. Kita semua berpikir bahwa cara pandang kita yang tepat dan lebih beralasan.

Tapi sebaiknya anda menunggu untuk dapat menilai masalah yang anda hadapi dari pandangan pasangan anda sebelum anda memberitahu tentang apa yang ada dibenak dan pikiran anda. Mengatakan sesuatu seperti membantu pasangan anda: “aku dapat memahami alasan mengapa kamu melakukannya”, akan lebih menjelaskan perasaan yang anda rasakan terhadap pasangan anda. Namun bukan berarti anda setuju dengan pendapat yang disampaikan, karena kita semua ingin dan membutuhkan pengakuan tentang apa yang kita rasakan dari pasangan kita. ini akan berhasil bila anda mencobanya!

(diadaptasi dari Menyelesaikan Masalah, Tidak Dengan “Saya Benar dan Anda Salah”, Detik.com. Rubrik: Perempuan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s