Makanan Fungsional dan makanan aman

Apa yang kita konsumsi atau masukkan ke tubuh, akan tercermin pada apa yang dikeluarkan oleh tubuh kita, misalnya daya pikir, energi,ketahanan tubuh, dsb. Kandungan serat tinggi dapat menjauhkan dari resiko penyakit kanker usus besar, kandungan kalsium tinggi dapat mencegah resiko terjadinya penyakit keropos tulang (osteoporosis).

Kemudian timbul pertanyaan, Cukup amankah makanan yang kita konsumsi?
“Back to nature” atau “kembali ke alam” merupakan jawaban umum.

Petani digalakkan untuk menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang dari pada menggunakan pupuk urea atau sejenisnya dan para Ibu dianjurkan untuk mencuci sayuran dengan air yang mengalir.

Kita dianjurkan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi makanan kalengan dan disarankan mengkonsumsi berbagai makanan yang diolah tanpa bahan pengawet, pewarna dan bahan tambahan lainnya. Himbauan untuk mengkonsumsi sayuran segar semakin gencar dilakukan. Pemakaian borax untuk mengenyalkan tahu bisa diganti dengan air abu jerami padi.

“Sebetulnya tidak diperlukan banyak biaya untuk menjadi lebih sehat,hanya sedikit mengurangi rasa”, kata seorang peneliti LIPI, Julia. Tetapi maukah orang mengorbankan selera makannya dengan mengkonsumsi makanan yang kurang enak di lidah?

Sepertinya tidak perlu mengorbankan selera makan jika telah ditemukan cara pengolahan bahan masakan ataupun teknologi bumbu instan dengan bahan alami, hanya tinggal pilih mau mengkonsumsi makanan aman (Safety Food) atau makanan fungsional (Functional Food)?

Safety Food yaitu pangan yang mengandung nutrisi dan “aman”, tidak akan mengurangi kesehatan tapi juga tidak menambah kesehatan. Sedangkan Functional Food atau Health Food adalah pangan yang dapat menambah kesehatan.

Yang termasuk dalam jenis pangan kedua ini adalah biskuit atau roti yang memiliki serat tambahan, tempe dengan kandungan isoflavon tinggi dan jamur yang juga berkhasiat sebagai obat. Isoflavon yang dikenal juga sebagai anti oksidan, terdapat pada tempe, Beta-caroten pada wortel, ubi jalar merah dan tomat.

Sel-sel tubuh yang terkikis oleh oksigen menjadi rusak dan keadaan ini bisa ditangkal oleh anti oksidan tersebut. Oleh karena itu, isoflavon atau anti oksidan seringkali disebut juga sebagai “Regenerating Food”.

Semoga Bermanfaat.

Regards,
Johan

Leave a Comment