Ini Terjadi Untuk Menguatkan Saya!

Judul di atas, awalnya adalah “Merasa Bahagia Ketika Merasa Tidak Bahagia”. Karena “bahagia” adalah konsep yang luas, umum, dalam, dan terlalu abstrak,judul itu saya ganti menjadi seperti di atas. Sebab, note ini bercerita tentang *”state”*, yaitu kondisi mental pada suatu titik waktu tertentu, dimana Anda merasa susah terkait dengan sesuatu atau berbagai fenomena didalam kehidupan. Menggeser state adalah skill penting Anda dari waktu ke waktu, dari menit ke menit, dan dari saat ke saat. Dari susah menjadi senang. Dari berat menjadi ringan. Ini, adalah tentang *manajemen mood*.

Perasaan, emosi, dan mental manusia adalah sesuatu yang sangat unik dan dahsyat. Ia bisa berubah-ubah dalam waktu yang *sangat singkat*atau bahkan * tiba-tiba*. Dalam masing-masing keadaan yang berubah-ubah dan berganti-ganti itu, dampaknya sangat luar biasa. Satu keadaan bisa sangat *menguatkan*, dan satu keadaan yang lain bisa sangat *melemahkan*. Menguatkan atau melemahkan diri sendiri, orang lain, dan kinerja Anda.

Di suatu menit, perasaan Anda sedang tenang dan nyaman. Kemudian, datanglah ke dalam pikiran Anda berbagai situasi, keadaan, atau fenomena yang serta-merta *menjungkirbalikkan* semuanya. Menit berikutnya, Anda seperti sedang berada di atas kobaran api dengan asap yang menyesakkan.

Ketahuilah bahwa jika itu terjadi, Anda sebenarnya *telah terlanjur*melewati suatu titik yang disebut dengan *”decision point”*, yaitu sebuah titik persimpangan jalan, di mana *keputusan* dan *pilihan*(bawah sadar) Anda,akan sangat berpengaruh pada kinerja, produktifitas, kreatifitas, mood dan perasaan Anda di menit-menit berikutnya. Atau bahkan di sepanjang sisa hari,atau malah mungkin berhari-hari.

Anda telah terlanjur melewati titik itu dengan ketidakberdayaan. Padahal ketahuilah, *decision point* dan memiliki kemampuan untuk *memilih*, adalah esensi *kemanusiaan* Anda. Tidak patut jika Anda teruskan menyia-nyiakannya.

Di titik itu, Anda sebenarnya dihadapkan pada dua pilihan:
*YA* – Untuk bad mood, atau
*TIDAK* – Untuk bad mood.

Sangat bisa jadi, Anda tak pernah *menyadari* ini. Anda sudah terlanjur* terbiasa*. Anda sudah terbiasa menjatuhkan pilihan *YA* pada bad mood. Mungkin juga, ini sudah berlangsung dan menjadi *”default”* strategi berpikir Anda selama ini.

Untuk bisa menjadi lebih baik dalam mengelola mood, Anda perlu*mundur* selangkah lebih dahulu. Yaitu, ke wilayah *sebelum* decision point. Di zona “pra” ini,Anda perlu membiasakan sebuah *kesadaran*. Kesadaran yang mampu memahami dan mengidentifikasi, bahwa beberapa saat lagi, akan muncul decision point di mana Anda harus*memilih*.

Secara teknis, membiasakan kesadaran di zona”pra” adalah mengaktivasi kembali pola kerja *TDS* Anda (TDS = *Trans-Derivational Search*, mencari informasi dalam database memori Anda tanpa logika), yang selama ini sudah terlanjur *malas* dan berjalan *tidak sesuai* SOP (standard operating procedure) yang telah dikodifikasikan oleh Pencipta “komputer Anda”.

Jika Anda berhasil membangun kesadaran ini dan menjadikannya sebagai sebuah *kebiasaan baru*, maka kondisi “pasca” decision point Anda, akan cenderung menjadikan perasaan Anda lebih *aman dan nyaman*. Dan pilihan Anda, akan bergeser menjadi seperti ini:
*YA* – Untuk good mood.
*TIDAK* – Untuk bad mood.

Perhatikan baik-baik pilihan di atas. Yang *manapun* yang Anda pilih, cenderung akan menyenangkan Anda. Dahsyat bukan? Sedahsyat inilah sebenarnya kemampuan pikiran bawah sadar Anda.

Bagaimanakah cara praktisnya?
Berikut ini adalah sebuah cara yang powerful. Saya ambil inspirasinya dari cara yang ditawarkan oleh Lori Snyder, seorang coah pengembangan diri. Saya adopsi, saya akomodasi, saya modifikasi, saya perjelas dan permudah, agar * mudah* Anda implementasikan.

