Politik Anak Kecil

From: “Eko Yuwono, CITRA”

Seorang anak kecil bertanya kepada bapaknya. “Bapak, bisakah menerangkan,apa arti “politik” itu?” Bapaknya menjawab: “Tentu akan aku terangkan.

  • Ambillah contoh keluarga kita sendiri. Aku pulang ke rumah membawa uang, maka aku bisa disebut Kapitalis.
  • Ibumu yang membelanjakan uang itu, oleh karenanya kita sebut ibumu itu Pemerintah.
  • Kita berdua mengurusmu, maka kamu ibarat sebagai Rakyatnya.
  • Sedang pembantu rumah tangga kita, kita namai Buruhnya.
  • Satpam kita yang jaga malam, itu ibarat Militernya.
  • Dan adikmu yang masih pakai popok itu sebagai generasi masa depan.  
  • Sudah mengerti?” tanya bapaknya.

Anak kecil itu masih belum jelas benar, keburu dia segera pergi tidur. Pada tengah malam, dia terbangun karena adiknya menangis. Dia bangun dan mengetuk pintu kamar orang tuanya. Namun anak kecil itu tak mendapati orang tuanya dikamarnya.

Lalu dia pergi ke kamar tidur pembantu, betapa kecewanya ternyata bapaknya sedang tidur bersama pembantu. Dengan frustrasi anak kecil itu akan melapor ke pos jaga satpam di halaman rumah, di dapati ibunya sedang bermain dengan satpamnya.
Anak kecil itu kemudian tidur lagi. Esok harinya, bapaknya bertanya pada anaknya, apakah kiranya bisa diterangkan arti politik dalam bahasanya yang dikarang sendiri?

Anak kecil itu menjawab: “Ya, sekarang saya tahu,kapitalis ngerjain buruhnya, sementara pemerintah berkolusi dengan militernya. Rakyat benar-benar tidak tahu dan masa depan hancur.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s