Diam Tidak Selalu Emas

Remaja membutuhkan lebih dari kehadiran dan perhatian orang tua

Berbagai macam problematika hidup yang dihadapi oleh seorang anak dan para remaja kerap kurang mendapatkan perhatian dari sisi orang tua. Tidak heran, kasus bunuh diri yang dilakukan oleh sejumlah remaja di ibu kota terjadi karena kurang berfungsinya keluarga sebagai pranata sosial dalam menemani sang anak menghadapi permasalahan keseharianya.

Permasalahan tersebut timbul dari hal yang kecil hingga hal besar, dari kenakalan remaja, putus cinta, sampai penggunaan obat-obat terlarang. Para anak dan remaja membutuhkan lebih dari sekedar perhatian dan kehadiran kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ia hadapi.

Seperti dilansir psychologytoday.com, Steve Sisgold yang merupakan seorang Body Centered Therapist, mengungkapkan bahwa para orang tua dan guru harus mampu mengajari remaja dan anak didik mereka untuk mendengar dan percaya kepada insting keberanian mereka.

Dikarenakan bahwa tubuh memiliki sistem pengamanan alamiah yang berasal dari otak manusia. Ia menambahkan bahwa apabila para remaja mampu menyesuaikan dengan kekuatan yang mereka miliki, mereka akan mendapat kesempatan untuk membuat keputusan yang jauh lebih baik.

Budaya didik kita yang selama ini dikenal kaku sehingga mengikat kebebasan berpikir dan berkespresi cukup berpengaruh terhadap perkembangan psikologis seorang anak untuk menyatakan kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang ia rasakan.

Terkadang remaja hanya memilih untuk diam menerima kenyataan pahit yang sedang ia rasakan. Tidak heran, apabila tidak ditangani dengan serius, efek stress atau depresi dapat menyebabkan para remaja mencari pelarian atau jalan keluar dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan mungkin memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Kepercayaan dan kebebasan yang terkontrol dapat menjadi solusi bijak bagi kesehatan jiwa dan pikiran seorang remaja. Apalagi di era kebebasan informasi saat ini, orang tua dan para pendidik juga harus semakin cerdas dan tanggap untuk mencegah dampak negatif yang dapat mengancam kesehatan psikologis pada seorang remaja. Karena cyber bullying kerap terjadi dan mengancam seorang remaja baru-baru ini, sedangkan orang tua apabila tidak melek teknologi jadi tidak bisa mengawasi hingga ranah tersebut.

Andi Primaretha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s