Seberapa Banyak Anda Berbagi

AyoPeduli.org

  • It’s not how much you earn, but it’s how much you save“. Kalimat itu pernah dilontarkan oleh seorang teman saya yang ahli keuangan. Artinya kurang lebih “yang penting bukan berapa banyak penghasilan yang kita dapat, tetapi seberapa banyak yang mampu kita tabung”.

Jumlah penghasilan seringkali tidak sebanding dengan kekayaan. Banyak orang yang bergaji besar, walaupun penampilannya perlente, ternyata tidak punya aset apapun karena bergaya hidup bak jetset, seperti berdandan harian di salon, memakai ponsel terkini dengan pulsa jutaan, sering makan enak di restoran mahal, dan sebagainya.

Sebaliknya, banyak orang berpendapatan rendah atau sedang, namun karena terbiasa hidup hemat, akhirnya malah bisa punya rumah, kendaraan, memberangkatkan anak sekolah hingga kekayaan yang lumayan. Seberapa pun besarnya penghasilan, tetapi jika lebih besar pasak daripada tiang, akhirnya tekor juga alias tidak punya apa-apa. Dan seberapa pun kecilnya penghasilan, jika tetap bisa menyisihkan untuk ditabung, tetap saja namanya untung. Yang penting selisih yang ditabung, bukan hanya income.

Nasihat yang bagus. Tetapi sudah sekitar dua tahun ini saya berprinsip beda. Menabung (saving) memang baik, tetapi lebih baik lagi jika didahului dengan berbagi (sharing). Lho, bukankah itu justru membuat kita makin tekor?

Filosofinya begini. Sesuatu yang mengalir cenderung lebih baik daripada sesuatu yang diam. Kita bandingkan antara kolam dan sungai. Di sebuah kolam yang airnya tidak mengalir, awalnya air itu masih bersih, namun tak berapa lama singgahlah berbagai macam kuman, bakteri, dan ganggang yang menyebabkan air itu keruh. Air hujan yang bersih akan masuk ke kolam dan bercampur menjadi keruh. Akhirnya menjadi sumber penyakit.

Berbeda halnya dengan air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Air yang mengalir membawa manfaat yang banyak, mengairi sawah dan ladang, tempat hidup ikan-ikan, tempat mandi anak-anak gembala, sumber air minum untuk dimasak oleh ibu, dan sebagainya. Apakah air sungai akan kering karena mengalir? Tidak, air sungai tidak akan kering karena hujan dan mata air akan terus mengisinya.

Tabungan uang kita di bank ibarat air bersih dalam kolam yang tidak mengalir. Awalnya bersih, tetapi makin lama makin menumpuk dan menjadi penyakit jiwa kita. Tahukan akan kisah Qarun di jaman dulu, seseorang yang suka menimbun harta bendanya hingga bertumpuk-tumpuk, sampai akhirnya Tuhan memperingatkan dengan menguburnya bersama seluruh harta bendanya di tanah (dan akhirnya kita mengenal istilah harta karun).

Mari kita sadari, menabung harta adalah sesuatu yang baik, tetapi lama-kelamaan akan menimbulkan sikap kikir. Semakin rajin kita menyimpan, semakin enggan kita mengeluarkan. Menabung harta harus diimbangi dengan menabung amal baik, yang tidak lain dengan jalan berbagi (sharing).

Berbagi bisa diibaratkan seperti seorang seseorang yang sedang menabur benih kebaikan. Tentu kita sering mendengar pepatah “Siapa yang menabur benih, maka dia akan menuai. Semakin banyak kita menabur, semakin banyak kita akan menuai”.  Orang yang berbagi, sesungguhnya ia tidak kehilangan apa pun.

Sesuatu benda yang kita bagikan ke seseorang sesungguhnya tidak hilang, benda tersebut bisa tetap terlihat (tangible) atau justru berubah wujud menjadi tidak terlihat (intangible) namun bisa dirasakan!

Misalnya rasa syukur, bahagia, kelegaan, ketenangan hati, serta rasa cinta. Bukankah perasaan-perasaan ini yang muncul saat kita berbagi dengan orang lain? Dan bukankah perasaan-perasaan ini yang sebenarnya kita cari dalam hidup ini?

Banyak orang rela menghamburkan uang untuk mencari kesenangan dan ‘membeli’ kebahagiaan. Padahal, rahasia kebahagiaan abadi adalah dalam wujud BERBAGI dengan orang lain!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s