Mengapa Orang Takut Kehilangan Uang?

Menata uang kertas rupiah di bagian Cash Centre BNI di Jakarta (ANTARA/Andika Wahyu/ss/pd)

Orang merasa takut kehilangan uang dan satu studi yang tak biasa, yang hasilnya disiarkan Senin (8/2), menjelaskan alasan hal itu bisa terjadi. Penelitian itu dilakukan dengan mempelajari pusat kekhawatiran di otak yang mengendalikan reaksi terhadap judi.

Studi atas dua perempuan dengan luka otak yang membuat mereka tak takut kehilangan dalam perjudian memperlihatkan amygdala, pusat rasa takut di otak, menjadi aktif saat muncul pikiran mengenai kehilangan uang.

Temuan tersebut, yang disiarkan di dalam “Proceedings of the National Academy of Sciences” menawarkan pemahaman mengenai perilaku ekonomi dan menunjukkan bahwa manusia berkembang untuk bersikap hati-hati mengenai prospek kehilangan makanan atau harta lain yang berharga.

Benedetto De Martinoa dari California Institute of Technology di Pasadena dan University College of London dan rekan sedang mengkaji mengapa orang akan menolak perjudian yang tampaknya akan menghasilkan kemenangan.

“Bukti laboratorium dan lapangan menunjukkan bahwa orang sering menghindari resiko kehilangan bahkan ketika mereka mungkin memperoleh hasil yang lebih besar, pilihan perilaku yang disebut `keengganan terhadap kerugian`,” tulis mereka.

“Misalnya, orang akan menghindari perjudian, kondisi yang membuat mereka berada pada posisi kehilangan 10 dolar atau menang 15 dolar, sekalipun nilai perjudian yang diperkirakan adalah positif (2,50 dolar AS),” kata mereka sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.

Mereka mempelajari dua perempuan dengan kondisi genetika yang langka yang disebut penyakit “Urbach-Wiethe”, yang merusak amygdala, pusat otak yang berbentuk seperti amandel dan mengendalikan rasa takut serta emosi akut tertentu lain.

Para peneliti itu membandingkan reaksi kedua perempuan tersebut dengan 12 orang dengan otak yang tak mengalami kerusakan. Mereka menyatakan studi jenis itu biasanya hanya melibatkan sedikit orang karena tak mungkin atau tidak etis untuk secara sengaja merusak otak seseorang untuk melihat apa yang terjadi.

Para relawan tersebut diminta untuk membuat taruhan, kondisi mereka mungkin menang 20 dolar atau kalah 5 dolar –resiko yang tentu diambil oleh kebanyakan orang– atau akan menang atau kalah 20 dolar, kondisi yang akan ditolak oleh kebanyakan orang. Kedua pasien dengan kerusakan amygdala itu malah tanpa rasa khawatir memasang taruhan sebesar 50 dolar AS.

“Kami kira ini memperlihatkan bahwa amygdala sangat penting dalam menyulut rasa hati-hati ke arah penetapan taruhan saat orang mungkin kalah,” kata Colin Camerera dari University College London, yang mengerjakan studi tersebut, dalam satu pernyataan.

“Amygdala yang berfungsi penuh tampaknya membuat kita lebih berhati-hati,” rekannya, Ralph Adolphs, menambahkan. “Kita sudah mengetahui bahwa amygdala terlibat di dalam proses kekhawatiran, dan itu tampaknya juga membuat kita `takut` menghadapi resiko kehilangan uang.”

Studi itu juga dapat membantu para peneliti memahami mengapa sebagian orang rela mengambil resiko dibandingkan dengan yang lain. Barangkali perbedaan genetika di dalam DNA yang aktif di dalam amygdala dapat menjelaskannya, kata para peneliti tersebut.(C003/A024)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s