Kekhawatiran Yang Kerap Menyergap Suami

Astaga!HidupGaya – Selama ini kaum pria dikenal sebagai sosok yang kuat, tegar dan mungkin tampak sempurna di mata keluarga. Tapi sebetulnya dibalik semuanya itu, pria pun memiliki ketakutan atau kekhawatiran yang tak jarang tak ingin diakuinya. Kira-kira seperti apa ya kekhawatiran kaum suami? Inilah dia..

1. Karir Istri Lebih Tinggi
Suami yang inferior merasa tidak berharga karena suami tersebut menghasilkan pendapatan di bawah istrinya. Meskipun misalkan si suami itu mempunyai pekerjaan yang baik, kalau uang yang dibawanya ke rumah di bawah dari apa yang dibawa oleh istrinya, kemungkinan dia akan inferior. Dia merasa tidak seberharga bagaimana semestinya.

2. Kehilangan Kepercayaan Diri
Pria itu pada dasarnya takut sekali untuk merasa tidak mampu, tidak bisa menguasai keadaan lagi. Misalkan waktu dia tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya, itu adalah suatu hal yang menakutkan. Sebab dia tidak lagi mampu menyediakan sesuai dengan yang dituntut. Pria dikondisikan untuk selalu mampu memenuhi tuntutan yang diembankan padanya, sebab ketidakmampuannya memenuhi tuntutan disamakan dengan kelemahan dan pria takut sekali disebut lemah.

3. Takut Kehilangan Pekerjaan
Pria pada umumnya mengalami kesulitan memisahkan dirinya dari karier, pekerjaannya. Kehilangan pekerjaan bagi pria kehilangan harga diri. Pria merasa bukan hanya tak bekerja lagi, tapi dia juga merasa kehilangan harga dirinya. Dia kadang kala tidak tahu apa yang harus dikerjakan dengan dirinya. Sebab pekerjaan atau karir telah begitu lekat dengan dirinya sehingga menjadi satu.

4. Takut Dikatakan Tidak Becus
Memang suatu pukulan yang cukup keras bagi pria kalau istrinya berkata bahwa hasil karya dari suaminya kurang memuaskan, alias tidak becus. Sehingga dia merasa susah sekali dan merasa gagal menjadi seorang suami. Dia merasa tidak dicintai oleh istrinya, tidak diterima anak-anaknya, itu hal yang sangat berat baginya.

5. Takut Gairah Seks Menurun
Kebanyakan para pria akan merasa ketakutan bila mengalami penurunan gairah seksual. la akan khawatir tidak mampu lagi memberi nafkah batin pada istrinya. Jika itu terjadi, maka pria akan menganggap dunia sudah kiamat. Pria akan merasa tanpa adanya gairah sex, kehidupan rumah tangga pun akan hampa bagai sayur kurang garam. Kekhawatiran dan ketakutan ditinggal pasangan pun menghantuinya.

6. Takut mendampingi persalinan istri
Di batik tampilan fisiknya yang kuat, ada sebagian pria merasa ketakutan untuk mendampingi sang istri ketika ingin melahirkan di ruang persalinan. Ada berbagai alasan yang membuat seorang pria takut mendampingi istri melahirkan, mulai dari takut melihat darah sampai perasaan tak tega melihat istri mengerang mengeluarkan si jabang bayi.

7. Takut Meminta Maaf Terlebih Dahulu
Pria sejak kecil justru dikondisikan untuk memegang peranan pelindung, pemimpin, penanggung jawab, Dalam peranan-peranan yang bersifat memimpin itu dia justru harus mempertahankan wibawanya, harus menjaga jangan sampai pria kelihatan tidak konsisten. Yang mungkin biasa terjadi adalah kesulitan pria untuk mengatakan dirinya salah, karena ketakutan wibawanya sebagai kepala rumah tangga akan merosot. Dan, ada satu ketakutan yang dimiliki oleh hampir semua suami, yakni pria takut sekali dianggap takut kepada istri.

8. Takut di Periksa Kesuburan
Masalah ini juga merupakan salah satu sumber ketakutan pria, baik sebelum menikah ataupun sesudah menikah, untuk melakukan tes kesuburan. Bila sudah menikah keengganan untuk memeriksakan kesuburan semakin besar. Pria akan selalu menganggap dirinya perkasa dan subur. Andaikan tidak terjadi kehamilan padahal sudah beberapa tahun menikah, maka pria akan mengatakan bahwa pasangannyalah yang tidak subur. Tetapi ketika diajak untuk melakukan pemeriksaan soal kesuburan spermanya, kebanyakan para pria menolak. Padahal untuk memastikan soal subur tidaknya pasangan suami istri perlu dilakukan pemeriksaan kedua-duanya.

9. Takut Ceritakan Masa Lalu
Pria merasa takut untuk menceritakan masa lalunya terutama soal masalah percintaan yang kelam. Pria akan enggan untuk mendiskusikan masalah ini apalagi jika berakhir dengan sedikit pertengkaran. Kesalahan yang pernah ia lakukan, seberapa sering ia menyakiti hati dan banyak lagi? Sebetulnya ini bukan hal aneh dalam sebuah hubungan, tetapi yang perlu diingat, pria kerap trauma jika hal ini terjadi.

Jika pria merasa kata-katanya hanya akan diputar balik, dipahami dengan salah, atau diceritakan lagi ke orang lain, tidak mungkin ia mau membuka diri. Satu-satunya cara untuk membuat komunikasi antara Anda berdua berjalan baik, Anda harus menyadari bahwa yang terjadi di masa lalu, apa yang telah ia lakukan atau ucapkan, Anda ikut berperan di dalamnya.

10. Takut Ditolak
Kebanyakan pria merasa wanita bersikap terlalu kritikal pada mereka, akibatnya mereka takut jika nanti bersikap terbuka, pasangannya akan menertawakan atau menganggapnya cengeng. Jadi, penting bagi wanita untuk memahami ego para pria. Sebenarnya pria mudah merasa terancam dan lebih rapuh dari kelihatannya.

Dari orang terdekatnya, pria sangat membutuhkan pengakuan, timbal balik dan yakin kalau pasangannya juga memperhatikannya. Maka ketika pria merasa Anda hanya akan menuduhnya atau justru memiliki pandangan berbeda setelah ia menceritakan masalahnya, bisa dipastikan ia tidak akan mau membuka mulut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s