Bebas Kanker Ala Titiek Puspa

Kanker rahim memang tidak mudah dihadapinya. Tetapi dengan menjalani gaya hidup sehat dan meditasi, kesembuhan berangsur didapatkan Titiek Puspa. Tentunya ia juga menjalani pengobatan modern. Inilah kiat-kiatnya.

Selama sakit dan menjalani pengobatan di Singapura Titiek tak pernah berpantang makanan. Diakuinya, dari dulu dia penikmat home cooking. Apapun yang disajikan di rumah selalu disantapnya karena di sini bisa memilih dan terjamin kesehatannya.

  • saya penggemar masakan rumahan. Jarang sekali makan di restoran. Apalagi semenjak aku makin ketat soal kebersihan dan keamanan makanan,” tambahnya.

Pembatasan makanan itu ia lakukan tidak dengan cara yang ekstrem. Makanan berlemak tetap dimakannya, kecuali daging merah. “Kalau daging merah aku memang tak suka dari dulu, sekarang paling hanya dua minggu sekali konsumsi daging merah,” tambahnya.

Gaya hidup lainnya adalah tidak mengonsumsi sayuran mentah dan buah yang tak dikupas. “Kalau itu saya dari dulu sudah lakukan karena kandungan pestisida yang masih banyak menempel. Stop mengonsumsi sayuran mentah dan mencuci sayuran harus benar-benar bersih. Saya juga sama sekali tak mengonsumsi buah yang tak bisa dikupas seperti anggur. Sedangkan buah lain yang tak saya konsumsi adalah jeruk dan kiwi. Kalau yang terakhir memang tak cocok dengan tenggorokan saya,” terangnya.

Meditasi

Selain menjalankan pola makan yang baik dan mematuhi larangan dokter, Titiek juga melakukan meditasi. Teknik meditasi asal Tiongkok inilah yang diakuinya membantu mempercepat kesembuhannya dari kanker rahim.

Meditasi ini dianjurkan oleh anaknya, karena pengalaman temannya yang sudah sembuh dari stroke dan bisa hidup normal kembali. “Instrukturnya buka pelatihan di Apartemen Pakubuwono, namun waktu itu untuk pertama kali saya panggil ke rumah,” terangnya.

Ia disarankan menjalankan meditasi ini setiap pagi begitu bangun tidur, selagi pikiran masih bersih. Ketika pertama kali melakukan meditasi ia hanya perlu waktu 15 menit. Menurutnya lamanya meditasi akan bertambah setiap kali ia melakukannya.

“Hari pertama 15 menit, kemudian besoknya bertambah jadi 20 menit, dan seterusnya sampai Anda mendapatkan waktu yang cocok. Saya malah pernah sampai empat jam saking semangatnya untuk sembuh,” seru Titiek.

Cara meditasi itu, ia duduk tegak di kursi, lepas alas kaki dan beri alas dengan karpet atau sajadah kecil. Taruh semua aksesoris. Siapkan penghitung waktu yang telah ditutup sesuatu agar tak mengagetkan saat berbunyi.

Setelah itu kosongkan pikiran, lepaskan beban. Jangan membayangkan apapun. Kalau sulit mengosongkan pikiran, fokuskan pikiran pada napas. Bayangkan napas itu masuk ke pusat tubuh (pusar). Selalu tarik dan buang napas lewat hidung. Bernapaslah dengan lembut dan lakukan sambil membayangkan napas masuk ke pusar. Jangan lupa mendorong lidah sampai menyentuh langit-langit mulut.

Setelah beberapa minggu melakukannya, menurut Titiek, ketenangan yang didapat dari meditasi akan membuat manusia kembali kepada pusat diri yaitu pusar, kembali bersatu dengan napas. Titiek percaya itulah kondisi seperti saat masih di kandungan. Dengan begitu organ-organ akan kembali bekerja sesuai fungsinya.

“Bila telah mencapai ketenangan itu, tubuh bisa memperbaiki diri sendiri. Saya mencapai ketenangan itu setelah beberapa minggu melakukan meditasi. Saat itu saya merasa tubuh saya ringan melayang, dan ketika kembali ke dunia nyata merasa sehat dan segar,” jelasnya.

Meski mencapai tahap seperti ini dalam meditasi, Titiek tetap harus menjalankan breachy kedua. “Breachy itu kan memasukkan kamera, lalu kabel perekam dan satu lagi aku lupa alat apa melalui vagina ke rahim. Tapi benar-benar ajaib, rasanya tak sesakit yang pertama dan saya bersyukur sekali akan hal itu,” jelasnya.

Titiek berniat menjalani meditasi ini seumur hidupnya. Ia merasa semakin sehat berkat meditasi. “Kalau menguntungkan kenapa tidak,” ujarnya sambil tersenyum.

Porsi makanan titiek puspa:

  • Pagi

Buah pepaya, nanas, atau pir yang dikonsumsi utuh. Menurutnya kandungan dalam buah yang dikunyah dengan air liur saat pagi hari mempunyai efek yang menyehatkan.

  • Siang

Dua sendok makan nasi merah ditambah sayur rebusan, dan ikan atau tahu/tempe Titiek menghindari ikan laut dan jenis seafood yang berkolestrol tinggi.

  • Malam

Dua sendok makan nasi merah ditambah sayur rebusan dan ikan atau ayam dan buah-buahan.

  • Camilan

Roti-rotian serta buah (setiap pukul 10 pagi dan 4 sore).

Dengan memakai acuan tersebut serta menjauhi makan yang digoreng menurutnya kesehatan dan kesegaran tubuhnya semakin terjaga. “Saya juga tak mau diet walau naik beberapa kilo begini. Sekarang ini lebih baik, yang penting sehat,” tuturnya.

Sumber: Senior

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s