Mengenal Aneka Nomor Identitas Ponsel

Oleh Antonius Aditya Hartanto
Pekerja TI tinggal di Bogor

Berapa nomor ponsel anda? Jika pembaca menerima pertanyaan seperti itu, serta-merta yang keluar mungkin adalah jawaban berupa angka yang merupakan nomor panggil yang diberikan operator. Padahal, jawaban atas pertanyaan itu bisa bermacam-macam, karena pengertian nomor pada ponsel sangat beragam.

Sebagai sebuah identitas elektronik, ponsel tidak hanya memiliki satu identitas seperti yang selama ini anda kenal yaitu nomor kartu yang anda pakai, baik itu nomor untuk sistem GSM (Global System for Mobile Communication) maupun CDMA (Code Division Multiple Access).

Nomor-nomor tersebut memiliki format standar seperti yang ditetapkan oleh lembaga resmi dalam bidang telekomunikasi di dunia, seperti ETSI (European Telecommunication Standard Institute) maupun ITU (International Telecommunication Union).

Lalu, apa saja yang bisa menjadi identitas ponsel? Secara umum nomor identitas ponsel terpilah menjadi tiga jenis, yaitu IMEI (International Mobile Equipment Identity), IMSI (International Mobile Subscriber Identity), dan MSISDN (Mobile Subscriber ISDN).

Menyebutkan nomor panggil ketika menjawab pertanyaan berapa nomor ponsel, itu tidak salah. Jawaban itu tak lain merujuk pada nomor identitas MSISDN. Lalu apa makna dua nomor yang lain? Simak usalan berikut ini.

IMEI
Pembaca mungkin sering mendengar cerita seorang pengguna ponsel melaporkan kehilangan ponsel ke operator untuk memblokir nomor kartu serta melacak keberadaan ponsel itu.

Nah, yang dilakukan operator untuk melacak ponsel hilang itu adalah dengan memindai keberdaan ponsel itu berdasarkan sinyal yang dikirimkan nomor IMEI, dengan catatan kartu SIM-nya belum diganti atau setidaknya menggunakan kartu SIM baru dari operator yang sama.

IMEI (International Mobile Equipment Identity) adalah identitas yang unik dari hardware ponsel anda. IMEI ini berbeda untuk setiap ponsel yang dikeluarkan oleh berbagai vendor, sekalipun vendor yang mengeluarkan maupun serinya sama persis.

Format IMEI yang dikenal terdiri dari 15-digit. Biasanya nomor IMEI ini tercantum di bagian dalam ponsel yang ditutup oleh baterei ponsel.

Sebuah nomor IMEI terdiri dari empat bagian. Masing-masing bagian ini seringkali dituliskan dengan dipisahkan oleh tanda ‘/’. Contohnya adalah 350998/40/516802/3. Seringkali pula nomor tersebut dipisahkan dengan tanda lainnya misalnya spasi. Bagaimana format internasional untuk penomoran IMEI?

Contoh:
350998 /40 / 516802 / 3

TAC atau Type Approval Code merupakan kode yang digunakan untuk mengidentifikasikan negara di mana handset disetujui untuk dipasarkan serta nomor persetujuannya. TAC ini terdiri dari enam digit, dengan dua digit pertama merepresentasikan kode negara yang disetujui tersebut, dan empat digit berikutnya adalah nomor persetujuannya.

Angka 35 menunjukkan bahwa produk ponsel yang bersangkutan diproduksi untuk pasar Indonesia.

FAC atau Final Assembly Code merupakan identitas untuk menunjukkan tempat di mana handset tersebut dirakit apakah misalnya Nokia, Alcatel, Motorola, dan sebagainya.

SNR atau Serial Number merupakan nomor identitas yang unik dari handset yang dimaksud. Formatnya terdiri atas enam digit.

SP atau Spare biasanya menggunakan digit 0 untuk nomor cadangan.

