Ajarkan Anak Anda Jujur

Ati Amanaty

Siapa sih yang tak ingin punya anak jujur? Tanpa kejujuran, anak sulit berteman, sukses dalam karier, bahkan sulit punya pernikahan yang langgeng dan bahagia. Yang terjadi, anak-anak tetap saja berbohong.

Mengajarkan kejujuran tidak semudah membalik telapak tangan. Bagaimana mengajari anak jujur kalau Anda meminta babysitter menemani anak sementara Anda mengendap-endap pergi. Betapa pun sedihnya, biasakan mengatakan secara jujur kepada anak. Menurut Stacey Schifferdecker, ada 3 hal penting saat mengajari anak tentang pentingnya kejujuran. Penulis lepas yang juga ibu 3 anak ini tahu betul betapa sulitnya mendidik anak, terutama soal kejujuran. Tapi bukan berarti tidak bisa.

1. Pastikan anak memahami, apa itu bohong dan mengapa hal itu berakibat buruk
Bicarakan dengan anak agar ia tahu perbedaan antara bicara jujur atau hanya dongeng, dan tekankan pentingnya untuk jujur. Bagaimana pun, Anda selalu ingin tahu apa saja yang dilakukan anak Anda di sekolah, kan?

2. Ciptakan atmosfer atau lingkungan yang aman dan terjaga di rumah
Ini bisa dilakukan jika rumah “bersih”, dalam arti tak dipengaruhi hal-hal buruk. Intinya, kejujuran selalu diharapkan dari setiap anggota keluarga. Umumnya anak-anak berbohong saat ketakutan. Ajarkan anak memahami, konsekuensi dari setiap tindakannya pun setimpal. Lebih penting lagi, jangan menjebak anak untuk berbohong. Maksudnya jangan memancing anak untuk mengatakan hal yang tidak benar.

3. Saat mengajarkan kejujuran adalah jujur terhadap diri sendiri
Jangan membohongi anak atau membiarkan dia mendengar Anda berbohong. Kalau anak mengajukan pertanyaan yang tak bisa Anda jawab, beri tahu dia alasannya. Lebih baik lagi jika Anda mengajak anak mencari tahu jawabannya bersama-sama. Orangtua bukanlah dewa yang maha tahu. Orangtua juga manusia yang punya kekurangan.

Apa yang harus dilakukan begitu tahu anak Anda berbohong? Respons terbaik dengan tetap menunjukkan kasih sayang. Jangan salah artikan dengan memberikan reaksi penuh kasih saat anak memberikan aksi bohong.

Bicarakan alasan mengapa anak berbohong, bagaimana kalau melakukan hal sebaliknya (bicara jujur), dan apa yang harus dilakukan agar bisa memperbaiki diri. Jangan lupa juga memberi penghargaan setiap kali anak bicara jujur. Kalau mendengar anak mengatakan sesuatu yang sulit, berikan pelukan tulus sebagai penghargaan atas keterusterangannya pada Anda.

Source : (ati/parent/gur)
tabloidbintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s