Berubah atau dirubah

Semua yang ada dimuka bumi ini selalu bergerak dan pergerakan itu menunjukkan indikasi adanya perubahan. Hanya orang-orang yang mau berubah, mereka tidak akan dirubah oleh keadaan zaman, yaitu ditelan zaman.

Karena kita adalah pemimpin, yaitu kita diciptakan oleh Allah swt sebagai pemimpin dunia, maka kepemimpinan kita akan dimintai pertanggungjawaban.  Agar kepemimpinan kita bertanggungjawab secara produktif, maka perubahan dan perubahan, itulah yang akan mampu menjawab segala perubahan.

Kalau seorang mahasiswa misalnya, yang hanya membanggakan jurusan dimana mereka kuliah, karena kebetulan jurusan prospektif, maka itupun tidak menjamin dirinya akan kompetitif. Sebab masih diperlukan lompatan-lompatan perubahan, misalnya memahami hadist

  • serahkan segala sesuatu sesuai dengan ahlinya tidak diterjemahkan dengan serahkan segala sesuatu sesuai dengan jurusannya. Sebab ahlinya tidak selamanya identik dengan jurusannya.

Begitu juga dalam kepemimpinan kehidupan kita,

  • apapun aktivitas yang sekarang kita pegang, kalau tidak menyiapkan agenda lompatan perubahan dalam setiap gerak kehidupan, maka cepat atau lambat akan dirubah oleh keadaan, yaitu ditelan perubahan itu sendiri.

Ada banyak modal yang bisa digunakan untuk berubah, namun ada satu hal yang sangat penting yaitu

  • “sence of power” untuk mau berubah. Dan sense of power ini harus terus diberi vitamin-vitamin agar tidak menjadi layu sebelum perubahan itu terjadi.

Tidak harus rumit-rumit “sense of power” untuk perubahan itu, yang sederhana saja, asal menyentuh pondasi perubahan.

Kalau Singapura, diawali dengan bersih, bebas korup, dan penduduknya tidak boleh berambut gondrong. Sedangkan Pegadaian oleh Bapak Sjamsir Kadir, kantor-kantor cabang semuanya di cat dengan warna yang menyegarkan, istri ibu pimpinan kalau mendampingi suaminya rapat kerja ke salon dulu agar lebih membuat suami dan dirinya percaya diri dengan penampilannya, kemudian membuat motto “mengatasi masalah tanpa masalah”.

Bahkan Bapak Prof. DR. H. Subino (Alm), salah satu guru besar UPI Bandung, juga membuat perubahan mendasar ketika membimbing mahasiswanya, yaitu melayani bimbingan jam 03.30-06.00 (pagi) dengan tujuan untuk melatih mahasiswa membiasakan diri bangun pagi dan tidak tidur lagi setelah shalat subuh

 

Oleh Amri Knowledge Entrepreneur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s