IMEI ini secara otomatis akan dikirimkan oleh handset setiap kali jaringan memintanya. Sebuah operator jaringan dapat meminta nomor IMEI untuk menentukan apakah handset sedang rusak, maupun ketika menindaklanjuti pengaduan terhadap pencurian ponsel.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya anda mencatat nomor IMEI ponsel anda. Sehingga ketika suatu saat anda kehilangan ponsel, maka anda bisa melaporkannya ke operator. Dengan demikian, operator anda bisa melacak di mana ponsel yang hilang itu sedang on alias digunakan.

IMSI
IMSI (International Mobile Subscriber Identity) adalah identitas unik yang tak biasa di-dial atau dipanggil, yang dialokasikan di dalam masing-masing pelanggan seluler. Nomor ini memberikan identitas tentang pelanggan beserta

informasi yang terkait dengannya di dalam sebuah jaringan. IMSI tersebut tersimpan di dalam Subscriber Identity Module atau sering dikenal dengan istilah kartu SIM. IMSI ini akan dikirimkan melalui Mobile Station Equipment atau MSE. Format IMSI standar terdiri atas tiga bagian yaitu :

Mobile country code (MCC) terdiri atas tiga digit
Mobile Network Code (MNC) terdiri atas dua atau tiga digit
Mobile Subscriber Identity Number (MSIN) terdiri hingga 10 digit.

Penggunaan format di atas tergantung dari aturan negara yang bersangkutan, apakah menggunakan dua atau tiga digit MNC.

MCC MNC MSIN
MCC MNC MSIN

Contoh Format IMSI
Contoh nomor IMSI adalah:

359 888 1234567890

Di mana :
359 adalah kode untuk negara Bulgaria
888 adalah kode untuk operator Mobitel
1234567890 adalah ID dari pengguna

Nomor IMSI tersebut diperlukan agar beberapa public land mobile network (PLMN)-yaitu jaringan telekomunikasi yang digunakan dalam sistem seluler-dapat mengidentifikasi adanya roaming dari sebuah mobile handset, terminal maupun user. Tujuan agar dapat menghubungi home network dari pelanggan yang bersangkutan untuk keperluan informasi langganan maupun tagihan.

Nomor IMSI ini digunakan oleh semua operator seluler di dunia untuk mengidentifikasi berbagai handset yang sedang bergabung dalam jaringan tersebut. Jadi IMSI digunakan sebagai nomor validitas seorang pengguna yang diakui di seluruh dunia.

Namun, nomor IMSI ini bukanlah nomor publik yang anda kenal selama ini, akan tetapi sebenarnya nomor inilah yang merupakan alamat user yang sesungguhnya.

Mobile Subscriber ISDN

(MSISDN)
Berbeda dengan IMSI, MSISDN merupakan nomor yang dapat di-dial yang digunakan oleh pemanggil untuk menjangkau pengguna seluler lainnya. Untuk mempermudah anda memahaminya, MSISDN ini adalah nomor ponsel yang selama ini anda kenal.
Format penomorannya mengikuti format penomoran internasional ISDN berdasarkan rekomendasi ITU-T E.164. Bagaimana dengan format penomorannya ?

CC NDC SN Kode CC menandakan Contry Code atau kode negara yang terdiri maksimal 3 digit, NDC atau National Destination Code merupakan kode tujuan yang dikenal secara nasional yang terdiri atas 3 digit, serta SN atau Subscriber Number adalah nomor unik dari masing-masing pengguna yang terdiri hingga 10 digit. Jadi nomor yang di-dial selama ini adalah nomor MSISDN ini. Inilah nomor publik yang dikenal oleh pengguna lain.

Mengenal satu persatu nomor itu memang rumit, tetapi tidak ada salahnya anda memahami identitas nomor ponsel. Terutama nomor IMEI untuk berjaga-jaga jika suatu saat ponsel anda hilang atau berganti tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s