5 Pertanyaan Yang Membuat Pria Tak Nyaman

Astaga!HidupGaya – Wajar-wajar saja bila kita ingin tahu bagaimana pandangan pasangan tentang hubungan asmara yang sedang terajut atau tentang masa lalunya bersama sang mantan. Namun ternyata ada lho pertanyaan-pertanyaan yang sebaiknya tidak Anda ajukan terutama bila hubungan asmara baru saja terjalin. Penasaran kan pertanyaan apa saja itu? Yuk simak yang berikut ini..

Sering kali kita hanya bertindak benar, menurut sudut pandang kita sebagai perempuan, akan tetapi kita belum tahu apakah tindakan tersebut benar, di mata para lelaki. Sebuah hubungan atau pendekatan bisa gagal hanya karena seorang perempuan mengeluarkan pertanyaan yang berlandaskan rasa ingin tahu, namun dipandang sebagai bentuk intimidasi oleh sang lelaki.

Agar hal ini tak terjadi pada Anda, cobalah pelajari beberapa pertanyaan sederhana ini, dan pahami maknanya dari sisi kaum lelaki.

1. Pertanyaan: Apakah kamu tertarik pada perempuan lain ?
Seorang perempuan kerap menanyakan hal ini pada kekasih atau laki-laki yang saat ini dekat dengannya. Bagi para lelaki, tak ada salahnya tertarik pada perempuan lain. Dari sudut pandang mereka, selama mempunyai mata dan hidup, pastilah ada saatnya mereka tertarik pada perempuan lain. Ini adalah hal yang wajar, selama mereka melakukannya diam-diam, tidak menunjukkannya di depan orang lain, atau membuat Anda menjadi tidak nyaman dan tersaingi.

Seorang lelaki yang menatap serta mengagumi kecantikan perempuan lain, bukan berarti menganggap Anda tidak menarik. Lelaki mengisi fantasi dan seksualitasnya dengan mengagumi perempuan. Jika Anda menanyakan hal itu padanya atau membicarakan hal itu padanya, maka lelaki cenderung malu dan terekspos. Mereka akan menjadi tidak nyaman berada di dekat Anda dan bisa menjauh.

2. Pertanyaan: Apa penyebab hubungan terakhirmu PUTUS ?
Kaum perempuan cenderung penasaran dan ingin tahu tentang hubungan-hubungan yang pernah dijalin oleh pacarnya. Latar belakang keingintahuan bisa beragam, bisa karena ingin tahu saja, atau memastikan apakah lelaki itu masih terbayang masa lalunya atau membanding-bandingkan kebahagiaannya ketika bersama sang mantan, atau bersama Anda.

Sebaiknya dimengerti bahwa lelaki tidak suka masa lalunya dipertanyakan. Bisa jadi ketika itu hidupnya sangat tidak nyaman dan ia tidak ingin ada orang tahu. Biarkanlah masa itu berlalu. Biarkan ia merasakan kenyamanan ketika bersama Anda.

3. Pertanyaan: Mau dibawa kemana hubungan kita?
Entah disadari atau tidak, sering kali perempuan suka membahas hubungan yang tengah dijalani. Entah yang sudah pacaran atau mungkin yang baru beberapa kali kencan. Apakah Anda tahu, pembicaraan sejenis ini membuat lelaki tertekan. Bagi mereka, pertanyaan ini sangat abstrak dan mereka cenderung mengartikan pertanyaan ini mengarah ke pernikahan atau kepuasan terhadap hubungan yang sedang dijalani.

Bukan berarti para lelaki tidak mempunyai pandangan mengenai hubungan yang dijalani, tetapi mereka merasa tidak nyaman membicarakannya. Respons pacar atau lelaki mana pun akan sama. Sekali – dua kali mungkin tidak mengapa, akan tetapi jika terlalu sering, bisa membuat mereka menjauhi Anda. Daripada memaksakan untuk tahu, jalani saja. Biarkan perasaan itu keluar secara natural hingga Anda mendengarkan sendiri dari mereka.

4. Pertanyaan: Apa yang kamu pikirkan?
Diakui atau tidak, pastinya Anda ingin pacar atau lelaki yang bersama Anda, hanya memikirkan Anda seorang. Meskipun dia mencintai Anda, namun Anda tidak bisa mencegah jika ia berfantasi tentang perempuan lain, misalkan berfantasi tentang Demi Moore. Biarkan saja asalkan masih dalam fantasi.

Jangan bahas hal ini, tunggu saja sampai dia mengemukakanya. Jika dia menceritakan fantasinya, jangan langung menjudgenya tidak menyukai Anda. Anda berhak kok menanyakan sejauh mana fantasinya dan berhak menolak jika tidak ingin mendengarnya.

5. Pertanyaan: Kamu lebih suka bersamaku atau bersama teman-temanmu ?
Banyak perempuan yang menjadi posesif pada kekasihnya, dan meminta mereka memberi perhatian dan waktu hanya untuk untuk dirinya. Perempuan cenderung meginginkan pasangannya terlibat dalam setiap kegiatan mereka sebagai bukti cinta. Tapi tidak demikian menurut padangan lelaki.

Jika lelaki ingin berkumpul dengan teman-temannya, maka yang ia butuhkan adalah berkumpul dengan teman dan rekannya tanpa Anda. Dan itu bukan berarti mereka tidak mencintai Anda. Biarkan mereka mempunyai waktu khusus bersama teman dan sahabat mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s