APA YANG KITA INGINKAN TIDAK SELALU KITA BUTUHKAN

Artikel ini saya tulis khususnya buat para wanita yang terkadang merasa sulit mengendalikan dorongan untuk berbelanja, sepertinya buat kaum wanita dorongan untuk berbelanja begitu kuat apalagi kalau ada faktor pemicu.

Pernahkan anda menyadari saat pulang berbelanja dari Mal, banyak barang yang anda beli sesungguhnya bukan barang yang anda rencanakan untuk dibeli dan terkadang saking asyiknya berbelanja maka barang yang memang sudah anda rencanakan untuk dibeli malah terlupakan atau saat akan membelinya ternyata uang anda sudah tidak cukup.

Sebagai perempuan aku sendiri sangat sulit menghindar dari kebiasaan buruk seperti ini, bahkan dengan niat yang menurutku sudah sangat kuat kadang terkalahkan oleh dorongan untuk membeli sesuatu atau ketidakmampuan aku untuk menghindar dari rayuan teman teman yang menawarkan barang baik di arisan, pertemuan atau saat mereka bertamu ke rumahku.

Kadang kadang aku jengkel sendiri atas kebiasaan buruk ini karena kadang kadang membuatku babak belur di tengah bulan dan akhirnya jadi uring uringan karena panik membayangkan bagaimana menjalani setengah bulan ke depan tanpa uang yang cukup. Jika sudah demikian aku merasa kapok dan berjanji akan lebih berhati hati tapi seringkali setelah krisis terlewati kebiasaan buruk itu kembali lagi aku jalani.

Sebagai satu satunya perempuan di keluargaku (ketiga anakku lelaki semua) kadang kadang aku merasa dipojokkan oleh keluargaku walau tanpa kata kata tapi aku bisa merasakan dari bahasa tubuh mereka  karena kebiasaan burukku bisa bisa membuat hidangan di meja makan cuma ada tempe dan tahu sama sambel atau anak anakku akhirnya memilih makan indo mie.

Suamiku sendiri seringkali mengingatkan aku agar aku bisa merubah pola hidupku apalagi waktu itu aku sudah mendekati masa pensiun, tapi aku malah marah karena merasa kenapa sich orang merepotkan uang yang aku cari sendiri? Tapi setelah aku benar benar pensiun barulah aku menyadari betapa salahnya pengelolaan keuanganku di masa lalu, tapi apa mau dikata semua sudah terlambat dan tidak bisa dirubah lagi walau seringkali aku menyesali uangku yang aku habiskan hanya karena lapar mata.

Kini aku harus bekerja keras untuk merubah kebiasaan burukku karena walaupun kita tidak memiliki uang suatu saat  ternyata dorongan untuk berbelanja apa saja kalau tidak terpenuhi dia bisa saja mendekam dalam satu pojok gelap otak kita dan akan muncul keluar minta dipuasi saat ada peluang untuk itu.

Marilah kita coba melihat apa sich yang membuat seseorang begitu susahnya mengendalikan diri untuk tidak mengumbar nafsu berbelanja.

  1. Background keluarga

Mereka yang masa kecilnya sangat susah dan hampir hampir tidak bisa menikmati kehidupan yang layak maka pada saat mereka punya kesempatan untuk memiliki uang mereka cenderung membayar hutang atas apa yang mereka tidak dapatkan saat kecil. aku sendiri yang berasal dari keluarga yang kekurangan sehingga saat kecil makan pun ditakar, nasi boleh banyak tapi lauk harus dihitung agar semua anggota keluarga kebagian.

Pada saat itu aku tidak merasa keberatan karena aku pikir apa yang aku jalani normal normal saja. Sampai aku pindah ke Jakarta dan tinggal dengan mami angkatku dimana disana makanan berlimpah ruah membuat aku seperti kesurupan, rasanya aneh makan pakai lauk tanpa dibatasi, tapi walaupun makanan berlimpah ruah namun mamiku bukannya tipe orang yang suka jajan jadi kami tidak dibiasakan jajan, kebetulan mamiku sangat pandai membuat kueh jadi hari hari selalu saja ada penganan di meja untuk disantap sambil minum teh hangat.

Jadi saat aku dewasa dan benar benar bisa mencari uang sendiri seringkali aku membelikan oleh oleh makanan buat sahabat atau keluargaku dan tanpa sadar saat aku memilih kueh kueh yang aku beli lebih menggunakan seleraku…. semua jenis kueh aku ambil sampai sampai satu box besar tidak cukup padahal itu bukan buatku sendiri dan orang yang akan menerima oleh oleh itu sendiri mungkin kelabakan menerima kueh sebanyak itu, dan kebiasaan ini terus berlanjut sampai puluhan tahun kemudian.

