Is He THE ONE or Just Someone ???

“Say that you love me. Say i’m the one. Don’t kiss and hug me and then try to run.  I don’t do drama. My tears don’t fall fast. I want a love that will last”
By Rennee Olstead, A Love That Will Last.

Coba tilas balik perjalanan cinta Anda? Apakah berjalan mulus dan berakhir Indah? Atau bagaikan sebuah petualangan mendaki gunung, alias terjal, berliku, melelahkan dan belum tentu selamat sampai tujuan?

Jika perjalanan cinta Anda termasuk ke dalam tipe yang pertama, segera lewatkan halaman ini, itu artinya Anda telah menjadi wanita paling beruntung di dunia, tetapi bila Anda merupakan wanita yang melulu ditikam oleh belitan love trouble yang tak ada habisnya, ada baiknya Anda simak pembahasan edisi ini, semoga apa yang tersibak dapat mengarahkan niat baik Anda dalam mencari pasangan jiwa terealisasi menjadi sebuah kisah dalam fase hidup yang selalu menghadirkan sunggingan senyum setiap kali Anda mengingatnya.

Entah dari mana asalnya sebuh pemikiran bahwa seorang wanita karier metropolis kerap didaulat dengan sebuah gambaran masa depan yang sibuk tapi sepi kehangatan cinta. Sehingga memicu pemikiran lain yaitu lebih baik tidak sukses dalam profesi asal mudah menemukan cinta sejati. Ah betapa sebuah dilema yang menjebak.

Padahal menurut hers tak ada hubungannya antara sukses berkarier dengan kesulitan menemukan pria idaman, bukankah dengan Anda cemerlang dalam pekerjaan, itu semakin memudahkan Anda bertemu pria-pria potensial yang akan beruntung terpilih oleh hati Anda untuk kemudian selamanya hidup berdampingan

Jika kelak ada seorang pria yang mengatakan bahwa ia tidak bisa bersama dengan Anda hanya karena jabatan dan keberhasilan Anda terlampau cemerlang, tandanya ia hanyalah seorang pengecut, sama seperti mantan-mantan Anda di masa lalu. So Ladies Never Ever Feel Guilty of Your Success!! Never !!

Namun tidak adil juga bila pria melulu dijadikan sebagai terdakwa dalam permasalahan percintaan umum para wanita lajang, terkadang malah di sebagian kasus justru si wanitanyalah yang kerap mendadak limbung dan panik ketika dihadapakan pada tawaran untuk lebih serius berkomitmen. Seorang pria pernah mengatakan pada hers, bahwa wanita memiliki sejuta komplikasi emosi lebih banyak dibandingkan pria. Well unfortunately he’s right (sorry ladies).

Boleh dibilang, Anda ialah wanita yang memiliki “kejayaan” penuh dalam hidup, karier bersinar, pendapatan mapan, dikelilingin oleh para sahabat yang selalu penuh perhatian dan tentu saja Anda memiliki seorang gandengan super keren plus memiliki pribadi yang sesuai impian Anda, benar-benar Perfect Husband Material! Lalu yang terjadi Anda malah masih menyimpat bibit ragu akan sebuah pertanyaan, is he the one or just someone?

Pacar Cuma Untuk Status Semata

Banyak wanita yang menjalani hubungan asmara dengan pasangannya bukan karena alasan cinta melainkan hanya malu karena sendiri. Menurut penjelasan Greg Behrendt dalam bukunya yang bertajuk it’s called a break up because it’s broken: the smart girl’s break up buddy, “Salah satu penyebab wanita patah hati ialah mereka selalu memaksakan suatu keadaan meski tak sesuai dengan hati mereka sendiri”.

Sudah fitrahnya bahwa wanita dilahirkan sebagai mahkluk penyayang dan mudah tersentuh yang otomatis memiliki dahaga untuk terus menerus dikasihi oleh orang-orang terdekatnya, maka dari itu tak heran bila banyak wanita kekeuh mempertahankan sebuah hubungan cinta karena berbagai alasan yang menguntungkan untuk mereka. “ini salah besar dan tidak sehat” tandas Behrendt masih dibuku yang sama.

Yang sering terjadi, biarpun merasa belum menemukan pria yang tepat, wanita tetap gigih mempertahankan relationship yang sedang dijalani dengan basis “paksaan” tersebut, padahal si wanita itupun merasakan benar bahwa hubungan itu semu, tidak real dan tentunya tak membuat hidupnya bergejolak senang.

