The parrot/ bilingual

(joke)

David received a parrot for his birthday. The parrot was fully-grown with a bad attitude and worse vocabulary. Every other word was an expletive. Those that weren’t expletives were, to say the least, very rude.

David tried hard to change the bird’s attitude and was constantly saying polite words, playing soft music, anything he could think of to try and set a good example. Nothing worked. He yelled at the bird and the bird yelled back. He shook the bird and the bird just got more angry and became even more rude.

Finally, in a moment of desperation, david put the parrot in the freezer. For a few moments he heard the bird suawk and kick and scream. Then suddenly, there was quiet – not a sound for half a minute. David was frightened that he might have hurt the bird and quickly opened the freezer door.

The parrot calmly stepped out onto david’s extended arm and said: “I believe I may have offended you with my rude languange and actions. I will endeavor at once to correct my behaviour. I really am truly sorry and beg your forgiveness”

David was astonished at the bird’s change in attitude and was about to ask what had made such a dramatic change when the parrot continued : “may I ask what the chicken did?”

David menerima seekor burung beo pada hari ulang tahunnya, burung itu sudah dewasa dan memiliki tingkah laku yang buruk dan perbendaharaan kata/kata2 yang jelek. Setiap kata yang ia ucapkan benar2 jorok. Yang tidak jorok boleh dibilang masih saja kasar.

David berusaha keras untuk mengubah tingkah laku burung tersebut dengan terus menerus mengucapkan kata2 yang sopan, memainkan musik2 yang lembut, dan segala hal yang terpikirkan olehnya dan juga memberikan contoh yang baik. Tidak ada yang berhasil. Dia berteriak kepada burung tersebut dan burung tersebut berteriak balik. Dia mengguncang2 burung tersebut dan sang burung bertambah marah dan bertambah kasar.

Akhirnya, karena putus asa, david kemudian memasukkan burung tersebut ke dalam lemari pendingin. Untuk beberapa saat dia mendengar dia mendengar burung tersebut memekik2, menendang dan berteriak. Kemudian tiba2, sunyi – tak ada suara yang terdengar selama setengah menit.

David khawatir kalau2 dia telah menyakiti burung tersebut dan secepatnya membuka pintu lemari pendingin. Sang beo dengan tenang melompat ke dalam rengkuhan tangan david dan berkata: “Saya rasa saya telah menyinggung kamu dengan perkataan dan tingkah laku saya yang kasar. Saya akan merubah kebiasaan saya itu. Saya benar2 menyesal dan memohon pengampunanmu.”

David takjub dengan perubahan tingkah laku sang burung dan bermaksud untuk menanyakan apa yang menyebabkan perubahan yang sangat dramatis tersebut ketika sang beo melanjutkan : “Bolehkah saya bertanya apa yang telah dilakukan oleh sang ayam di dalam sana?”
_____________________________________________________________

Indo community

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s