10 Masalah Dalam Kehamilan

  1. Mual dan muntah. Mual dan muntah dialami oleh 70-85% wanita pada trimester pertama kehamilan. Namun, pada beberapa wanita terus berlanjut hingga sepanjang masa kehamilan. Dalam 90% kasus, mual dan muntah tersebut tidak memerlukan pengobatan.
    Calon ibu hanya dianjurkan untuk menghindari makanan yang terlalu merangsang/pedas, minum suplemen vitamin dan istirahat yang cukup.

 

  1. Keguguran. Keguguran adalah penghentian kehamilan karena keluarnya janin sebelum waktunya. Pengeluaran janin sebelum usia 20 minggu atau dengan berat di bawah 500 gram dianggap sebagai keguguran. Keguguran terjadi pada 15% kehamilan dan dapat terjadi baik secara spontan maupun karena tindakan.
  2. Infeksi saluran kencing. Infeksi saluran kencing terjadi pada 5-9% wanita hamil. Jenis infeksi yang umum terjadi adalah cystitis (radang kandung kemih) dan pyelonephritis (radang ginjal).
  3. Trauma (benturan). Trauma adalah benturan fisik yang berpengaruh terhadap janin dan kandungan. Sekitar 6% kehamilan mengalami komplikasi karena trauma.
  4. Diabetes mellitus. Kencing manis terjadi pada 4% ibu hamil dan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan, antara lain berupa bilirubin tinggi dan hipokalsemi (kalsium rendah). Wanita dengan riwayat keluarga diabetes, berat badan berlebih, dan berusia di atas 25 tahun berisiko mengidap diabetes selama kehamilan.
  5. Infeksi streptokokus. Infeksi bakteri ini menjadi banyak menyerang bayi yang baru lahir sehingga menyebabkan sepsis, pneumonia, dan meningitis. Infeksi streptokokus dapat terjadi saat di dalam kandungan maupun pada proses kelahiran. Koloni bakteri streptokokus pada saat kehamilan dapat mengakibatkan keguguran.
  6. Pendarahan. Pendarahan biasa terjadi pada paruh kedua kehamilan dan kebanyakan disebabkan oleh gangguan plasenta atau plasenta previa (plasenta menghalangi jalan lahir).
  7. Preeklamsia (Hipertensi ibu hamil). Hipertensi dapat terjadi baik sebagai kelanjutan sebelum hamil atau baru setelah minggu ke-20 kehamilan. Tekanan darah dikatakan tinggi bila tekanan sistolik 140 dan diastolik 90. Selain tekanan darah tinggi, preeklamsia juga ditunjukkan oleh adanya proteinuria (protein dalam air seni) dan edema (pembengkakan) pada muka dan badan. Preeklamsia berisiko menyebabkan kematian ibu dan bayi.
  8. TORCH (Toxoplasma, Othera, Rubella, Cytomegalo & Herpes virus). Janin yang terinfeksi toxoplasma, rubella dan cytomegallovirus dapat lahir cacat atau meninggal dunia. Herpes simplex adalah penyakit menular seksual yang ditularkan dari ibu ke bayi pada saat proses persalinan.

Kehamilan daluwarsa. Masa normal kehamilan adalah 38-42 minggu. Kehamilan dianggap terlalu lama bila telah melewati usia 294 hari atau 42 minggu dari hari terakhir menstruasi.

Risiko bagi ibu dan bayi meningkat bila melewati 42 minggu karena semakin besarnya ukuran bayi dan ketidakcukupan dukungan plasenta.(Ndh) berita8.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s