Sehingga ia pun tak mampu mengakhiri hubungan tersebut, bukan karena takut kehilangan tetapi keengganan untuk kembali hidup mandiri, “Dibandingkan lelah menghadapi perubahan menjadi lajang lagi, maka banyak wanita memilih untuk pasrah bersama pilihan yang “tak sesuai” dengan kata hatinya tersebut” jelas Howard Halpern penulis How to Break Your Addiction to a Person.

Nyaman Berkomitmen itu Perlu !!

Pilihan sebagian wanita untuk menjalani cinta yang semu, bukanlah tanpa alasan. Persoalannya banyak wantia yang mengemukakan alasan yang cenderung egois, Sampai-sampai tak peduli dengan masa depan cinta yang sedang dijalani. Sebaiknya, intip kembali dalam lubuk hati Anda, apakah ini yang Anda inginkan? Bukankah berkeluarga dengan pasangan yang dicintai mampu mematahkan seluruh kebahagiaan yang bersifat material?

Tak inginkah Anda selamanya bersama pria yang setiap hari selalu membuat Anda jatuh cinta padanya? Jika dua pertanyaan terakhir Anda jawab dengan anggukan, sebaiknya segera akhiri hubungan Anda dengan si pria yang salah ini. Okay Anda memilih tetap menjalani hubungan asmara meski sarat kesemuan, padahal tahukah Anda, bahwa dengan Anda berpura-pura justru membuat Anda bersikap tak adil bagi pasangan dan terlebih lagi bagi diri Anda sendiri.

Ketika Anda berusaha terlalu keras demi memperbaiki hubungan cinta dengan kekasih, Anda akan terjebak di dalam perangkap idealisme yang berlebihan, sehingga Anda pun jadi terus mencoba mengubah perilaku si dia atau justru mengalah tanpa melihat kesalahan yang telah ia lakukan dan merugikan Anda tentunya.

Nah, agar Anda tak lagi masuk ke dalam sebuah “penjara” hubungan yang semu, hers beberapa contoh kondisi yang kerap mengelabui wanita untuk terperangkap dalam jebakan cinta semu dan alasan mengapa selalu gagal dalam menemukan The One !!

Guide 1 “What You’re Dream is Not What You Need”

Baiklah pria yang sekarang menjadi pacar Anda memiliki penampilan yang sedari dulu Anda impikan, memiliki tubuh tinggi dan kekar sesuai proporsi, berkulit putih, tampan dan jago bermain basket! Sejak pertama kali bertemu pun Anda sudah dibuat jatuh hati oleh penampilan luarnya tersebut, dan ketika ia menyatakan perasaan, jangan ditanya bagaimana bahagianya Anda, tanpa waktu lama Anda pun telah resmi menjadi sepasang kekasih.

Tetapa siapa sangka si pria idaman hanya memukau dari luar saja, ternyata ia merupakan tipe benalu yang menggantungkan segala kebutuhan hidupnya pada Anda. Nightmare!!

Cerita seperti di atas mungkin banyak juga menjadi pengalaman sebagian wanita di luar sana, “Kadang kala, wanita kurang percaya diri saat menemukan sosok pria impiannya, sehingga memilih untuk menerima keadaan dibanding terus berjuang memperoleh pria yang jauh lebih berkualitas” papar DR. Susan Forward dalam bukunya berjudul Obsessive LOVE, When it Hurts Too Much to Let Go.

Si dia memang menggambarkan sosok pangeran impian Anda. Namun acuan tersebut belum tentu cocok dengan kepribadian maupun kebutuhan yang Anda rasakan saat ini.

Bila Anda terus menerus dibayangi ketakutan akan tak lagi bisa mendapatkan kekasih setampan pria yang menjadi pasangan Anda sekarang, maka inilah saatnya memugar kembali daftar prioritas Anda dalam mencari calon suami! Dan penampilan bak Ryan Renolds sebaiknya jangan dijadikan syarat mutlak, sebab Anda bukanlah seorang Scarlett Johansson.

Guide 2 “He’s Madly in Love with Me”

“Hanya Ken satu-satunya pria yang begitu mencintai saya apa adanya” ujar Alma, 26 tahun. Tetapi yang terjadi tiga tahun setelah mereka saling bertukar janji dalam ikatan pernikahan, Alma menyesali keputusannya. “Saya tak lagi bisa membohongi diri sendiri, ternyata dicintai saja tidak cukup. Saya tidak bahagia dengannya” tandas Alma kemudian.

