Hati-Hati Jika Oli Mesin Warna Putih Susu

OTOMOTIFNET – Fungsi oli sebagai pelumas mesin ternyata bisa menjadi indikator kondisi mesin. Karena selalu akrab dengan komponen internal mesin dan selalu bersirkulasi, membuat oli memiliki kemampuan sebagai pembersih. Efeknya, kotoran yang berupa kerak yang biasa menimbun di kepala silinder hingga butiran gram halus akibat gesekan antara komponen mesin bisa terbawa semua lewat oli.

Karena kemampuan oli di atas itu, kondisi mesin pun dapat terpantau lewat warna oli. Meski begitu, “Untuk mengenali kondisi mesin secara akurat tidak bisa lewat melihat warna oli,” sahut David Tandjung, sales and operation manajer gerai penjualan oli Toda. Namun meski warna oli bukan penunjuk akurat tentang kondisi mesin, tak ada salahnya memeriksa dipstick bukan?

Karena dengan memeriksa lewat dipstick, bukan hanya bisa memantau kualitas oli dan kondisi mesin, namun juga bisa menunjukkan apakah jumlah oli di dalam mesin masih ideal atau sudah berkurang. Untuk itu simak tentang warna-warna oli yang akan menunjukkan kondisi mesin atau olinya itu sendiri.

KUNING BENING
Warna ini berarti kondisi oli masih baru dan bagus. Keadaan mesin juga belum dinyalakan atau bisa juga sudah dihidupkan dan berjalan belum terlalu lama. Kebanyakan oli berwarna kuning bening, meski ada juga beberapa oli baru yang berwarna merah atau biru.

COKELAT KEKUNINGAN
Biasanya karena mesin sudah pernah digunakan untuk berjalan namun dengan jarak tempuh yang belum terlalu banyak. Kondisi masih terbilang normal, kalau dihitung jarak sekitar 1.000-2.000 km. Enggak perlu pergantian, cukup digunakan hingga jarak tempuh habis.

HITAM
Nah, kalau oli sudah sampai berwarna hitam, berarti mobil sudah berjalan sekitar 3.000-4.000 km. Sebaiknya diganti dengan yang baru, maksimal pemakaian hingga 5.000 km. Lebih dari itu, kondisi oli sudah tak layak pakai lagi, yang bisa menyebabkan kerja mesin terganggu. Akibatnya bisa merusak komponen internal mesin.

Tetapi, lain halnya jika baru dipakai beberapa minggu oli sudah hitam, berarti komponen bagian dalam mesin ada masalah. Bisa disebabkan dari banyaknya kerak di dalam mesin karena usia mobil sudah berumur atau lebih dari lima tahun. Mengatasinya bisa dengan melakukan flush dan mengganti oli serta filter baru. Pembilasan bisa dilakukan 2 atau 3 kali agar lebih bersih.

HITAM KOTOR
Kotor di sini maksudnya adalah oli bercampur gram atau butiran besi halus hasil sisa gesekan antar komponen. Artinya peranti bagian dalam mesin sudah ada yang aus. Oli yang sudah lama dipakai menyebabkan fungsi pelumasannya berkurang. Apabila tidak segera diganti, suhu mesin cepat naik dan gesekan antar komponen yang tidak berlapis oli mengakibatkan komponen cepat aus ditandainya munculnya butiran besi tadi.

Tetapi selama tidak ada bunyi aneh atau kasar yang timbul dari dalam mesin, berarti mesin kamu relatif aman. Namun sebaiknya segera ganti oli dan filter dengan yang baru. Dan disarankan pula untuk memeriksa komponen dalam mesin. Jika dibiarkan akan menimbulkan kerusakan komponen, seperti metal jalan, metal duduk bahkan dinding silinder akan baret. Kalau sudah begini bisa keluar biaya yang lebih besar lagi untuk turun mesin.

PUTIH SUSU
Hal ini akibat tercampurnya oli dengan air. Penyebabnya bisa dari kebocoran packing head, oil cooler atau dudukan filter oli. Sehingga, air dapat masuk ke dalam mesin dan tercampur dengan pelumas. Kalau sudah begini ganti peranti pendingin oli dan filter dengan yang baru.

Jika oil cooler masih bagus, penyebab lainnya bisa karena kondisi mesin yang sering panas berakibat packing head melengkung sehingga air bisa masuk dari luar saat menerobos genangan air atau saat mencuci. Kalau sudah seperti ini, mau enggak mau harus turun mesin.

MENCAMPUR OLI
Terdapat pro kontra tentang mencampur oli. Ada yang bilang mencampur oli itu sangat dilarang, karena “Karena kita tidak tahu bahan kimia yang terkandung di dalam oli, maka oli jangan dicampur, takut akan menimbulkan masalah,” sahut Usman Adhie, service manajer Tunas Toyota di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Memang, bahan kimia yang terkandung di dalam oli sebagai aditif sangat rawan untuk dicampur, karena akan menimbulkan reaksi kimia yang akan merusak kualitas oli bahkan mesin.

Namun bagaimana ketika dalam keadaan darurat yang mengharuskan kita menambahkan atau mencampur oli? Nada yang berbeda disampaikan oleh David Tandjung, selaku sales and operation manager gerai Toda, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Karena menurutnya, “Mencampur oli sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah buat mesin dan olinya sendiri, namun memang harus dengan oli yang berkualitas sama.”

Maksudnya, oli punya beberapa jenis, mineral, semi sintetis dan full sintetis. Nah ketika mencampur oli sebaiknya dengan jenis yang sama, seperti kalau sudah menggunakan oli full sintetis ya mesti dicampur dengan oli sintetis juga. Dengan begitu, resiko kualitas oli berkurang atau berubah dapat diminimalir.

Penulis/ Andy Okta/pr!ma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s