Kekuatan Ucapan “Terima Kasih”

Jakarta (ANTARA News) – Hanya dengan menyampaikan “terima kasih”, ternyata bisa memberi manfaaat bagi orang yang menerima dan menyampaikan ucapan tersebut, demikian hasil satu penelitian. Menyampaikan terima kasih bisa memperbaiki perilaku dalam hubungan antar-manusia, demikian penelitian di Florida State University, Tallahasse.

Mengatakan “terima kasih” juga menguatkan hubungan dengan membuat orang yang menyampaikannya merasa lebih bertanggung jawab terhadap kesejahteraan pasangannya, demikian penelitian yang diterbitkan di dalam Psychological Science.

Untuk mengerti bagaimana menyampaikan terima kasih dapat membantu menguatkan hubungan, para peneliti melakukan tiga bentuk penelitian berbeda. Dalam satu penelitian, 137 mahasiswa menyelesaikan survei yang mengukur seberapa sering mereka menyampaikan terima kasih kepada teman atau pasangan. Hasilnya menunjukkan rasa terima kasih berhubungan secara positif dengan persepsi manusia dalam paham komunal.

Di dalam penelitian kedua, yang melibatkan 218 mahasiswa, menyampaikan terima kasih diramalkan meningkatkan persepsi penutur mengenai penguatan hubungan dalam waktu lama. Penelitian ketiga, 75 laki-laki dan perempuan secara acak dibagi menjadi empat kelompok.

Selama tiga pekan, satu kelompok menyampaikan terima kasih kepada teman, yang kedua menyatakan memikirkan rasa terima kasih tentang seorang teman, sedangkan kelompok tiga memikirkan kegiatan sehari-hari dan keempat melakukan interaksi positif dengan seorang teman. Bagi yang menyampaikan terima kasih, hubungan dilaporkan menguat setelah penelitian berakhir dibandingkan dengan kelompok lain.

Terima kasih, ketika disampaikan, meningkatkan kekuatan komunal, menurut kepala peneliti Nathaniel Lambert, wakil peneliti di Universitas tersebut. Temuan itu masuk akal, karena “ketika menyampaikan terima kasih, kamu akan memusatkan perhatian pada hal baik yang telah dilakukan oleh orang tersebut”, katanya. “Itu membuat anda melihat mereka dari sudut pandang positif dan membantu anda memusatkan perhatian pada ciri-ciri baik mereka,” kata Lambert sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Lambert mengatakan, tim penelitinya menguji pendapat bahwa orang yang berterima kasih melihat hubungan tersebut bersifat komunal, merasa lebih pantas berkorban untuk orang tersebut dan lebih niat dalam membantu.

Walaupun penelitian tersebut hanya melihat orang yang menyampaikan terima kasih, Lambert berspekulasi “mereka yang menerima ucapan terima kasih akan terdorong melakukan hal yang sama. Mereka akan membalas rasa terima kasihnya. Jadi seperti berbentuk spiral yang mengarah ke atas”.(M-IFB/C003/S018)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s