10 Tanda Bahwa Dia Bukan untuk Anda

Ati Amanaty

SEBAGIAN orang bilang, mereka tahu saat itu juga pacar yang sedang dikencani bakal jadi pendamping seumur hidup. Bagaimana dengan Anda? Apa yang akan terjadi kala Anda tak yakin dialah orangnya? Kalau Anda sedang mempertimbangkan komitmen seumur hidup alias bersedia mendampingi dia saat senang dan susah sepanjang hayat, inilah saatnya mengajukan pertanyaan paling sulit. Berikut 10 pertanda yang bisa menjadi indikasi dia BUKAN untuk Anda.

1. Anda punya daftar apa saja yang tak boleh dia katakan/lakukan/kenakan jika ingin hubungan Anda berlangsung aman dan lancar. Jika Anda terlalu fokus pada kekurangan dia, berarti dia bukanlah orang yang Anda inginkan sebagai pendamping hidup atau Anda belum siap menjalani hubungan yang serius. Putus hubungan akan memberi Anda waktu untuk makin dewasa dan kesempatan untuk bertemu seseorang yang kekurangannya bisa Anda terima.

2. Anda tidak memercayai dia. Sedikit rasa cemburu mungkin sehat. Tapi jika Anda mengintip surat elektroniknya, gusar tiba-tiba jika dia pergi tanpa Anda, berarti ada sesuatu yang salah. Kalau ada sesuatu mengenai si dia yang bikin Anda tak percaya, mungkin dia bukan yang terbaik bagi Anda.

3. Anda menghindari konflik sebisa mungkin. Beradu argumen itu sehat. Dan jika dilakukan dengan benar (dengan cara tidak menuduh dan cukup rasional), akan menjadi cara yang baik untuk mengajukan keberatan, memperbaiki masalah dalam hubungan, dan mencapai pemahaman lebih mendalam satu sama lain. Mengabaikan masalah bukanlah tak punya masalah sama sekali, bahkan jika kelihatannya begitu.

4. Saat sedih, Anda tidak mencari kenyamanan atau ketenangan dari si dia. Sewaktu Anda sedih dan bercucuran air mata, apakah Anda malah mengunci diri dalam kamar mandi agar dia tidak melihat Anda dalam keadaan terburuk? Anda sebenarnya belum siap untuk memberikan komitmen secara total. Mr Right mestinya membuat Anda tersenyum, mengeringkan air mata Anda, menenangkan Anda, dan tidak bikin stres.

5. Anda atau dia sedang berjuang melawan kecanduan. Dia manis, menyenangkan, dan mencintai Anda sepenuhnya. Tapi kecintaannya pada alkohol atau main game berjam-jam sebaiknya dihilangkan lebih dulu. Jangan membodohi diri dan berpikir Anda akan bisa mengubah dia atau hubungan Anda akan cukup kuat melawan kecanduan itu. Kecanduan bisa diubah, tapi dia harus melakukannya sendiri. Demikian sebaliknya, jika Anda yang kecanduan. Sembuhkan diri lebih dulu, baru cari pendamping hidup.

6. Anda tak mampu membayangkan dia sebagai ayah anak-anak Anda. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah dia akan jadi ayah yang baik? Apakah dia bisa bertanggung jawab secara finansial? Apakah dia bisa menjadi partner yang setara di masa depan? Kalau Anda punya keraguan — meski sedikit — mungkin dia bukan orang yang tepat.

7. Tujuan jangka panjang Anda dalam hidup ternyata tidak sejalan dengan dia. Anda ingin cepat-cepat punya anak, dia tidak kepengin punya anak. Anda ingin dia menjadi imam setiap waktu shalat, dia malah menghindar. Dia tinggal di tengah kota, Anda ingin tinggal di pinggir kota yang lebih tenang. Perbedaan yang prinsip, sulit dicari komprominya jika tak ingin mengatakan tak bakal mencapai titik temu. Ajukan pertanyaan penting pada diri sendiri: “Apakah saya berniat kompromi pada satu hal penting ini?” Jika jawabannya tidak, berarti Anda bukan yang terbaik untuk dia, begitu pula sebaliknya.

8. Tidak menghargai satu sama lain. Dia merendahkan Anda di hadapan teman-temannya dan mengeluhkan Anda pada orangtuanya. Anda membelalakkan mata saat dia bicara karena dia mempermalukan Anda. Hubungan tanpa saling menghargai tak akan bisa langgeng.

9. Anda tidak punya hasrat terhadap dia. Intim secara fisik memegang peran penting dalam hubungan yang romantis. Kalau Anda dan dia tak punya chemistry, well, lebih baik lupakan saja.

10. Dia kelihatannya baik, tapi Anda punya perasaan lain. Jangan abaikan insting. Mungkin hubungan Anda dengan dia selama ini baik-baik saja, tapi jika insting Anda mengatakan dia bukanlah yang terbaik, dengarkanlah. Suara dari hati nurani tidak bisa dibohongi.

Source : (ati/gur)
tabloidbintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s