Aneka Macam Diet Penyakit

Diet Rendah Garam
Beberapa kondisi tubuh membutuhkan makanan dengan kandungan garam yang sedikit, diantaranya adalah penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) atau penderita penyakit ginjal. Yang dimaksud dengan mengurangi garam disini bukanlah semua jenis garam namun pembatasan jumlah garam NaCl dalam makanan.

Sumber natrium/sodium yang utama adalah natrium klorida (garam dapur), penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG), dan sodium karbonat. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh

Tujuan :
1. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi
2. Membantu menghilangkan penimbunan garam / air dalam jaringan tubuh

Syarat-syarat Diet :
1. Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan penyakit yang diderita
2. Cukup kalori, protein dan mineral
3. Jumlah garam natrium disesuaikan dengan yang dibutuhkan

Cara mengurangi jumlah garam di makanan :

  1. Hindari meletakkan garam di atas meja
  2. Tambahkan rasa di makanan dengan bumbu atau rempah lainnya seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, salam, gula, atau cuka
  3. Pilih sayuran segar. Makanan yang terdapat di kaleng banyak mengandung garam. Jika harus mengkonsumsi sayuran kaleng maka cuci bersih sayuran dengan air sebelum dikonsumsi untuk mengurangi garam
  4. Pilih buah segar karena umumnya rendah natrium namun kaya kalium
  5. Pilih kacang, biskuit, popcorn yang tidak mengandung garam
  6. Hindari saus tomat, terasi, petis, MSG, tauco

Diet Rendah Kolesterol
Diet rendah kolesterol umum dilakukan pada mereka dengan kolesterol tinggi atau penderita penyakit jantung. Kolesterol tinggi itu pun dapat mengarah ke penyumbatan pembuluh darah yang dapat sebabkan serangan jantung.

Kombinasi diet lemak dan diet kolesterol tampaknya juga cukup efektif untuk menurunkan berat badan. Diet rendah kolesterol bukan berarti sama sekali menghilangkan kolesterol dalam asupan makanan sehari-hari, karena kolesterol juga masih dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan senyawa-senyawa yang memiliki inti sterol seperti vitamin D, hormon-hormon anabolik, dan empedu. Sebaliknya, penurunan kolesterol justru terjadi pada pelaku diet moderat, namun kaya serat.

Tujuan :
1. Menurunkan berat badan pada kasus obesitas
2. Menurunkan kadar kolesterol darah

Syarat-syarat Diet :
1. Rendah kolesterol
2. Rendah kalori
3. Hindari konsumsi lemak jenuh
4. Makan dalam porsi sedikit namun sering

Bahan makanan yang mengandung lemak jenuh :

  1. Lemak hewani : daging sapi, kambing, babi, susu full cream atau susu murni, jerohan, mentega, keju
  2. Lemak nabati : minyak kacang, minyak kelapa sawit, minyak cokelat

Bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh ganda yaitu minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang tanah, minyak biji kapas, minyak kacang kedelai, minyak jagung, minyak bunga matahari.

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  1. Memilih makanan yang tinggi karbohidrat atau banyak tepung dan serat seperti roti, beras, gandum
  2. Gunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh
  3. Konsumsi ayam tanpa kulit, ikan, putih telur sebagai pengganti daging, jerohan (otak, babat) dan kuning telur. (daging maksimal 3x/minggu, telur maksimal 3 butir/minggu)
  4. Kurangi makanan yang banyak mengandung gula seperti es krim, cokelat, soft drink, gula-gula
  5. Perbanyak makan sayur dan buah
  6. Kurangi memasak dengan cara menggoreng. Perbanyak makanan rebus, kukus, memanggang, menumis dengan minyak lemak tak jenih, dan membakar

Diet Asam Urat
Asam urat merupakan jenis rematik sendi terbanyak yang menyerang penduduk Indonesia. Hal tersebut karena masyarakat saat ini terutama di perkotaan banyak yang telah mengalami perubahan pola hidup termasuk diantaranya pola makan. Banyak penyakit yang diderita karena perubahan pola hidup. Asam urat adalah contohnya.

Tujuan :
1. Menurunkan kadar asam urat dalam darah
2. Memperlancar pengeluaran asam urat

Syarat-syarat Diet :

  1. Diet rendah purin yaitu mengurangi makanan yang kaya purin yaitu sarden, kangkung, jerohan, bayam. Kadar normal makanan sehari-hari 600 – 1000 mg, diet rendah purin berkisar 120 – 150 mg
  2. Konsumsi kalori, protein, mineral, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan
  3. Konsumsi tinggi karbohidrat karena dapat membantu pengeluaran asam urat melalui air seni. Karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi > 100 g/hari diantaranya adalah singkong, roti, dan ubi
  4. Diet rendah lemak dan protein karena lemak cenderung menghambat pengeluaran asam urat sedangkan protein dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Asupan protein yang dianjurkan sebanyak 50-70 g/hari
  5. Konsumsi banyak cairan berkisar 2-3 liter/hari guna membantu pengeluaran kelebihan asam urat dan mencegah pengendapan asam urat dalam ginjal
  6. Hindari alkohol karena alkohol dapat menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh

http://www.klikdokter.org/article/detail/182

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s