Waspadai, 5 Bahaya Telur Bagi Kesehatan

Liputan 6 – Sen, 8 Des 2014

Telur nampaknya merupakan salah satu makanan favorit bagi sejumlah orang Indonesia. Telur ayam bisa diolah dengan cara direbus, dadar, dan mata sapi. Walaupun banyak kandungan yang bermanfaat untuk tubuh, namun ketahuilah bahwa terlalu sering memakannya juga tak baik bagi kesehatan dan kecantikan.

Ada beberapa dampak buruk yang bisa Anda dapat jika terlalu sering mengonsumsi telur menurut buku Vegan itu Sehat karya DR. Drs. Susianto, MKM. Apa Saja?

  1.  Telur Berbahaya bagi Kesehatan
    Telur meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, menurut sebuah meta-analisis baru yang diterbitkan dalam Astherosclerosis. Para peneliti me-review 14 penelitian dan menemukan bahwa mereka yang banyak mengonsumsi telur masing-masing 19 dan 68 persen peningkatan risiko menderita jantung dan diabetes, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi sedikit telur. Bagi mereka yang menderita diabetes, risiko untuk menderita penyakit jantung meningkat 83 persen.
  2.  Makan Telur berkaitan dengan Kanker
    Makan telur berkaitan dengan risiko kanker prostat, menurut National Institutes of Health Study. Konsumsi 2,5 butir telur per minggu akan meningkatkan pria mmenderita kanker prostat sebesar 81 persen. Untuk pria yang sudah memiliki kanker prostat, makan unggas dan daging merah olahan meningkatkan risiko kematian.
  3.  Bahaya Kolesterol dalam Telur
    Para peneliti dalam Canadian Journal of Cardiology menjelaskan bahwa kolesterol dalam satu butir telur per hari melebihi jumlah maksimum yang direkomendasikan oleh American Heart Association dan National Cholesterol Education Program. Keduanya merekomendasikan kurang dari 200 miligram kolesterol per hari untuk orang yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular. Peneliti mengingatkan bahwa menghentikan konsumsi telur setelah serangan jantung adalah “tindakan yang diperlukan, tapi terlambat”.
  4.  Konsumsi Telur terkait dengan Risiko Diabetes
    Dalam sebuah studi baru yang mencakup sekitar 57.000 pria dan wanita dari dua percobaan acak yang besar, peneliti menemukan bahwa konsumsi harian telur meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Asupan telur setiap hari dikaitkan dengan masing-masing 77 dan 58 persen peningkatan risiko untuk perempuan dan laki-laki.
  5.  Peningkatan Konsumsi Telur terkait dengan Kematian
    Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi tujuh atau lebih telur per minggu memiliki hampir 25 persen peningkatan risiko kematian dibandingkan dengan konsumsi telur yang rendah. Untuk responden dengan diabetes, risiko kematian dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi paling sedikit telur.

Asupan kolesterol berkorelasi positif dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Satu telur besar mengandung sekitar 215mg kolesterol.The American Heart Association menyarankan makan kurang dari 300mg kolesterol per hari, dan kurang dari 200mg untuk orang-orang dengan penyakit jantung. Tidak ada kebutuhan biologis untuk mengonsumsi kolesterol dari makanan.

Pengirim: Maghfira Ainun/ Komunikasi Undip 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s