BELAJAR KREATIF

Prof. Dr. Roy Sembel,Ketua Umum Partai Barisan Nasional (BARNAS)
Sandra Sembel, pemerhati dan praktisi pengembangan SDM

Thomas Alva Edison, Walt Disney, Spencer Silver dari 3M, Steve Jobs. Semua tokoh ini pastinya sudah mencapai titik sukses dalam karya mereka. Sukses ini sudah membawa banyak keuntungan, baik dari segi kepuasan batin maupun financial. Keempat tokoh ini ternyata memiliki satu kualitas unggul yang semua. Mereka memiliki kreativitas. Lalu, apa rahasianya agar Kreativitas bisa membantu meraih sukses? Simak yang berikut.

Thomas Alva Edison
Tokoh yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang. Berkat Edison, kita sekarang bisa menikmati asyiknya nonton TV, menjelajah dunia maya, bermain game di komputer, atau bahkan sekedar membaca buku atau majalah di malam hari. Ya. Edison lah yang berjasa menemukan bola lampu yang sekarang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tiap rumah dan gedung di dunia ini.

Ternyata, penemuan bola lampu pijar tersebut cukup unik dan tidak semudah yang kita bayangkan. Untuk mencapai penemuan yang spektakuler tersebut, Edison harus mengalami berbagai kegagalan, bukan satu kali, dua kali, tiga kali, atau puluhan kali, melainkan ratusan kali. Bayangkan saja jika kita yang harus mengalami kegagalan, mungkin gagal satu kali saja kita sudah putus asa dan tidak mau lanjut.

Jadi, mungkin kualitas inilah yang membuat Edison menjadi salah satu tokoh yang terkenal dengan berbagai produk inovasinya yang luar biasa dan telah banyak kita manfaatkan. Paling tidak ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dari Thomas Alva Edison. Pelajaran pertama, adalah fokus. Kreativitas datang dari dalam, sebagai produk dari minat yang tulus, yaitu ketika kita memfokuskan perhatian kita pada sesuatu karena kehendak sendiri. (David Niven, PhD, 100 Simple Secrets of Successful People).

Jadi, jika kita fokus dan bertekun untuk menghasilkan sesuatu, dengan sendirinya kita akan dipacu untuk mengaktivkan kualitas kreativitas yang ada di dalam diri kita. Pelajaran yang kedua, adalah berpikir positif. Walaupun telah gagal berkali-kali, Edison tidak melihatnya sebagai kegagalan, tetapi suatu cara untuk mencapai kesuksesan.

Ia selalu menggunakan kesalahan dan kegagalan untuk menciptakan kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Tidak heran jika paduan kedua kualitas ini berhasil membawa Edison ke posisi puncak sebagai inovator legendaris dengan segudang kreativitas.

Walter E. Disney
Sedikit berbeda dengan Thomas Alva Edison, Walter E. Disney bergerak di bidang hiburan. Ia adalah tokoh yang menciptakan Mickey Mouse yang digemari banyak anak-anak di dunia. Salah satu keunggulan Walter E. Disney dalam mengaktifkan kreativitasnya adalah dengan melihat jauh kedepan, melampaui produk animasi yang dicipatkannya. Dia senantiasa melihat bagaimana sebuah produk dapat dimanfaatkan secara maksmal jauh melampaui manfaat langsung sebagai produk hiburan.

Dengan berpikir jauh, ia berhasil mengaktifkan kreativitasnya dengan melihat berbagai kesempatan bisnis yang luar biasa. Dari satu film, ia bisa melipatgandakan keuntungan dengan menjual pernak-pernik di seputar tokoh film tersebut—boneka, pakaian dengan tokoh film, gantungan kunci, sepatu, sandal, tas sekolah, bahkan arena bermain yang memanfaatkan alur cerita film yang dihasilkan.

Hal ini membuat Disney berhasil membangun kerajaan hiburannya—Disney Land, tidak saja di negara tempat ia tinggal, tetapi juga di berbagai tempat lain di dunia ini. Selain berpandangan jauh kedepan, Disney juga banyak memanfaatkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak untuk memacu kreativitas dan membukukan sukses.

Disney sadar bahwa sukses akan lebih cepat diraih jika dilakukan dengan berkolaborasi dengan banyak orang, dan lebih manis dirasakan bisa juga dirasakan banyak orang. Hasil kolaborasi ini membuat Disney mampu menelorkan berbagai film box office.

Spencer Silver
Mungkin belum banyak yang mengenal tokoh yang satu ini, tetapi pasti sudah banyak yang pernah memanfaatkan hasil karyanya, yaitu kertas pelekat (post-it notes) yang banyak digunakan untuk menuliskan pesan. Kertas pesan berperekat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan di kantor, atau bahkan juga di sekolah.

Nah, ternyatak, produk kreatif Spencer Silver ini awalnya tidak diperuntukan seperti kegunaannya sekarang. Pada mulanya Spencer Silver berkeinginan untuk membuat produk lem yang kuat, tetapi gagal. Kegagalan ini tidak ia buang begitu saja, tetapi justru ia ubah menjadi kesuksesan. Kualitas inilah yang bisa kita pelajari dari Spencer Silver, mengubah kegagalan menjadi kesuksesan. Setelah gagal membuat lem yang kuat, ia mencoba melihat pemanfaatan lain dari lem ‘gagal’ tersebut.

Hal ini mengaktivkan kreativitasnya, dan ia akhirnya berhasil melihat kesempatan bisnis yang cemerlang dari produk lem gagalnya tersebut, yaitu membuat kertas memo berperekat yang bisa diambil dengan mudah dan dipindahkan kemana saja, tanpa meninggalkan bekas yang kurang bagus pada permukaan barang yang menjadi tempat menempel kertas memo berperekat tersebut. Produk ini ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari pasar, sampai akhirnya menjadi salah satu produk tak terpisahkan dari kegiatan kantor.

Steve Jobs
Tokoh yang satu ini pasti tidak asing lagi di telinga kita semua. Produk kreativitas yang dihasilkannyapun telah menjadi salah satu produk teknologi favorit. Ternyata, kesuksesan Steve Jobs antara lain juga disebabkan oleh kemampuannya mengaktivkan kreativitas. Bagaimana cara Steve Jobs melakukan hal ini? Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari Steve Jobs dalam mengaktifkan dan memanfaaktkan kreativitasnya. Steve Jobs tidak pernah puas dengan produk teknologi yang dihasilkannya.

Dia tidak bersaing dengan orang lain, tetapi ia bersaing dengan dirinya sendiri. Steve senantiasa berupaya menghasilkan yang lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, ia selalu berusaha membuat sesuatu yang lebih mudah, lebih nyaman dan lebih indah, sehingga lebih nikmat dimanfaatkan tidak hanya oleh diri sendiri tetapi oleh orang lain.

Singkatnya ia tidak memikirkan diri sendiri, tetapi lebih memikirkan manfaat dari tiap produk yang dihasilkannya bagi orang lain. Kedua hal inilah yang mengaktifkan kreativitas Steve Jobs: Selalu berusaha melakukan perubahan dengan menghasilkan produk yang lebih unggul dari sebelumnya, dan selalu memikirkan bagaimana produknya dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh orang lain.

Selain dari keempat orang sukses yang kreatif ini, mungkin Anda juga bisa belajar dari tokoh-tokoh kreatif di sekitar Anda. Coba terapkan strategi yang mereka gunakan, adaptasi dengan kondisi, minat dan keinginan Anda. Selamat mencoba dan sukses untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s