Hari baik dan hari buruk

Good Time Bad Time

Waktu

Salah satu dampak negative kehidupan modern bagi manusia adalah tumpulnya intuisi yang ditandai dengan kurangnya kemampuan kita dalan “membaca” perubahan alam. Sebagian besar waktu yang habis dalam perjalanan menuju/pulang dari tempat kerja dan minimum 8 jam kerja makin membuat interkoneksi kita dengan alam nyaris tak terjalin lagi.

Pemilihan hari misalnya, karena tidak dekat dengan alam, bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang absurd. Menurut kacamata mereka semua hari adalah sama, semua hari baik. Berbeda dengan mereka, orang yang masih terkoneksi dengan alam, tukang es cendol yang berpengalaman misalnya akan sangat capable membaca tanda-tanda hari baik dan hari buruk.

Sengaja atau tidak, pindah rumah pada hari yang tidak tepat akan menimbulkan banyak rintangan. Hari yang baik akan menentukan outcome dari semua aktiftas kita. Phenomena ini dapat kita amati. Sebuah tempat dengan Fengshui yang bagus namun pemilik rumah mengalami persoalan-persoalan yang kurang menguntungkan.

Orang dengan karateriktik yang sama tinggal di rumah dengan struktur eksternal yang sama belum tentu menikmati kehidupan yang sama. Dari segi teori Fengshui Xuan Kong (lebih dikenal dengan Flying Star) yang lebih menitik beratkan pada susunan bintang air dan gunung, jika lingkungan eksternal mendukung kedua bintang tersebut, secara sederhana dapat dikatakan rumah-rumah tersebut akan menikmati Fengshui yang bagus.

Jika rumah tersebut ada di kawasan pemukiman maka seluruh baris rumah akan menikmati keberuntungan yang sama. Oleh karenanya jika salah satu pemilik rumah tersebut menjadi konglomerat, ceteris paribus semua pemilik rumah pasti memiliki keberuntungan yang sama.

Pada level teori, demikianlah yang akan terjadi. Namun realitas berbicara lain. Ada factor good time dan bad time karena para pemilik rumah masuk (move in) pada waktu yang berbeda. Inilah yang menentukan apakah Fengshui rumah seseorang itu akan aktif, positive 90% atau negative 90%.

Secara filosopis hal ini dapat diterangkan dengan meminjam konsep trinitas. Konsep ini secara sederhana melihat bahwa keberuntungan adalah hasil gabungan tiga factor : Tuhan, Manusia dan Bumi (untuk lengkapnya akan kami tulis dalam artikel lain).

Secara konseptual, ketika sebuah rumah selesai dibangun, pola energi yang ada hanya ada dua yaitu yang berasal dari Tuhan dan Bumi. Hanya ketika manusia berada didalam bangunan tersebut ketiga factor tadi akan bersintesa memberi pengaruh kepada orang tersebut. Dan good time bad time ketika move in akan menentukan hasil akhir dari efek gabungan proses kimia ketiga factor tersebut.

Dari sisi ilmiah hal ini dapat diterangkan. Chi adalah energi yang bervibrasi (bergetar atau bergelombang). Seorang ahli fisika quantum mengatakan bahwa setiap kali kita menggunakan oven toaster maka vibrasi energi di lingkungan sekitar kita akan mengalami perubahan.

Kalau toaster saja dapat mempengaruhi vibrasi lingkungan, bagaimana dengan percobaan nuklir, peluncuran satelit, ledakan bom? Tentu akan membuat bumi bervibrasi dengan tingkat dinamika yang sulit kita bayangkan. Phenomena bumi mengalami dynamic vibration bukan terbatas pada wacana teori.

Orang yang tinggal dekat dengan kutub utara, misalnya di Alaska dan Norwegia, melihat hal ini sebagai phenomena alam yang mereka sebut dengan “Northern Light” yaitu phenomena badai magnet bumi yang terlihat seperti cahaya (aurora) yang menari-nari sebagai efek medan magnet bumi yang mengalami gangguan. Badai ini di perkirakan sebagai bentuk adjustment atau self balancing dari bumi.

Hari baik berbicara tentang vibrasi energi yang baik. Jika kita memilih hari baik, yang kita pilih adalah hari ketika bumi bervibrasi secara positif atau dengan kata lain pada saat terjadi keseimbangan. Dengan kualitas vibrasi ini kita berharap akan menularkan pola energi bangunan dengan pola vibrasi mirip seperti Mother Land.

Harapan utamanya adalah supaya kita yang tinggal di dalamnya juga bervibrasi sesuai dengan kodrat kita secara optimal. Jika seharusya kita dapat sukses dengan posisi A, maka vibrasi rumah memungkinkan energi kita cukup untuk meraih A.

Disamping itu, prinsip ketidakpastian mengingatkan kita bahwa setiap diagram energi belum tentu memberi kualitas yang sama. Sebagai ilustrasi, sebuah batu yang terjatuh ke air akan membentuk gelombang yang berbeda dengan batu yang sengaja dijatuhkan, ceteris paribus semua hal sama.

Begitu juga jika hari baik kita andaikan dengan batu yang jatuh, maka ketika kita move in ke rumah, kita melakukan pilihan gelombang yang sesuai dengan harapan kita. Sebuah batu yang tidak sengaja jatuh bukan saja membuat gelombang yang tidak diharapkan, bisa jadi membuat kita terciprat oleh airnya. Analogi yang sama,

jika kita tidak memilih hari, bukan A yang akan kita peroleh melainkan percikan energi negative. Dalam kehidupan, percikan energi negative ini bisa bermacam-macam seperti pengkhianatan rekan bisnis, perselingkuhan, kecelakaan, pembunuhan, dll.

Jika Anda dapat memilih hari agar terhindar dari hal-hal buruk, apa salahnya dengan memilih hari? Have a good time, have a better life!

Kontribusi dari Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s