Berbagai Cairan yang Dibutuhkan Mobil

Seperti juga tubuh manusia, mobil pun membutuhkan berbagai jenis cairan untuk dapat bekerja baik. Bahan bakar dan oli mesin adalah dua jenis cairan terpenting dan sebagian besar dari kita sudah mengetahuinya.

Di samping bahan bakar dan oli mesin, masih ada enam jenis cairan lain yang dibutuhkan mobil, yakni air radiator, oli transmisi, minyak rem, oli power steering, air pembersih kaca, dan air aki. Masih banyak pengguna mobil belum memahami fungsi dan spesifikasi cairan-cairan ini. Padahal, tanpa pengecekan dan perawatan rutin terhadap berbagai cairan tersebut, mobil bisa tak berfungsi dengan baik dan berusia lebih pendek.

Bagaimana membedakan rupa dan fungsi cairan-cairan tersebut, termasuk cara-cara perawatannya, akan diuraikan satu per satu berdasarkan urutan prioritas pentingnya cairan bagi mobil. Ini adalah bagian pertama dari dua tulisan.

Air radiator
Mesin-mesin mobil modern memakai sistem pendingin air. Artinya, ada air yang disirkulasikan di sekitar mesin untuk menyerap panas sehingga suhu kerja mesin tidak terlalu tinggi. Panas yang diserap air ini kemudian dibuang ke udara bebas melalui radiator yang dipasang pada bagian depan mobil.

Apabila jumlah air kurang dan atau sirkulasinya terganggu, pendinginan mesin juga tak sempurna. Suhu mesin menjadi tak terkendali, bahkan bisa terjadi kondisi terlalu panas atau overheat. Dalam kondisi overheat, logam-logam di mesin bisa melengkung karena tidak kuat menahan panas dan seluruh mesin bisa jebol.

Dikwan Irawan, mekanik profesional dari Bandung, mengingatkan konsumen agar rutin memeriksa volume air radiator melalui tabung cadangan yang terletak di ruang mesin. Tabung tersebut biasanya terbuat dari plastik berwarna putih dan terhubung melalui selang dengan tangki radiator yang terletak di depan mesin.

“Ada tanda MAX (maksimum) dan MIN (minimum) di tabung itu, dan jumlah air harus selalu berada di antara dua tanda tersebut. Di bawah garis MIN berarti air radiator kurang, di atas MAX berarti terlalu banyak dan bisa mengganggu sirkulasi air,” tuturnya.

Meski pada prinsipnya sembarang air bisa digunakan sebagai air radiator, Dikwan menyarankan agar radiator diisi dengan air murni (aquadestilata) hasil penyulingan saja. Penggunaan air selain air murni dikhawatirkan akan mempercepat proses pengaratan saluran pendingin dan komponen pompa air (water pump) mesin.

“Hindari menggunakan air tanah karena mengandung mineral yang mempercepat karat. Untuk mendapatkan air suling, bisa menggunakan air aki tutup biru yang isinya air murni dan ada tulisannya, ‘Aman Dipakai untuk Radiator’,” papar pemilik bengkel Ditech Injection ini.

Tjahja Tandjung dari Pusat Oli Toda juga mengingatkan agar air radiator dikuras dan diganti setiap 25.000 kilometer (km) atau sekitar setahun sekali. Penggantian air radiator perlu dilakukan untuk mencegah penyumbatan saluran sirkulasi air dan kisi-kisi radiator dari kotoran yang dibawa air.

Oli transmisi
Jenis oli ini melumasi bagian transmisi yang berfungsi menyalurkan daya gerak mesin ke roda. Berdasarkan fungsi dan spesifikasinya, oli transmisi dibedakan menjadi dua, yakni oli untuk transmisi manual dan transmisi otomatis.

Untuk mobil transmisi manual, oli ini hanya berfungsi melumasi roda-roda gigi yang terdapat dalam sistem transmisi. Pada mobil berpenggerak roda depan, oli ini menyatu dalam kotak persneling (gearbox) sehingga sering disebut oli persneling. Sementara pada mobil penggerak roda belakang, selain di kotak persneling, oli ini juga diisikan di gardan yang terletak di poros roda belakang.

Dikwan mengatakan, meski berbahan dasar sama dengan oli mesin, oli transmisi memiliki spesifikasi dan zat aditif yang berbeda. “Oli transmisi manual lebih kental dan lebih tahan panas karena dia harus meredam panas yang ditimbulkan dari gesekan antara roda-roda gigi di gearbox dan gardan,” ujarnya.

Oli persneling dan oli gardan memiliki spesifikasi kekentalan pada kisaran angka SAE 90, SAE 80W-90, atau SAE 85W-90. Kini banyak orang coba-coba mengisi kotak persneling atau gardan dengan oli mesin yang lebih encer, dengan alas an pindah gigi menjadi lebih enteng dan akselerasi mobil lebih bagus.

“Hal itu memang betul, tetapi hati-hati memakai oli mesin di gearbox atau gardan karena oli mesin memiliki daya tahan terhadap panas yang berbeda dibandingkan dengan oli khusus transmisi. Jadi, penggunaan oli mesin untuk transmisi tidak dianjurkan,” tandas Dikwan.

Sementara untuk mobil transmisi otomatis, selain berfungsi sebagai pelumas, oli juga berperan sebagai penerus daya mesin atau pengganti kopling pada transmisi manual. Spesifikasi oli transmisi otomatis berbeda dengan oli transmisi manual.

Menurut Dikwan, oli transmisi otomatis atau biasanya disingkat ATF (automatic transmission fluid), pada dasarnya sama dengan oli mesin dengan kekentalan SAE 10 (makin kecil angka SAE, makin encer oli). Tetapi, ATF memiliki aditif yang berbeda dengan oli mesin sehingga tidak bisa saling menggantikan.

Spesifikasi ATF yang digunakan pada mobil-mobil modern adalah Dexron II atau Dexron III. Selain untuk transmisi otomatis, ATF juga bisa digunakan sebagai oli power steering.

Dikwan mengingatkan, kini sudah ada mobil-mobil yang transmisi otomatis menggunakan sistem CVT (continuously variable transmission). Mobil bertransmisi CVT memiliki oli transmisi yang berbeda dibandingkan dengan ATF biasa. “Untuk spesifikasi tepatnya, harus dibaca di buku manual supaya tidak salah,” paparnya.

Selalu periksa isi dan kondisi ATF dengan menggunakan batang ukur (dipstick) transmisi otomatis yang terletak di ruang mesin. Sementara untuk oli transmisi manual harus dicek oleh mekanik di bengkel. Paling aman, selalu kuras dan ganti oli transmisi manual maupun otomatis setiap 10.000-20.000 km.

 

DAHONO FITRIANTO

2 responses to “Berbagai Cairan yang Dibutuhkan Mobil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s