DOA (Disability Oriented Approach)

Penulis: Syahartini

Sehat sebagai hak azasi dasar setiap manusia menuntut jajaran kesehatan masyarakat/promosi kesehatan serta Asuransi Kesehatan dan Rumah Sakit agar memahami pengetahuan kesehatan tradisional termasuk pengobatan herbal. Demikian ucapan Prof. Dr. Rusli Ngatimin dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanuddin Makassar pada saat penyajian di depan peserta Konas Promosi Kesehatan Ke 4, Juli 2006.

Dikatakan pula bahwa untuk mendorong aksi sehat mandiri, perlu kemampuan petugas kesehatan melakukan “probing” berbasis analisis pengetahuan kesehatan tradisional (indigenous health knowledge) serta merajut ekosistem, budaya, perilaku yang mendukung terwujudnya hidup sehat dalam konsep modern.

Judul penyajian pada saat itu adalah DOA, singkatan dari “Disability Oriented Approach” yang diartikan sebagai pendekatan kepada masyarakat berbasis budaya.

Prof. Rusli meriwayatkan penemuan DOA mulai dengan pengenalannya terhadap aliran LEAD (Leiden Ethnosystem And Development) yang kritis terhadap “Health for All 2000”. Dari situ melangkah pada penelitian terhadap budaya sehat orang Bugis yang dituangkan dalam buku “Health is Wealth” (Ngatimin 2001, untuk penyajian di Leiden, Belanda).

Langkah berikutnya adalah membuat modul “Sadar Sehat” untuk uji coba di beberapa daerah. Modul tersebut menjadi terobosan untuk menanamkan pemahaman yang benar tentang masalah kesehatan dan penyakit atau memahami keseimbangan antara “host-agent-environment”.

Hasil uji coba di Kalimantan menunjukkan bahwa aplikasi “Sadar Sehat” lebih mudah dibandingkan modul WHO yang berasal dari Afrika. Ternyata prinsip DOA dapat menegakkan norma hidup sehat melalui :

  1. Kemampuan membenci penyakit
  2. Menyadari betapa perih, tersiksa dan merugi karena “disability” terhadap penyakit
  3. Hidup ramah lingkungan sebagai pendukung utama untuk mencegah penyakit serta dapat mewujudkan keluarga sehat, bahagia, sejahtera

Hidup sehat dalam konsep modern menurut Prof. Rusli adalah perubahan dari konsep tidak mampu karena roh halus menjadi mampu berikhtiar karena Allah sehingga dapat mencegah penyakit, mencari pengobatan dan memperpanjang umur.

Sebagai catatan DOA bersifat ilmiah praktis yang patut dijadikan pedoman oleh peminat kesehatan masyarakat dan promosi kesehatan. Ada baiknya menggelar seminar dengan pembicara Prof. Rusli Ngatimin. (Syahartini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s