7 Pemicu Rasa Lelah

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bukannya tak ingin mencicipi lagi keceriaan saat berkumpul dengan teman-teman kuliahnya, tapi Inge, 30 tahun, merasa tak memiliki energi lagi setelah bekerja. “Maunya buru-buru sampai rumah dan istirahat,” ujar karyawati sebuah perusahaan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini. Padahal ia mengaku kangen ngerumpi dengan teman-temannya.

Kelelahan sering menjadi keluhan utama pekerja wanita, terutama yang telah berkeluarga. Para ibu itu, menurut Rebecca Amaru, ginekolog pada Mount Sinai Medical Center, New York City, memiliki tugas ganda sehingga kerap kali mereka tidak mendapat waktu tidur yang cukup atau kualitas tidur yang baik. “Bila hanya tidur 5-6 jam sehari, jelas tidak memadai, berapa pun umur seseorang,” ujarnya. Pola seperti ini biasanya memicu rasa lelah.

Pada kasus tertentu, meski sudah tidur 7-8 jam per malam, rasa capek ternyata tak hilang. Kardiologis Nieca Goldberg, MD, Direktur NYU Medical Center Women’s Heart Program, mengatakan orang yang mengalami hal seperti ini disarankan agar mengecek ke dokter, untuk mencari penyebab rasa lelah. Ada perbedaan memang antara kelelahan dan perasaan mengantuk berat. Lelah bermakna kurangnya energi dan motivasi, sedangkan mengantuk berat menunjukkan adanya kebutuhan untuk tidur. Pada orang yang mengantuk berat, problem selesai ketika jam tidur tercukupi.

Namun, jika Anda merasakan letih mendera lebih lama dan lebih dari seminggu tanpa tahu sebabnya, sebaiknya Anda juga segera periksa ke dokter. Goldberg menyebutkan kadang-kadang kelelahan menjadi tanda hadirnya penyakit serius. “Meski lebih sering disebabkan oleh adanya gangguan kecil yang mudah disembuhkan,” ujarnya.

Lazimnya ada tujuh kondisi yang bisa memicu kelelahan. Pertama, anemia. Amaru menjelaskan, jika seseorang dalam masa reproduksi dan mengalami siklus menstruasi yang berat, mempunyai tumor fibroid, dan baru melahirkan biasanya berpeluang tinggi terkena anemia karena kehilangan darah dalam jumlah besar. “Inilah yang sering kali menjadi penyebab utama kelelahan pada wanita,” ujarnya.

Amura memaparkan perdarahan memicu terjadinya kekurangan hemoglobin–zat besi yang kaya protein yang terdapat dalam sel-sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke bagian lain dalam tubuh. “Bila jaringan dan organ tidak mendapat oksigen dalam jumlah cukup, terjadilah kelelahan,” ia menegaskan.

Penyebab anemia lain adalah perdarahan internal serta defisiensi zat besi, asam folat, atau vitamin B12. Anemia juga bisa dipicu oleh penyakit kronis, seperti gangguan ginjal. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita anemia atau tidak, bisa dicek dengan tes darah. Pemulihannya dengan cara menelan suplemen zat besi jika kekurangan zat tersebut, selain melahap makanan kaya zat besi, seperti bayam, brokoli, dan daging sapi. Bila pengobatannya efektif, rasa lelah bisa diusir setelah 30 hari.

Bila Anda merasa semangat Anda melempem, bahkan tertekan, Goldberg menyebutkan ada kemungkinan problemnya adalah tiroid, atau yang dikenal sebagai hypothyroidism. Tiroid berukuran kecil, berupa kelenjar berbentuk kupu-kupu, terletak di dasar leher, dan mengontrol metabolisme.

Infeksi saluran kencing yang tidak terdiagnosis, kata Goldberg, ditandai dengan rasa letih, meski memang tak selalu letih dipastikan karena derita yang satu ini. Kebanyakan meneguk minuman yang kadar kafeinnya tinggi juga menyebabkan rasa lelah. Umumnya orang mengkonsumsi kopi atau minuman mengandung cola untuk mendongkrak energi. Namun, pada sejumlah wanita, justru sebaliknya.

Dalam artikel pada jurnal US Pharmacist, sang penulis, W. Stephen Pray, PhD, Rph, menyatakan kafein adalah perangsang energi, tapi bila terlalu banyak akan membuatnya melempem. Makanan pun bisa mendorong terjadinya keletihan. Dalam kondisi umum, makanan memang bisa menaikkan level energi, tapi tidak demikian bagi orang yang alergi atau intoleran dengan makanan tertentu.

Menurut Rudy Rivera, MD, penulis Your Hidden Food Allergies Are Making You Fat, intoleransi makanan dalam kadar rendah pun bisa memicu penderitanya merasa mengantuk. “Bukti menunjukkan intoleransi makanan bisa menyebabkan kelelahan, bahkan kelelahan ada kemungkinan menjadi tanda awal terjadinya intoleransi pada makanan tertentu,” paparnya. Ia menyarankan melakukan tes alergi terhadap makanan.

Kurang tidur memang menyebabkan keletihan, tapi tahukah Anda kenapa jadwal tidur minim? Bisa jadi karena, setiap tidur, Anda mengalami gangguan tidur, seperti napas tiba-tiba berhenti dan Anda tersentak beberapa kali setiap malam. Kondisi ini kerap menimpa orang berlebihan berat badan. Lazimnya dipicu gangguan pada jalur pernapasan bagian atas dan mengorok menjadi tanda hadirnya derita ini. Bila tidak ditangani, Goldberg menyebutkan gangguan tidur ini meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung.

Poin ketujuh yang memicu kelelahan adalah penyakit jantung. Bila Anda melakukan pekerjaan ringan tapi merasa capek, segera cek ke dokter. Bila memang terkait dengan kondisi jantung, Goldberg menyarankan untuk melakukan pengobatan, kemudian mengurangi rasa lelah dan menyimpan energi hingga tidak melakukan kegiatan yang berlebihan.

Rita | Medlineplus | Webmd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s