Komunikasi Memuaskan dalam Perkawinan

Pertanyaan, “Apabila Anda merasa sudah memiliki komunikasi yang memuaskan dengan pasangan Anda, apakah berarti kebahagiaan perkawinan Anda juga sudah terjamin?” Jawabannya: “Tidak”.

Komunikasi yang memuaskan saja belum cukup bagi terbangunnya kebahagiaan dalam perkawinan, walaupun komunikasi yang memuaskan berperan cukup penting bagi kebahagiaan pasangan dalam kehidupan perkawinannya. Jadi, Anda tidak akan mendapatkan kebahagiaan perkawinan tanpa komunikasi yang memuaskan dengan pasangan karena komunikasi yang memuaskan bukanlah jaminan utama akan kebahagiaan keluarga.

Mengapa? Karena setiap pasangan memiliki perbedaan derajat kebahagiaan masing-masing. Apalagi setiap pasangan perkawinan bermasalah yang datang berkonsultasi umumnya mengeluhkan tentang
berbagai problem komunikasi, seperti “Komunikasi saya dengan pasangan saya sangat sedikit, sedikit sekali hal yang bisa saya bicarakan dengan pasangan saya, pasangan saya terlampau banyak mengkritik saya, dan setiap bicara selalu saja suami saya mencari kesalahan saya.”

Apa sajakah yang bisa membuat komunikasi terasa memuaskan kedua pasangan? Apa yang membuat orang berbahagia dengan pola komunikasi dalam perkawinannya?

Memahami pasangan

Ternyata komunikasi baru akan memuaskan bila kita merasa dipahami oleh orang yang mengajak kita berkomunikasi. Kecuali itu, bila kita memang benar-benar setuju dengan cara lawan bicara mengomunikasikan permasalahannya kepada kita dan lawan bicara kita mampu memilih topik
pembicaraan yang kita setujui.

Selain itu, kita juga tahu bahwa lawan bicara kita komunikator yang baik, yang tidak sering mengeluh, tidak selalu melihat masalah dari sisi negatif, memiliki minat besar terhadap topik pembicaraan, dan
dia orang yang enak diajak berdiskusi. Dari penelitian yang dilakukan pakar perkawinan, semakin banyak
pasangan membicarakan topik-topik, seperti :

  • cara membelanjakan penghasilan keluarga, atau mendiskusikanpekerjaan masing-masing pasangan dengan penuh minat dan salingmendengar,
  • mengekspresikan perasaan masing-masing dengan terbuka, baik kasihsayang maupun perasaan-perasaan kurang nyaman di antara keduanya,
  • menghindari kata-kata menyakitkan atau menyinggung perasaanpasangan,
  • menciptakan suasana makan bersama yang menyenangkan dengan pasangan,
  • saling mendengar satu sama lain, mengamati keberadaan, dan masing-masing pasangan merasa saling memahami satu sama lain,
  • saling memberikan dukungan,
  • mengomunikasikan kasih sayang dan penghargaan satu sama lain secaraterbuka,
  • menghindari sikap saling mendiamkan,
  • pasangan suami-istri tidak merahasiakan suatu apa pun satu sama

Memang, komunikasi yang memuaskan akan memfasilitasi pertumbuhan kepuasan perkawinan dan keintiman antarpasangan. Pasangan yang menyatakan hubungan antara dirinya dan pasangan memang intim, biasanya juga memiliki pola relasi yang memuaskan kedua belah pihak.

Empati dalam berkomunikasi, diskusi tentang berbagai masalah sehari-hari tanpa mencerca serta mencari-cari kesalahan satu sama lain, mengomel atau bahkan bersikap mendiamkan satu sama lain, merupakan hal-hal yang erat kaitannya dengan taraf kepuasan perkawinan.

Diskusi periodic

Hal lain yang juga kuat hubungannya dengan kepuasan perkawinan adalah diskusi tentang masalah sehari-hari secara periodik.

Memang keterampilan mendengar yang efektif dan keterampilan berbicara juga penting peranannya, namun tidak berarti keterampilan tersebut otomatis membuat seseorang dengan mudah menciptakan percakapan mengasyikkan dengan pasangannya.

Untuk itu, kedua pasangan harus menyediakan waktu untuk saling mencurahkan isi hati masing-masing secara jujur. Pasangan yang jujur dan terbuka dalam berkomunikasi akan mengatakan kalimat-kalimat
seperti, “Saya mengatakan apa yang sebenarnya saya pikirkan.”

Selain itu juga mengungkapkan bahwa mereka juga berupaya keras menjadi pendengar pasangannya yang baik melalui pernyataan, “Saya mengecek dan mencoba mengklarifikasikan apa yang pasangan saya katakan kepada saya sampai saya yakin benar saya benar-benar mengerti tentang apa yang ia katakan pada saya.”

Hal lain yang tidak kalah penting adalah dalam perkawinan yang berbahagia terjadi interaksi antara pasangan, suami dan istri saling melontarkan ide yang menstimulasi diskusi menarik untuk dibahas dalam situasi tenang, serta bisa tertawa bersama. Nah, puaskah Anda dalam komunikasi dan relasi dengan pasangan Anda dan seberapa bahagiakah Anda dengan perkawinan Anda?

 

Sumber : Milis (Oleh Sawitri Supardi Sadarjoen, Psikolog)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s