Menghadapi Rekan yang Suka Memanfaatkan

Punya banyak teman di kantor memang merupakan satu hal yang sangat menyenangkan. Karena Anda tidak akan akan kesepian di tengah sibuk dan penatnya bekerja. Saat istirahat Anda bisa makan siang bareng, bercanda dan bersosialisasi bersama mereka. Pulang kantor, Anda pun bisa janjian pulang bareng.

Kayanya nggak ada ruginya deh punya teman banyak. Tapi tentu saja sepanjang teman-teman Anda itu memiliki kualitas pertemanan yang baik dan tulus. Nah, masalahnya memang tidak semua teman punya niat tulus berteman dengan Anda. Kadang, ada satu atau dua orang yang punya maksud tersembunyi dengan Anda, atau dengan kata lain ‘memanfaatkan Anda’.

Sebenernya wajar aja sih jika kita mengambil manfaat dari hubungan pertemanan tapi tentu saja harus pake acara ‘take and give’. Kalau hanya ‘take’ tanpa pernah ‘give’ ya namanya pengin enak sendiri. Sifat kaya gini jelas merugikan orang lain. Sebaliknya kalau ‘give’ terus tanpa pernah take ya juga nggak asyik dong, lama-lama Anda merugi. So, kesimpulannya, harus balance, seimbang.

Nah, kalau selama ini Anda keseringan ‘give’ pada seorang teman, Anda harus mulai waspada, mungkin aja tanpa Anda sadari dia sedang memanfaatkan Anda. Bentuknya bisa bermacam-macam dari yang urusannya materi sampai bantuan.

Misalnya dia sering meminjam uang Anda tapi lupa ngembaliin. Lain kali dia pinjam pulsa handphone sampai pulsa Anda nyaris habis. Atau kalo pas makan siang bareng, dia sering lupa bawa uang hingga akhirnya Anda yang bayar.

Selanjutnya dia minta tolong ketikkan pekerjaannya sementara Anda juga masih sibuk. Kalau keseringan, hati-hati, bisa dipastikan dia sedang memanfaatkan kebaikan Anda untuk keuntungannya sendiri.

Untuk mengetes, apakah dia memanfaatkan Anda atau tidak, suatu waktu cobalah Anda yang meminta tolong sesuatu padanya. Apakah dia menolak atau bersedia membantu. Jika dia selalu menolak padahal dia sebenarnya bisa, berarti dia memang memanfaatkan Anda.

Lalu apa yang harus Anda lakukan dalam menghadapi teman yang suka memanfaatkan? Jika Anda sadar bahwa Anda dimanfaatkan, inilah saatnya bertindak. Coba simak triknya:

– Jika dia mulai minta tolong ini itu, jangan langsung menyetujui. Jika cuma merugikan Anda, tolaklah dengan halus. Kemudian utarakan kekhawatiran dan pendapat Anda.

– Jika ada tekanan dan tuntutan dari dia, Anda harus bersikap lebih tegas. Katakan yang sebenarnya dalam bahasa Anda sendiri, dengan mengatakan perasaan Anda yang sebenarnya. Anda bisa mengatakan sudah cukup membantunya terus menerus. Jangan lupa katakan bahwa Anda pun sebetulnya tulus dalam memberi bantuan, tapi dengan tidak ada unsur pemanfaatan sepihak.

– Rangkullah dia, jangan lantas menjauhinya. Berikan pengertian bahwa Anda tetap ingin berteman dengannya dengan catatan harus take and give dan tulus. Katakan bahwa kebiasaan itu harus segera dihentikan sebelum menjadi ‘borok’ di dalam dirinya.

Terakhir, intropeksilah diri Anda! Mengapa Anda dimanfaatkan? Mungkin aja selama ini Anda adalah orang yang lemah yang tidak bisa menolak permintaan orang lain. So, mulai sekarang belajarlah untuk melihat permasalahan secara proporsional.

Anda sangat dianjurkan membantu orang lain sejauh itu tidak merugikan Anda dan tidak ada tekanan dari pihak manapun. Sehingga berteman oke, pekerjaan pun lancar!

sumber: astaga.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s