Sehat itu Murah Asal Tahu Jurusnya

Posted by: “MUHAMAD Ikmal” busanasehat@yahoo.co.id  

Sebuah studi mengungkapkan kalau tubuh manusia didesain buat bisa bertahan hidup sampai 120 tahun (Maximum Life Potential, Dr. Walter M. Bortz). Namun lebih banyak orang yang hidupnya tidak panjang. Apa masih mungkin sekarang ini setiap orang mampu menempuh umur sepanjang itu? Saya mengajak Anda menjawabnya bisa.

Rata-rata orang lebih duapertiga masa hidupnya dihabiskan untuk bekerja. Bukan sedikit yang sampai menjelang ajal masih terus mencari nafkah. Aktivitas otak sepanjang hayat eloknya memang tidak boleh ikut pensiun.. Namun aktivitas fisik berlebihan tanpa henti membuat tubuh lekas lapuk, dan aus. Mereka yang bekerja fisik tanpa henti sampai uzur,Maximum Life Potential-nya berisiko tidak lagi penuh lantaran masalah kesehatan bakal lebih banyak muncul di hari tua.

Seseorang dikatakan mampu menikmati hidup, dan hidup dirasakan bermakna kalau hidupnya ditempuh dengan seimbang (harmoni). Untuk itu tak perlu hidup berlebihan. Perlu menyediakan waktu untuk merenung. Punya waktu untuk time-out sejenak, melakukan check up juga terhadap kehidupan. Tahu pula kapan saatnya harus minggir menepi (Ruralisasi).

Agar menjadi kurang bermasalah dalam kesehatan, pikirkan pula seberapa bagus harusnya kita memperlakukan tubuh disepanjang hidup. Cukupkah gizi, sehingga mesin tubuh kita awet tahan lama. Cukupkah jeda harian sehingga roda dan ban tubuh kita tidak lekas aus, dan gundul. Sudah cukupkah tenang dan ayem jiwa kita sehingga stressor dalam hidup tidak merongrong jasmani kita.

Jiwa yang gundah merusak badan juga.
Stres sendiri merongrong tubuh. Kencing manis, jantung koroner, darah tinggi,lemak darah, begitu juga kanker diperburuk oleh hadirnya stres. Barangkali itu sebab usia krisis orang di dunia yang dulu rata-rata baru terjadi setelah usia 50, karena cenderung dirundung stres yang berkepanjangan (malstress), krisis orang sekarang sudah muncul ketika umur belum masuk 40 tahunan.

Kita melihat semakin banyak kasus psychosomatic muncul pada orang sekarang. Badannya sehat, tapi keluhan fisiknya macam-macam. Inilah bentuk keluhan penyakit di badan yang dihibahkan oleh jiwa yang gundah. Bentuk penyakit badan yang muncul akibat jiwa yang tengah merana.
***
SESUNGGUHNYA masihkah ada yang bisa kita lakukan agar tidak punya masalah kesehatan sampai di ujung hayat? Inilah beberapa butir kiat kita yang masih mungkin kita kerjakan demi tetap sehat berkualitas sampai di ujung umur.

1. Umur tubuh kita (Maximum Life Potential) ditentukan oleh kualitas pembuluh darah yang berada di dalamnya. Pembuluh darah bertugas memasok makanan bagi seluruh sel tubuh. Agar pembuluh darah optimal melaksanakan tugasnya bukan saja dindingnya yang harus tetap elastis, melainkan perlu dicegah agar tak menumpuk karat lemak (atherosclerosis) di dalam sana. Untuk itu kadar lemak dalam darah
(cholesterol, triglyceride) tidak boleh terus menerus dibiarkan tinggi. Kencing manis, darah tinggi, asam urat, dan radikal bebas sendiri berkomplot membantu menambah tebal karat lemak dinding pembuluh darah.

Dengan bertambahnya usia, dinding pembuluh darah sendiri akan semakin mengeras dan kaku (arteriosclerosis) . Proses kekakuan ini dipercepat selain bila nutrisi yang kita konsumsi tidak selalu lengkap, kondisi darah tinggi pun tetap kita pelihara. Untuk itu selain darah tinggi harus dikontrol, menu harian perlu kecukupan seluruh ragam zat gizi,termasuk sejumlah vitamin dan mineral yang membantu memelihara pembuluh darah tubuh kita tetap belia.

Namun dinding pembuluh darah yang masih elastis dan tanpa karat lemak saja belum cukup untuk menyehatkan jika kualitas darah yang mengalir di dalamnya tidak normal. Darah dikatakan sehat kalau penuh bermuatan oksigen selain lengkap pula zat nutrien yang dikandungnya. Untuk itu perlu olah napas (lewat bergerak badan dan meditasi) selain tetap doyan makan apa saja menu berkualitas (menjadi pemakan segala).

