Archive for June 25, 2009

Usaha Dan Cinta

(thoughtful) Oleh: Gede Prama

Di salah satu kesempatan diundang sebagai pembicara dalam acara Aqua Leadership Forum, Ibu Tirto Utomo (istri pendiri Aqua Golden Missisipi) sempat tersentuh dengan salah satu langkah yang saya rekomendasikan agar berhasil: flood your self with love. Dengan ekspresi muka yang amat bersyukur, Ibu Utomo berucap pelan tentang almarhum suaminya: ‘he has been a very good husband to me.’

Orang boleh saja skeptis dengan hubungan antara usaha dan cinta, tetapi saya amat meyakini kalau usaha dan cinta adalah dua belahan mata uang keberhasilan. Usaha tanpa cinta, sering berakhir dengan petaka. Cinta tanpa usaha hanyalah mimpi di siang bolong.

Sebagai konsultan yang bergaul intensif dengan banyak pemilik perusahaan, saya sering menjadi saksi hidup dari kehidupan yang penuh usaha tetapi miskin cinta. Kekayaan materi yang menjadi warisan melimpah, tidak membuat hidup lebih mudah dan sejahtera. Sebaliknya, menjadi sumber petaka dan kehancuran keluarga.

Ada yang bermusuhan seumur hidup karena merasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian harta. Ada yang menghabiskan sebagian besar hidup untuk berperkara dipengadilan. Makanya, saya merasakan beda amat fundamental antara melayat dirumah orang kaya dengan melayat di rumah orang yang secara materi sederhana.

Di rumah orang kaya, begitu yang punya harta meninggal mulai terjadi kasak kusuk, yang tidak jarang berakhir dengan perkelahian. Di tempat orang sederhana,tidak ada kegiatan lain yang lebih dominan selain berdoa menghantar arwah yang meninggal.

Sebaliknya, cinta tanpa usaha juga keropos. Seperti sepasang muda-mudi yang dimabok cinta, sepertinya hanya dengan modal cinta semuanya akan terselesaikan. Ternyata, sebagaimana dicatat oleh sejarah banyak manusia, ini juga berakhir sengsara. Cinta yang pada mulanya demikian indah, pada akhirnya demikian menyakitkan.

Ada memang orang yang tidak perduli cinta tetapi amat perduli usaha. Demikian juga sebaliknya. Akan tetapi James W. Lewis – direktur eksekutif Golden Key National Honor Society AS – pernah menulis: ‘Education and ambition will carry you out far in the pursuit of your goals, but if you combine your knowledge with altruistic action, your potential for success will be unbounded.’

Dengan kata lain, ambisi dan pendidikan memang bisa membawa kita ke wilayah sukses yang jauh. Namun, bila kita menemukan kombinasi tepat antara usaha dan cinta, potensi sukses kita tidak terbatas.

Dalam bingkai berfikir yang tidak terlalu berbeda, Raymond V. Gilmartin (orang nomer satu di Merck & Co) – dalam sebuah pidatonya di Union College – bertutur apik: ‘Treating others with dignity and respect is not only right, but it means you’ll end up surrounding yourself with the best and most talented people.’ Sekali lagi, ini juga sebuah bukti bahwa keseimbangan antara cinta dan usaha sering berakhir amat mengagumkan.

Belajar dari sinilah, maka menemukan titik keseimbangan antara cinta dan usaha menjadi amat krusial dalam hidup setiap orang. Seorang sahabat saya yang telah meninggal sambil tersenyum damai, berulang kali merayakan ulang tahunnya di panti asuhan dan memiliki sejumlah anak asuh.

Seorang top eksekutif sebuah perusahaan terkemuka, bahkan amat terobsesi dengan konsep mengelola penuh cinta. Begitu kebanyakan orang merasa dicintai secara penuh – demikian suatu hari ia bertutur yakin – jangan pernah takut dengan prestasi. Roda kinerja akan berputar dengan sendirinya.

Berkaitan dengan usaha, banyak sudah ulasan yang telah lahir. Namun berkaitan dengan sukses melalui cinta, masih teramat sedikit ulasan yang muncul. Untuk itulah, izinkan saya mengulas aspek cinta lebih banyak dibandingkan dengan usaha.