Juga kalau aku membeli makanan matang di restoran, kadang kadang saking banyaknya sampai sampai cukup buat pesta untuk 20 orang padahal anggota keluargaku cuma 5 orang. alhasil makanan itu tidak bisa habis termakan dan terbuang keesokan harinya.

Tapi lambat laun aku menyadari bahwa kebiasaan ini sangat tidak baik dan terlalu berlebihan karena itu aku berusaha keras untuk mengendalikan mindset ku agar aku tidak terbujuk oleh dorongan dari dalam diriku yang bisa menyesatkan dan alhamdulilah sekarang aku bisa mulai mengendalikan kebiasaan burukku itu. Tapi jujur ini tidak mudah apalagi kalau kita melihat kueh kueh yang cantik cantik di etalase toko kueh aduh rasanya air liur ini menetes tanpa sengaja.

  1. Buat anggaran belanja harian, bulanan dan tahunan

Untuk biaya tahunan seperti pajak mobil, rumah, motor, asuransi, uang pendaftaran anak sekolah/kuliah  harus dialokasikan sebelum waktunya jatuh tempo, atau jika kita biasa merayakan hari ulang tahun, hari raya, piknik keluarga sebaiknya semua dianggarkan sejak awal.

Sebaiknya kita sudah menyisihkan dari penghasilan bulanan kita dari sejak dini bukan mendadak menjadi bulan tsb. karena kalau penghasilan kita pas pasan maka kita pasti akan kelabakan dan biasanya kita jadi nekad mencari pinjaman uang untuk menutupinya tanpa memikirkan beban bunga yang akan membebani hidup kita nantinya.

Jika ada keinginan untuk investasi apapun itu harus dirembug dengan pasangan hidup atau kalau anak anak sudah dewasa bisa diajak rembugan juga.

  1. Berhati hati dengan Kartu Kredit

Memang akhir akhir ini sangat mudah bagi seseorang untuk memiliki Kartu Kredit akibatnya orang yang penghasilannya saja tidak cukup untuk hidup wajar sebulan akhirnya menggunakan kartu kredit sebagai solusi untuk menutup kekurangan biaya hidup padahal bungan kartu kredit sangatlah tinggi belum lagi biaya lain lain yang dikenakan seperti denda keterlambatan dan over limit.

Yang lebih parah jika kita mengambil uang cash dari kartu kredit biaya yang dikenakan tidak main main tapi jarang orang mau menghitungnya apalagi mereka yang memang kurang pengetahuan tentang kartu kredit.

Belanjalah dengan kartu kredit sesuai kemampuan dan usahakan agar setiap akhir bulan sebelum tagihan dicetak semua hutang belanja kita sudah kita lunasi jadi kita tidak dikenakan bunga bulanan. hati hati dengan tawaran Easy Pay karena kadang kadang kita tergiur untuk membeli padahal kita tidak membutuhkannya atau terkadang kita membeli sesuatu yang sebetulnya tidak sesuai dengan penghasilan kita demi gengsi.

Jangan mudah tergiur untuk membuat kartu kredit yang banyak ditawarkan di mal mal, pilih mana yang bunganya murah, dan punya merchant yang banyak jangan sampai kartu kredit kita tidak bisa digunakan di toko tertentu.

Jangan membawa semua kartu kredit saat bepergian cukup dua saja karena semakin ada peluang kita seringkali tidak bisa mengerem untuk membelanjakan kartu kredit kita.

Usahakan agar fungsi Kartu kredit hanya buat jaga jaga saja jika ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi seperti sakit atau meninggal dimana kita harus punya dana yang cukup untuk membiayai pengobatan atau prosesi penguburan.

  1. Harus tega menolak tawaran walau semanis apapun

Seringkali kita engga tega menolak teman yang menawarkan baju, perhiasan atau barang barang antik yang sesungguhnya tidak dibutuhkan namun engga enak nolaknya akibatnya kita terpaksa membelinya apalagi kalau diembel embeli dengan kata kredit 3 kali bayar, jadinya kita tidak sadar sudah menambah beban belanja kita di bulan bulan berikutnya.

Juga jangan tergiur iklan atau tulisan di etalase toko untuk discount besar besaran yang mereka berikan, tetap saja engga usah beli kalau engga butuh. nah biar aman jangan iseng iseng jalan jalan di mal kalau memang engga perlu karena bisa bisa kita terjerat oleh rayuan maut itu. Apalagi kalau kita mengantongi beberapa kartu kredit pasti dengan mudah kita membeli barang barang yang kita inginkan tapi sesungguhnya tidak kita butuhkan.