Wanita mana yang mampu menolak curahan cinta tulus dan perhatian penuh dari seorang pria yang hadir dalam hidupnya, banyak wanita menunggu sepanjang hidupnya untuk menemukan seseorang seperti demikian, tetapi kenyataannya, cinta sejati hanya akan tumbuh jika kedua belah pihak benar-benar saling memberi sekaligus menerima rasa cinta itu. “Anda tak akan pernah benar-benar merasakan bahagia yang abadi jika selama ini tak sanggup memberikan segenap hasrat cinta yang sama besarnya pada pasangan” sambung DR. Susan Forward.

Guide 3 “We Are a Perfect Match”

Seorang sahabat pernah curhat pada hers “Aku telah menemukan belahan jiwaku” ucapnya kala itu, hers pun turut senang mendengarnya, namun tiba-tiba tiga bulan kemudian sang sahabat dengan deraian air mata mencurahkan kembali isi hatinya

“Aku putus! Entah di mana salahnya, padahal kami sama-sama menyukai musik jazz, kami juga begitu menggilai film action dan yang paling sempurna ialah kami menggemari makanan yang sama, kamu tahu kan betapa aku hobi menyantap makanan thai, begitupun dia, aku sedih sekali” urai sang sahabat. Ternyata memiliki banyak persamaan tak menjamin mulusnya suatu proses hubungan asmara.

Secara naluri manusia pasti mencari ‘kelompok’ teman atau lingkungan yang memiliki kebutuhan serta tujuan hidup yang sama, dengan begitu Anda pun merasa untuk tak lagi perlu repot-repot melakukan penyesuaian.

“Tapi bila kepribadian atau cara berpikir Anda terlalu identik dengan pasangan, justru malah akan menggerakan hubungan jadi membosankan” jelas Tigress Luv dalam bukunya 101 tips The Insider’s Secret on How to Become a Man Magnet.

Ia pun menambahkan ketika Anda merasa bahwa hubungan yang sedang dijalani hanya berjalan di tempat dan tak lagi menyenangkan, segera deteksi kualitas hubungan tersebut, setelah menemukan jawabannya, jangan ragu untuk mengambil keputusan apakah dipertahankan atau ditinggalkan?.

Guide 4 “Being Alone is Social Suicide”

Hanya orang yang tak pernah salah sajalah yang pantas mengatakan pernyataan tersebut pada orang lain. Hei, mengapa mesti memaksakan menjalani suatu hubungan hanya karena tak mau malu pada lingkungan sekitar (well you should consider to get a new positive environment, i guess!) Tigress Luv mengatakan “Bahwa beberapa wanita menganggap dirinya bukanlah apa-apa tanpa kehadiran seorang pria”.

Mungkin saja ada yang memiliki pendapat yang sama, bahwa seorang pacar bisa membangkitkan gairah hidup dalam diri seorang wanita. Nah, perasaan takut tersebut dapat mempengaruhi sikap Anda dalam menjalin hubungan dengan pria. Hasilnya hubungan yang amburadul pun acap kali menjadi hasil akhirnya.

Terlebih lagi pertambahan usia makin menjalar sehingga memicu Anda menjadi lebih gencar untuk mencari pasangan, meski kriterianya jauh di bawah rata-rata. “Hal paling buruk yang bisa dilakukan oleh wanita kala putus asa ialah menjalani sebuah hubungan cinta yang hanya melahirkan derita hati bagi dirinya sendiri” ungkat Luv.

Maka ada dua hal yang patut Anda lakukan, pertama belajarlah untuk merasa bahagia sebagai wanita lajang serta jagalah kesehatan dengan menjauhi diri dari godaan cinta yang pahit dan tak berkualitas. Percayalah ladies, jangan hiraukan tekanan dari lingkungan sekitar yang memandang rendah hanya karena Anda masih lajang.

Hidup bahagia itu hak setiap manusia dan terkadang tak semudah menginginkannya, salah satu unsur yang mampu memproduksi rasa bahagia itu ialah menjalani hidup dengan seorang pria yang mencintai Anda dan dicintai oleh Anda. Maka dari itu temukanlah seorang pria yang dapat memberikan kebahagiaan dengan cara tersebut, to loved and be loved !!

Teks : Syafrina Sofyan

Sumber : Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s