Dinding pembuluh darah yang sehat,darah yang berisi lengkap muatan oksigen dan nutriennya masih belum menjamin makanan itu bisa tiba ke dalam sel yang membutuhkannya bila jantung tidak memompa optimal. Maka kerja jantung perlu optimal. Dengan cara begitu sel-sel tubuh tidak kekurangan makanan, dan optimal menunjang tubuh. Sekian miliar sel tubuh tetap bugar dan tidak layu.

Sel-sel tubuh membentuk jaringan.
Jaringan membentuk organ. Jika organ tubuh tidak mendapatkan makanan yang optimal porsi maupun kualitasnya, mereka akan lekas merana. Sel organ yang merana akan kian mundur fungsinya.

Jika semua organ tubuh mengendur fungsinya, mesin tubuh tidak bekerja optimal. Kondisi ini yang memunculkan gejala penurunan vitalitas fisik. Kasus tidak-sehat- tidak-sakit di kalangan orang modern berhulu dari kondisi seperti ini juga. Sel kekurangan zat gizi,selain tidak selalu kecukupan oksigen.

Kasus lesu-letih-lemah lazim dikeluhkan orang sekarang. Dokter dihadapkan pada kenyataan pasien minta dokter membuatkan resep untuk mendongkrak vitalitasnya yang dirasakan pasien semakin mundur. Kasus demikian lazim bermula dari sel tubuh yang dibiarkan berlama-lama menderita kekurangan pasokan makanan yang dibutuhkannya.

Kondisi itu bisa sebab pembuluh darahnya sendiri yang sudah tidak sehat, atau bisa juga sebab kualitas darahnya yang kurang gizi, atau boleh jadi sebab kerja jantung yang memang sudah lemah (akibat penyakit atau kurang bergerak badan), atau gabungan dari ketiganya.

Sel-sel tubuh yang kekurangan makanan akan menjadikannya cepat aus dan lekas tua.. Tanpa harus kekurangan pasokan makanan saja, dengan bertambahnya usia, sel-sel tubuh mengalami proses degeneratif. Menyaksikan semakin lajunya proses degeneratif itulah yang kemudian menggerakkan Linus Pauling, peraih Nobel vitamin C, mengubah paradigma hidup sehat dengan menilik langsung pada nasib menjadi krisisnya sel tubuh kebanyakan orang modern (Konsep Orthomolecular Medicine).

2. Jadi upaya menyehatkan tubuh berarti harus ditujukan pada upaya menyehatkan seluruh sel tubuh. Supaya sel tubuh sehat dan jaringan organ yang dibangunnya bekerja normal, pasokan makanannya pun harus optimal.

Untuk itu pembuluh darah di seluruh tubuh perlu dirawat. Caranya, selain menu harian meja makan keluarga perlu ditata porsi dan kelengkapan nutriennya, semua penyakit yang merongrong keutuhan pembuluh darah, khususnya oleh kencing manis, darah tinggi, asam urat,radikal bebas, harus disingkirkan. Untuk bisa mencapai itu, selain perlu obat dan pantang ini-itu, perlu pula menu seimbang, yakni menu yang memadai porsi dan lengkap pula seluruh nutrien yang dibutuhkan tubuh.

Kasus orang modern kurang gizi bagian yang tengah diperhatikan oleh penganut “Orthomolecular Medicine. Dari situ pula muncul alasan mengapa sekarang begitu banyak makanan suplemen ditawarkan. Menu barat yang keliru namun menjadi masalah orang Indonesia karena kita meniru pilihan makan yang tidak tepat.

3. Radikal bebas (free radicals) ada di dalam dan di luar tubuh. Tubuh sendiri memproduksi antioxidant untuk menawarkan racun radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh. Namun kehidupan zaman sekarang yang penuh polusi (udara, air, makanan, overtraining) ,antioxidant yang tubuh produksi sudah tak mampu lagi menawarkan begitu meruahnya radikal bebas yang kian mencemari tubuh.

Untuk mengurangi tumpukan radikal bebas, kita bisa menata hidup dengan memilih gaya dan pola hidup yang lebih arif dalam soal makan, bekerja, aktivitas harian, dan pilihan berdomisili.

4. Usahakan agar menu harian lebih alami, menjauhkan makanan olahan (junk food), kini menjadi kiblat orang di negara maju. Kita sendiri malah bangga kalau bisa makan burger, steak, dan menu fast food, serta junk food yang sebetulnya sudah banyak kehilangan zat gizinya,dan tergolong boros lemak, gula, dan garam.. Jenis menu begini yang bikin lemak dalam darah kita cenderung lebih tinggi dari normal.

Anggapan semakin gemuk semakin memberi kesan makmur harus pupus dari benak anak-anak kita. Bukan yang gemuk melainkan yang tidak gemuk justru yang tergolong sehat. Begitu hendaknya kita sampai ujung usia.

STATUS kesehatan seseorang mencerminkan otobiografi menu hariannya sepanjang hidupnya. Menu modern di satu sisi bikin kelebihan gizi sehingga menjadikan berat badan selalu melebihi ukuran normal. Pada sisi lain bikin banyak orang yang hidupnya kecukupan berisiko kekurangan gizi. Kenapa?

