SMS, Adakah Eksesnya?

Kompas.co.id

SMS (Short Message Service), adalah salah satu pelayanan teknologi komunikasi canggih yang sudah tidak asing lagi bagi para pengguna telepon seluler.

Dengan SMS, berita singkat dapat cepat sampai ke tangan penerima berita, dan sebaliknya jawabanpun akan dengan cepat pula dapat diterima oleh pengirim berita. Benar-benar canggih, bahkan gambar-gambar lucu pun dapat dikirim dengan mudah, dan dapat dilihat dengan jelas melalui layar monitor telepon.

Apalagi biaya pengirimannya pun terhitung sangat murah. Jadi kenapa tidak memanfaatkannya?
“Papi sayang, selamat bobok, mimpi indah, ya, salam sayang dari mami”; “Mama, kangen, deh”; “Apa kabar? Selamat sebulanan, ya, kasihmu”; “Halo say, sedang apa?” Atau, muncul gambar bibir sensual disertai ucapan, “Cup sayang, kangen banget.”

Ungkapan penuh erotisme dan romatisme akan benar-benar saling menguatkan ikatan tali kasih antara suami-istri, apabila pesan penuh kasih tersebut dikirimkan oleh suami/ istri dari kantor atau dari rumah tinggal, misalnya.

Sayangnya ungkapan melalui pemanfaatan SMS tersebut justru lebih sering diperoleh dari baik teman laki-laki/perempuan perselingkuhan yang akan masuk sebagai orang ketiga di antara kehidupan suami-istri. Katakanlah teman sekerja teman dari lingkungan lain yang lebih tepat disebut sebagai teman selingkuh yang baru melakukan penjajagan.

Atau justru, datang pesan iseng dari kerabat/kenalan yang ingin bercanda melalui SMS yang tanpa disadari menjadi penyebab terganggunya relasi suami-istri. Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan pasangan perkawinan kita bila secara kebetulan atau secara sengaja mencoba mengecek isi telepon kita, dan ungkapan tersebut ada pada layar monitor.

Mereka pasti akan sangat terkejut, bahkan bisa saja mengalami syok berat dan histeris. Adalah sangat logis bila akhirnya kepercayaan pasangan kita akan turun drastis, dan hubungan antar suami-istri akan sangat terganggu, bahkan bisa rusak dan berakibat fatal.

Belakangan ini insidensi kasus perkawinan oleh sebab pemanfaatan SMS yang eksesif sangat meningkat dan pengaruh psikologis karena suami/ istri diliputi kecurigaan dan kecemburuan tidak terkendali, benar-benar sangat memprihatinkan.

Yang sulit diatasi adalah apa pun penjelasan yang diberikan suami/istri pada pasangannya tentang ungkapan tersebut sering kali tidak akan dapat dipercaya lagi. Dengan sendirinya iklim relasi dalam keluarga termasuk dengan anak-anak pun secara menyeluruh akan terganggu. Harmoni relasi yang pernah terjalin sebelumnya akan sirna dalam sesaat.

Sehubungan dengan masalah tersebut, kiranya perlu kita pertimbangkan bahwa terdapat berbagai karakteristik kepribadian yang perlu kita pahami sehingga kita dapat pula memahami respons pasangan kita terhadap pesan penuh canda atau memang benar-benar mengandung unsur erotisme dan romantisme dari teman selingkuh kita, yang mempergunakan SMS sebagai berikut ini.