  1. Akhir akhir ini juga banyak orang yang bergerak di bisnis MLM yang menawarkan produk produk kesehatan dan mereka sangat gigih untuk menjaring nasabah mereka, tetap berhati hati dalam memutuskan apakah anda mau membeli produk tsb. atau tidak, karena bisa saja anda kalah ngomong sama si penjual yang memang dibekali untuk menghandle objection. Jangan sampai kita membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan dengan harga yang cukup mahal.
  2. Kendalikan hobby

Apapun hobby kita tetap kendalikan diri kita untuk tidak menyalurkan hobby secara berlebihan, memang tidak mudah karena biasanya untuk hobby orang bisa mengalahkan kebutuhan pokok lainnya.

Seperti aku saat ini sedang hobby tanaman hias dan memelihara ikan koi, tanpa sadar dana yang aku gunakan untuk menyalurkan hobby itu sudah sama dengan belanja bulanan keluarga walaupun aku berdalih kalau hobby juga bisa jadi sumber penghasilan tapi sungguh tidak adil jika kita mengorbankan kebutuhan saat ini untuk sesuatu yang tidak pasti. Karena hobby hobby yang mahal bisa membuat orang bangkrut, bayangkan saja kalau kita hobby memelihara anthurium yang harganya ratusan juta rasanya engga masuk diakal.

  1. Menyumbang/hadiah jangan berlebihan tetap ukur kemampuan kita

Banyak orang yang mengeluh di saat bulan bulan kawin karena dia harus menyisihkan uang yang cukup besar untuk setiap kondangan padahal buat yang punya hajatan yang mereka butuhkan adalah doa restu kita bukan cuma sekedar amplop berisi uang. Jadi kalau memang tidak punya uang datang saja dan juga jangan dandan berlebihan sampai sampai beli baju, sepatu, perhiasan baru karena biaya inipun jadinya lebih besar lagi hanya sekedar untuk menghadiri pesta pernikahan tsb.

Pandai pandailah Mix and Match pakaian anda sehingga tidak selalu harus membeli baju baru setiap ada hajatan. Dalam kehidupan sosial kita seringkali kita dipojokkan untuk menyumbang misalnya ada teman kantor yang ulang tahum pernikahan, kematian, sunatan, sakit dll tetap kendalikan diri untuk tidak menyumbang berlebihan, bahkan kalau bisa buat pos untuk kebutuhan charity/sosial jadi jangan sampai over budget.

Namun semua apa yang saya uraikan di atas adalah tindakan yang harus kita lakukan, padahal yang terpenting adalah mengendalikan pikiran kita atau mindset kita untuk bisa mengelola keuangan dengan baik.dibutuhkan niat yang kuat untuk itu, beberapa cara yang bisa dilakukan:

  1. Tuliskan dalam buku harian kita bahwa kita ingin merubah diri kita agar tidak konsumtif sebanyak banyaknya
  2. Setiap pagi sebelum beraktifitas catat apa yang akan anda lakukan hari ini dan kebutuhan uang yang akan anda gunakan, jangan bawa kartu kredit atau ATM  kalau tidak perlu.
  3. Setiap malam evaluasi kegiatan belanja anda hari ini, jika ada penyimpangan cepat lakukan revisi budget hari hari berikutnya karena kita harus membayar apa yang sudah kita lakukan misalnya kalau hari ini tiba tiba anda makan di restoran bersama teman teman yang tidak diprogram sebelumnya, maka pastikan untuk bulan itu anda mengurangi jatah makan diluar.
  4. Kita harus membuat komitment diri untuk terus menerus mawas diri karena dorongan belanja sungguh tidak main main buat seorang perempuan.
  5. Yang tidak kalah pentingnya kita harus memutus mata rantai masa lalu kita sepahit apapun agar tidak mempengaruhi pola hidup kita saat ini. Jangan karena dulu susah sekarang kita sah sah saja berfoya foya karena kalau dibiarkan maka tidak tertutup kemungkinan kita bisa terpuruk kembali.
  6. Jauhi teman teman yang punya hobby belanja karena tanpa sadar bisa membuat kita terpengaruh atau karena gengsi jadi ikut ikutan belanja.
  7. APA YANG KITA INGINKAN TIDAK SELALU KITA BUTUHKAN SAAT INI, jadi buatlah daftar kebutuhan anda dan juga kapan waktu dibutuhkannya dengan demikian jikalau kita menemukan sesuatu yang membuat kita ingin membelinya namun belum dibutuhkan segera matikan keinginan itu karena akan mengacaukan pengelolaan keuangan kita.

 

Salam epos,

Lies Sudianti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s