Tidak sedikit di Amerika orang yang kekurangan asupan mineral, termasuk trace elements akibat monodiet, selain memilih menu olahan yang gizinya sudah kritis. Tubuh membutuhkan lebih 45 jenis nutrien setiap hari. Sebagian tidak bisa dibuatnya sendiri (essential) dan hanya mengandalkan dari menu harian.

Makanan kalengan, masakan olahan,junk food, fast food, merupakan “menu ampas, sebab sudah banyak kehilangan zat gizi akibat cara panen, cara simpan, cara olah yang salah.. Sementara lapisan permukaan tanah (topsoil) bumi kita sudah luruh ke laut sehingga kehilangan sebagian besar unsur hara yang dibutuhkan tanaman, ternak, maupun tubuh manusia.

Sayur mayur, dan ternak yang kita konsumsi sekarang ini sudah tidak lengkap lagi kandungan zat gizinya dibanding yang dikonsumsi nenek moyang kita dulu. Jika tubuh kekurangan zat gizi yang tubuh tidak bisa membuatnya sendiri, lama kelamaan akan mengganggu mesin tubuh juga. Sakit gizi macam begini yang kini banyak diderita orang modern dalam bentuk keluhan dan gejala yang beraneka: antara lain keluhan letih-lelah- lesu. Tak sedikit keluhan orang sekarang yang bukan suatu entitas penyakit. Bisa jadi hanya sekadar kurang gizi orang modern.

Bisa dimengerti jika banyak kasus penyakit jantung, hati, prostat, pancreas, atau organ lainnya sampai gangguan jiwa muncul hanya lantaran kekurangan trace elements tertentu. Inilah mineralalit yang dibutuhkan dalam dosis yang amat kecil, namun menimbulkan gangguan bila tubuh tidak mendapatkannya setiap hari. Tubuh kita membutuhkan puluhan jenis trace elements, yang tidak selalu tersedia dalam menu harian kita sekarang ini bila pola makan masih monodiet selain memilih menu ampas.

Kaitan zinc dengan gangguan prostat,chromium dengan kencing manis, selenium dengan jantung, dan banyak riset baru mengungkapkan betapa esensial peranan mineral dan trace elements dalam memunculkan banyak penyakit (kurang gizi) yang mengejewantah sebagai keluhan dan gejala yang mungkin bukan entity suatu penyakit.

Polusi kita sudah bikin kuyup manusia di mana-mana. Udara yang kita hirup setiap detik polutannya sudah melebihi ambang yang diperkenan. Air yang kita minum belum tentu cukup mineralnya selain banyak cemarannya. Menu harian kita juga sudah tercemar pengawet, zat warna, penyedap, selain bibit penyakit, serta radikal bebas yang memberi andil untuk mencetuskan banyak penyakit termasuk risiko terkena kanker.

HIDUP sehat sampai tua itu hidup yang senantiasa terjaga tertib dan teratur. Tertib dan teratur waktu makan,waktu bekerja, waktu jeda, dan waktu melepas lelah, rekreasi, selain rutin bergerak badan. Merasa diri bermakna. Bukan saja tahu arah ke mana hidup,melainkan juga benar juga menempuhnya di mata Tuhan.

Tak perlu minta bukti lagi kalau hidup kurang gerak (sedentary life) bakal meningkatkan risiko jantung koroner,atau stroke, sama jahatnya dengan merokok dan minuman keras. Ada baiknya mulai berpikir untuk do by yourself dalam keseharian (menjadi Inem di rumah sendiri,atau tak malu menjadi suami yang Mr. Mom, apa salahnya ikut mengganti popok bayi, menggendong anak, mencuci baju, mengepel dan mencuci piring, oleh karena semua pekerjaan rumah tangga merupakan exercise paling alami bagi otot tubuh kita tanpa perlu menyisihkan waktu khusus seperti kalau untuk golf, atau tennis, dan fitness, misalnya).

  • Untuk vitamin batin kita perlu menyediakan waktu buat rekreasi, dan banyak tertawa.
  • Dosis tertawa sekurang-kurangnya tiga kali sehari, kalau bisa sampai terpingkal-pingkal.
  • Tertawa menyehatkan jantung dan paru-paru, selain menambah deras aliran darah.
  • Tertawa juga meningkatkan hormon endorfin, morfin yang diproduksi tubuh, untuk mengendurkan rasa perih-pedih kehidupan.

Biasakan mengajak otak tetap aktif,senantiasa berpikir positif (bagian dari kuasa doa), dan mengasah otak kanan dengan lebih sering menikmati produk kesenian (musik, pameran lukisan, sastra),selain dengan brain-gym, sehingga berhasil membangun hidup seimbang antara pikir, laku, dan rasa.

Makalah Bulan Keluarga GKI Pondok Indah, Jakarta, 10 Oktober 2009
Dr. Handrawan Nadesul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s