Mengendalikan Windows dengan utilitas Sysinternals

oleh: Gombang Nan Cengka

Saat menggunakan Windows, masalah cepat atau lambat pasti akan muncul. Bila problem tersebut terjadi kita memerlukan alat yang memadai, baik buat diagnosis maupun pemecahan masalah. Meskipun Windows sendiri sudah dilengkapi dengan alat-alat sistem bawaan, alat-alat standar ini terkadang belum memuaskan.

Utilitas yang disediakan gratis oleh Sysinternals cukup banyak mendapat pujian dari para pemakai dan profesional yang bergelut dengan Windows. Tak mengherankan bila kemudian perusahaan ini kemudian dibeli oleh Microsoft. Saat ini Sysinternals berstatus sebagai anak perusahaan pembuat sistem operasi Windows tersebut.

Utilitas sistem dari Sysinternals ini memang masih belum diintegrasikan dengan Windows. Meskipun begitu pengembangnya masih menyediakannya secara gratis.

Alat-alat dari Sysinternals ini dapat digunakan mulai dari sekedar mengoptimasi sistem sampai buat melacak hama komputer yang telanjur bersarang di dalam komputer. Autoruns misalnya dapat mendeteksi program-program apa saja yang dieksekusi waktu Windows dibuka pertama kali. Rootkit Revealer dapat mengungkapkan rootkit yang tertanam dalam sistem operasi. Program-program yang disertakan dalam Sysinternals Suite sebenarnya lebih cocok bagi administrator sistem atau pengembang peranti lunak. Namun beberapa di antaranya dapat digunakan oleh pengguna yang ingin memantau dan mengendalikan komputernya dengan lebih baik.

Semua utilitas Sysinternals dikumpulkan dalam satu paket ZIP di http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/default.aspx . Anda juga dapat membatasi diri buat mengunduh program-program yang diperlukan saja. Semua program Sysinternals ini tidak memiliki installer. Anda harus mengekstraknya dari berkas ZIP, lalu menyalinnya ke folder C:\WINDOWS (pada Windows 95/98/ME/XP dan Vista), atau C:\WINNT (pada Windows NT dan 2000). Kemudian program dapat dijalankan dari command prompt, atau klik Start Menu->Run, lalu klik nama program tersebut. Pada Windows Vista ini lebih mudah: klik Windows Orb, ketikkan nama program, lalu tekan Enter.

Pada saat menjalankan program pertama kali Anda akan diminta untuk menyetujui End User Licence Agreement (EULA) dari Microsoft.

Process Explorer (procexp.exe)

Berjalan pada: Windows 9x/Me, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Server 2003, dan Windows Vista

Ingin tahu proses mana saja yang sedang berjalan di Windows? Meskipun sekilas terlihat tidak ada jendela aplikasi yang terbuka, tidak berarti tidak ada program yang sedang berjalan. Process Explorer dapat menampilkan semuanya. Tidak hanya itu saja: program ini juga dapat menampilkan berkas dynamic link library (DLL) yang sedang dibuka oleh program. Task Manager yang disertakan Windows memiliki fungsi sama, hanya saja Process Explorer menampilkan informasi lebih terinci. Program ini dapat diset agar menggantikan Task Manager, yang dapat dijalankan ketika Anda menekan tombol Ctrl + Alt + Del.

Autoruns (autoruns.exe)

Berjalan pada Windows 95/98/ME, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008

Pernahkah Anda merasa komputer Anda perlu waktu terlalu lama agar dapat terpakai mulai dari saat dihidupkan? Kemungkinan Windows memuat terlalu banyak program pada saat mulai dijalankan. Untuk melacak program-program seperti ini (startup program) Anda dapat menggunakan Autoruns. Dari sini kita dapat mematikan program yang rasanya tidak diperlukan.

Process Monitor (procmon.exe)

Berjalan pada: Windows 95/98/ME, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008.

Nama program ini mirip dengan Process Explorer, namun Process Monitor lebih berguna untuk melacak dan memantau proses yang sedang berjalan. Program ini mencatat semua operasi yang sedang dan telah dilakukan, lengkap dengan nama proses yang memulai, serta lokasi program tersebut di hard disk. Menurut pengembangnya, utilitas ini sangat berguna saat Anda ingin berburu malware. Dengan Process Monitor memang lebih mudah mendeteksi proses yang tidak dikenal, atau melakukan operasi yang mencurigakan.

System File Defragmenter (pagedfrg.exe)

Berjalan pada: Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003

Bila Windows mulai terasa lambat langkah yang pertama biasa dilakukan adalah melakukan defragmentasi. Buat keperluan ini utilitas Disk Defragmenter rasanya tidak akan asing lagi buat pemakai. Utilitas ini berguna mengatur letak berkas di dalam cakram padat agar tidak terpecah-pecah, yang biasanya memperlambat kinerja Windows saat mengakses berkas yang diminta. Berkas seperti ini disebut sebagai terfragmentasi.

Namun utilitas Disk Defragmenter pada Windows punya kelemahan: tidak dapat menyentuh berkas-berkas yang digunakan oleh sistem operasi. Padahal berkas-berkas ini berdampak cukup signifikan buat kinerja sistem. Di sinilah tugas System File Defragmenter. Utilitas ini melacak berkas sistem mana saja yang terfragmentasi, dan kemudian menata ulang berkas-berkas tersebut pada saat Windows melakukan booting ulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s