  1. Istri/suami memiliki kecenderungan kepribadian neurotisk, di mana kehidupan emosinya kurang stabil sehingga kepekaan emosinya pun sangat tinggi.
    Pribadi jenis ini, tidak akan mudah pulih tingkat kepercayaannya pada penjelasan kita tentang berbagai isi pesan di layar monitor telepon. Pribadi jenis ini pun sangat rentan terhadap perkembangan reaksi histeris, penuh curiga dan cemburu, sehingga setelah mendapatkan isi pesan semacam itu akan terus memburu dan mencari tahu isi telepon. Tentu saja sikap seperti itu, akan sangat mengganggu dan membuat kita merasa tercekam karena aspek privasi yang dalam kadar tertentu seyogianya ada di antara suami-istri dengan landasan kepercayaan antarpasangan, menjadi hilang. Kondisi ini selanjutnya dapat berkembang ke dalam situasi relasi yang dari hari ke hari semakin memburuk dan semakin memburuk.
  2. Suami/istri memiliki kecenderungan kepribadian psikopat yang sangat sulit mengatasi kemarahan akan kelakuan pasangannya. Biasanya mereka akan melakukan aksi balas dendam dengan perilaku yang lebih ekstrem. Tentu saja ketenteraman relasi suami-istri dengan sendirinya akan menjadi sangat tidak nyaman.
  3. Suami/istri memiliki kecenderungan kepribadian psikotis ringan, namun amat sangat peka perasaannya sehingga dengan pengalaman tersebut mengembangkan reaksi paranoid yang bisa saja menjadi sangat intens. Untuk tipe kepribadian ini, jelas pemulihan harmoni relasi suami-istri menjadi sangat sulit, bahkan tidak mungkin.
  4. Suami/istri memiliki kepribadian sehat mental, mantap, dan walaupun terkesan sangat terkejut pada awalnya, namun secara perlahan akan dapat memulihkan kadar kepercayaan terhadap pasangannya, dan menerima penjelasan pasangan serta perlakuan pasangan yang meyakinkannya bahwa pasangannya benar-benar mengasihinya. Relasi akan dengan sendirinya pulih.

Tentu saja semua orang berharap mendapatkan pasangan dengan kepribadian sehat mental, namun bukankah jodoh, mati, dan rezeki di tangan Allah Yang Maha Esa?

Dari uraian tersebut, dapat kita simak berbagai hal berikut ini:

  1. Pemanfaatan produk teknologi komunikasi yang canggih membutuhkan kesiapan dan kematangan mental untuk dapat memanfaatkannya sesuai tujuan dasar dari penciptaan produk canggih tersebut. Mengirim pesan yang dilandasi dengan hanya sekadar iseng dan canda belaka merupakan representasi ketidaksiapan mental dalam menggunakan alat canggih tersebut.
  2. Pendekatan awal atau berlanjut dari relasi perselingkuhan dengan memanfaatkan SMS membawa konsekuensi dan risiko sangat tinggi bagi terganggunya harmoni relasi yang telah susah payah dibina dengan pasangan perkawinan kita, kecuali bila memang secara sengaja kita menginginkan hubungan kita dengan pasangan perkawinan kita tambah rusak karena memang sebelumnya sudah rusak. Atau, siapa tahu pasangan perselingkuhan kita berniat merusak harmoni relasi kita dengan pasangan perkawinan kita.

Lepas dari tipe latar belakang kecenderungan karakteristik kepribadian kita, bila kita melihat pesan pada telepon suami/istri kita yang mengejutkan dan membuat kita marah serta curiga setelah beberapa saat tariklah napas panjang-panjang, tahan beberapa detik dan buanglah napas perlahan beberapa kali, sampai ketegangan emosi kita menurun, barulah tanyakan pada suami/ istri kita dengan tenang, siapa yang mengirim pesan tersebut.

Bila ternyata yang mengirim pesan adalah teman/kerabat yang iseng dan bercanda, mintalah suami/istri kita untuk menghubunginya di depan kita. Dan bila benar, percayalah dan mintalah agar teman/kerabat tersebut tidak melakukannya lagi.

Bagi Anda-anda yang suka iseng menggunakan SMS tanpa rasa tanggung jawab, sadarilah bahwa efek dari keisengan Anda berakibat sangat buruk dan sangat eksesif bagi keluarga penerima berita.

Bila memang akhirnya suami/istri mengaku yang mengirim adalah teman perselingkuhannya, bicarakanlah baik-baik untuk mendapat solusi terbaik bagi Anda berdua. Bagi yang baru mulai melakukan pendekatan dengan pasangan perselingkuhan, apalagi hanya sekadar main-main dan have fun, hentikanlah segera. Bila sampai suami/istri kita tahu, efek eksesif berlanjut akan benar-benar menyiksa perasaan kita sendiri.

Jadi, memang dibutuhkan kematangan dan kesiapan mental optimal dalam memanfaatkan hasil temuan teknologi komunikasi mutakhir yang canggih agar kita dapat mencegah dan terhindar dari pemanfaatan yang eksesif sifatnya. Pergunakanlah SMS dengan tepat guna dan penuh rasa tanggung jawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s