Inspirasi

Arthur sering kali melewati jalanan ini, hari itu di pinggir jalan duduklah seorang pengemis buta, dia membungkukkan punggungnya, tangannya sedang memainkan biola geseknya. Melihat sang pengemis, timbul inspirasinya untuk memulai sebuah tulisan.
Hari pertama ada dua orang ibu melewatinya, mereka memandang sejenak kepada penggesek biola itu, dan secara bersamaan meraba ke dalam saku.
Salah satu ibu lebih cepat dia melemparkan satu uang koin ke dalam mangkok. Ibu yang satunya ketika akan membuka dompet, dicegah oleh temannya dan berkata, “Saya sudah memberi, kamu tidak perlu kasih lagi.”
Ibu yang satunya berkata, “Saya saja yang beri, saya saja yang beri.” Namun sampai akhirnya tidak mengeluarkan uang satu sen pun. Melihat hal ini Arthur sangat geli, ibu yang pertama menggunakan uang 100 rupiah sebagai pemberian, sedangkan ibu yang kedua juga agak pelit, jika dia memberi 500 rupiah bagi orang miskin, dia juga tidak akan merasa memberi kebanyakan.
Hari kedua berikutnya, di depan si pengemis itu lewat seorang wanita yang berdandan sangat modis. Setelah beberapa langkah melewati penggesek biola itu, dia kembali lagi dan mengeluarkan satu bungkus roti dari dalam kantong plastik, kemudian dia letakkan di dada si pengemis. Setelah itu ..tok..tok…tok dia pergi menjauh.
Arthur bergumam, “Wanita modis ini ternyata memiliki hati yang belas kasih, akan tetapi apakah bukan karena dia merasa roti itu tidak enak, sehingga merasa sayang kalau dibuang?”
Hari ketiga ada seorang pria yang berperut buncit dan berkepala botak melewati si pengemis. Dengan penuh rasa ingin tahu dia berdiri sejenak lalu mengeluarkan dompet yang dia ikat di pinggangnya. Dia memberikan selembar uang 10.000 rupiah dan dimasukkannya ke dalam mangkuk.
Arthur menganalisa, pria itu sepertinya orang kaya, semua orang berkata bahwa, orang kaya yang jalannya serong, kebanyakan tidak berhati baik. Orang ini sepertinya dapat dikecualikan, akan tetapi uang 10.000 rupiah bagi orang kaya itu sungguh tidak ada artinya. Mungkin saja dia ingin memamerkan keunggulan dirinya di depan orang lain.
Hari keempat sepasang ibu dan anak lewat di situ. Si anak melihat banyak orang sedang melemparkan koin kepada si pengemis, dia pun juga merengek meminta uang kepada ibunya. Ibunya berkata sambil berjalan, “Setelah ini kamu harus belajar dengan baik, jika tidak nanti akan seperti pengemis itu.”
Malam harinya, berdasarkan pengamatan Arthur selama beberapa hari terhadap orang-orang berbeda yang memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi si pengemis, dia menuliskan penemuan dan analisanya ke dalam sebuah artikel dan dikirimkannya ke sebuah tabloid.
Ketika artikelnya dimuat dalam tabloid dia menunjukkan karya besarnya pada anaknya yang sedang membuat sebuah karangan. Arthur membimbing dan berkata pada anaknya, “Apa yang disebut inspirasi? Inspirasi adalah hasil dari rajin mengamati dan berpikir panjang. Menarik kesimpulan mengenai hal-hal lain berdasarkan satu hal.”
Satu jam kemudian anak itu memperlihatkan karangan yang telah selesai dikerjakan kepada Arthur. Judulnya adalah “Penemuan dan Pemikiran Panjang Dalam Kehidupan”. Di dalamnya terdapat tulisan yang berbunyi demikian:
“Dalam kehidupan ada sebagian orang senang mengambil posisi dari atas melihat ke bawah dan memberikan komentar-komentar terhadap hal-hal di sekelilingnya. Namun dia justru terkadang lupa untuk membuat pertimbangan atas dirinya sendiri. Misalnya ada seorang penulis yang saya kenal baik, ketika dia di jalanan melihat seorang pengemis buta yang menggesek biola sebagai mata pencahariannya, penulis itu mengeluhkan berbagai macam sikap orang terhadap si pengemis, dan telah memberikan analisa dan komentarnya yang sangat mendalam. Akan tetapi dia sendiri sejak awal hingga akhir tidak pernah menyedekahkan uangnya satu sen pun kepada si pengemis itu…”
Setelah Arthur membaca tulisan anaknya tersebut, dia terdiam dan termenung lama sekali. (The Epoch Times/lin)

Sumber :  Era Baru News (The Epoch Times)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s