Sakit Punggung, Hati-hati Skoliosis

Vera Farah Bararah

Sakit punggung dirasakan hampir oleh kebanyakan orang. Berhati-hatilah, jangan-jangan itu bukan sakit punggung biasa karena kelelahan. Coba periksa tulang belakang Anda, apakah bentuknya masih lurus atau melengkung yang menjadi penyebab skoliosis.

Dilansir dari iscoliosis.com, Selasa (28/7/2009) skoliosis adalah kelainan bentuk tulang yang ditandai dengan melengkungnya tulang belakang ke arah samping (lateral curvature of the spine).

Jika dilihat dari samping, orang normal memiliki bentuk tulang belakang seperti huruf S, dan dari belakang berbentuk garis lurus dari leher sampai tulang ekor. Namun pada skoliosis akan tampak satu atau lebih lengkungan ke samping yang tidak wajar pada punggung.

Skoliosis membutuhkan perawatan yang serius, karena jika terlambat diterapi maka tulang belakangnya akan memburuk, yang bisa menyebabkan bahaya pada tulang belakang, dada, panggul, jantung, dan paru-paru.

Sangat penting melakukan pemeriksaan skoliosis dini pada remaja usia 10-16 tahun, karena jika dideteksi secara dini, pengobatan yang dilakukan hanya melalui terapi tanpa operasi.

Penyebab skoliosis belum diketahui secara pasti. Tapi, ada tiga hal yang menyebabkannya, yaitu idiophatic (tidak diketahui penyebabnya), congenital (akibat bawaan) yang disebabkan perkembangan tulang belakang yang tumbuh
abnormal, dan yang terakhir non-struktural (adanya masalah dengan bagian tubuh lain) misalnya kaki yang tidak sama panjang, kejang otot atau radang otot. Lebih dari 80% penyebab skoliosis adalah idiophatic.

Untuk idiophatic dibagi menjadi beberapa usia, bayi di bawah 3 tahun, usia 3-9 tahun, usia 10-18 tahun, dan diatas 18 tahun. Penderita idiophatic kebanyakan berusia 10-18 tahun yang disebut Adolescent Idiopathic Scoliosis (AIS).

Skoliosis bisa menyerang setiap saat selama masa kanak-kanak dan remaja. Hal ini lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, meskipun belum diketahui kenapa, dan paling sering terjadi pada masa awal remaja.

Skoliosis biasanya dideteksi pada kemiringan 10 derajat atau lebih. Meski demikian jika kelengkungan mencapai 25-30 derajat perlu diwaspadai. Karena jika di bawah 20 derajat kemungkinan menyebabkan masalah kesehatan masih sangat kecil, sehingga bisa disembuhkan dengan terapi, agar tidak semakin parah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s