1. INI TERJADI UNTUK MENGUATKAN SAYA!
Saat mood buruk itu datang dan belum terlanjur mendominasi Anda, biasakan Anda untuk mengatakan kalimat berikut ini, *”Ini terjadi untuk menguatkan saya!”* Jika perlu, Anda bisa mengatakannya dengan eksplisit atau bahkan dengan berteriak. Dititik ini, kalimat ini, secara *langsung* akan mengkonversi dan menyalurkan energi *netral* Anda menjadi energi yang *lebih positif* dan* berdaya*.

2. YA – UNTUK GOOD MOOD*
*Langsunglah* merasa senang, pada detik Anda menyadari bahwa Anda bisa merasakan datangnya perasaan susah. Lho! Kok? Ya benar sekali. Sebab, itu adalah *tanda* yang *paling jelas*, yang *membuktikan* bahwa Anda hidup. *Sadarilah* bahwa Anda bukan zombie atau mayat hidup. Anda bukan hantu gentayangan atau mumi berbalut perban. Di titik ini, pelan tapi pasti, Anda akan mulai melihat adanya *pilihan*. Anda memasuki titik decision point.

3. PILIH
Pilihan *terbaik* Anda adalah yang berikut ini.
*Karena Anda sadar,bahwa Anda sedang hidup,di suatu waktu,di mana Anda mulai merasakan perasaan susah,dan ingin merasa senang,maka sesungguhnyalah,Anda sedang punya kekuatan untuk memilih,untuk hidup di dalam waktu itu,dengan senang.* Waktu itu adalah *SEKARANG*. Di titik ini, perasaan Anda mulai *bergeser* dan mulai *bertransformasi*.

4. FOKUS PADA HAL BAIK DAN POSITIF
Jika Anda sudah bisa *menyelami* pergeseran perasaan ini, mulailah mengidentifikasi berbagai *hal baik* yang Anda inginkan terjadi pada *diri* dan *perasaan* Anda. Sampaikan ini kepada diri Anda sendiri, *”Aku mau senang, dan aku mau makin kuat.”* Di titik ini, Anda akan mulai *berdaya*.

5. TEMUKAN KEBENARAN
Sadarilahi bahwa rasa susah yang Anda derita, adalah *baik* dan*memang* diciptakan untuk *menguatkan* Anda. *Terbukti*, Anda sudah melangkah sampai ke tahap 5 ini. Dan ketahuilah, apa yang terjadi*adalah terjadi* karena memang membawa *maksud-maksud baik* di belakangnya. Seperti yang berikut ini.

6. KEJERNIHAN PIKIRAN
Temukanlah berbagai hal pada diri Anda, yang membuat Anda sampai merasa * susah*. Mulailah memilah dan memisahkannya dari berbagai hal yang membuat Anda merasa *senang*. Semakin jelas Anda memisahkan keduanya, maka semakin jelas langkah-langkah * solusi* yang perlu Anda tempuh.

*”Saya merasa guilty karena ada sesuatu yang tidak saya kerjakan.” “Saya merasa tidak nyaman karena baru saja memarahi orang.” “Dunia ini seperti mau kiamat, saya dicaci-maki habis-habisan.”* Identifikasi juga obat, resep, dan fenomena yang dapat menciptakan kondisi * sebaliknya*. Anda sendiri yang tahu pasti. Di titik ini, calon-calon *solusi* itu mulai tampak.

Jika berbagai kemungkinan solusi itu sudah semakin jelas, ambillah waktu sebentar untuk *beristirahat*. Beberapa menit atau beberapa saat. Rilekskan *tubuh* dan *pola nafas* Anda. Lanjutkan ke tahap berikut ini. Setelah itu Anda bisa kembali ke tahap 6 ini, dan mengerjakan PR Anda merumuskan solusi.

7. PENGENDAPAN DAN KONTEMPLASI
Santailah sejenak. Lihat, dengar, rasakan, cium, cecap, atau sentuh apapun yang *indah* dan *menyenangkan* hati Anda. Jika perlu, pergilah ke luar ruangan, cari dan temukan segala keindahan. Jika perlu keluar gedung sekalian.

Lihatlah awan mendung yang tak lagi semendung perasaan Anda. Lihat dan nikmati cerahnya hari ini. Dengarkan percikan air hujan. Kalau tidak ada ya cukup pancuran. Atau buka saja keran. Lihatlah orang-orang yang tersenyum dan tertawa. Mungkin mereka jauh dipojok sana atau malah di sebelah Anda.

Ikutkan hati dan perasaan Anda bersama mereka. Setelah Anda merasa cukup, kembalilah ke tahap 6 sekali lagi untuk*menyimpulkan solusi*. Di titik ini, Anda menjalani miniatur dari jejak para sufi. Berangkat dari keindahan, menuju kebaikan, dan berakhir pada kebenaran. Ya. Benar. *Itu terjadi untuk menguatkan Anda.* Selamat menempuh hari-hari dengan keberdayaan! Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s