Berbekalkan sedikit kejujuran, kita sebenarnya tahu bahwa dengan menambahkan cinta ke orang lain, kita juga menabung cinta buat diri sendiri. Ada sejumlah pengalaman hidup yang unik dan kaya yang bersembunyi dalam hal ini.

Dalam bahasa Lewis: ‘To experience life through the eyes of another gives you understanding,which leads to knowledge and, ultimately, to wisdom.’ Jadi, wisdom sebagai kekayaan yang amat berharga, bersembunyi di balik ketekunan belajar untuk hidup dalam kaca mata orang lain.

Ibarat menarik perhatian lawan jenis, demikian tubuh dan jiwa ini tampil seksi,kebahagiaan dan keberhasilan itu tidak perlu dikejar, ia akan datang tanpa diundang. Untuk itulah, membuat tubuh dan jiwa ini menjadi seksi melalui gunungan cinta menjadi amat dan teramat menentukan.

Dan ini tidak selalu membutuhkan tindakan besar yang penuh pengorbanan. Ia juga bisa dilakukan melalui tabungan tindakan-tindakan kecil yang tidak dikenal. Semakin tidak dikenal sebuah tindakan, semakin tinggi nilai tabungan dan bunganya.

Tersenyum tulus pada orang lain, menyalami selamat lebaran/natal/tahun baru penuh kehangatan, membukakan pintu pada orang yang tidak dikenal, memberi jalan pada orang lain yang lebih membutuhkan, mencium anak/istri/suami sebelum tidur,menghargai tetangga, mendengarkan keluhan dan pendapat orang lain, hanyalah sebagian kecil saja contoh dari hal ini.

Seperti sebuah pepatah Nigeria: ‘hold a true friend with both hands.’ Bukankah enak sekali terdengar di telinga siapa saja, kalau setelah meninggal istri/suami/anak/teman/keluarga berucap jujur seperti cerita Ibu Tirto Utomo di awal tulisan ini: ‘He has been a very good husband to me.’
______________________________________________________________________________
A friend is someone we turn to when our spirits need a lift,
A friend is someone we treasure for our friendship is a gift.
A friend is someone who fills our lives with beauty, joy, and grace
And makes the whole world we live in a better and happier place.

Leave a Comment

Vitamin-Vitamin untuk Jiwa

(inspiration) Oleh: Gede Prama

Pertama kali mendengar buku dengan judul Chicken Soup for the Soul,tidak ada satupun kesan khusus yang membuat saya tertarik dengan buku ini. Namun, begitu menemukan ada banyak sekali penulis, pembicara dan konsultan kejiwaan yang mengutip buku ini, saya coba untuk membaca buku ini secara cepat di toko buku. Eh, malah tertarik dan keterusan sehingga membeli seluruh seri buku ini.

Ada banyak cerita dan pengalaman menarik, ditulis oleh banyak sekali manusia yang mau berbagi pengalaman kehidupan. Sungguh, disamping gaya bertuturnya yang tidak menggurui, buku ini banyak memberi vitamin terhadap jiwa saya.

Ada sebuah cerita yang mengendap terus di benak saya sampai sekarang. Seorang anak yang merasa memberi terlalu sedikit untuk sang Ibu selama hidup, suatu hari datang ke panti jompo tempat sang Ibu dititipkan untuk pertama kalinya. Menyadari bahwa salah satu kesenangan Ibu ini adalah memakan es krim, maka dibawa sertalah beberapa es krim.

Karena umur yang demikian tua, Ibu terakhir sudah tidak mengenali siapa-siapa. Kendati diajak bicara dengan suara keras sekalipun, ia tidak akan dengar. Sesampai di panti jompo, sang anak memperkenalkan dirinya bahwa ia adalah puteri bungsunya. Sebagaimana jawaban ke setiap orang yang datang, Ibu ini hanya bisa menjawab tersenyum.

Ketika es krim diletakkan ke tangan sang Ibu, langsung saja ia memakannya penuh kenikmatan. “Senang sekali rasanya melihat Ibu enak memakan es krim pemberianku”, demikian anak ini menulis. Beberapa menit setelah es krim ini habis, sang Ibu menoleh ke anaknya sambil berucap lirih: “Betapa nikmatnya hidup ini jika saya memiliki seorang puteri sebaik Anda”.

Dengan air mata yang tidak bisa ditahan, pemberi es krim tadi pergi ke toilet sambil menangis. Dan yang membuat cerita ini mengharukan, sesaat setelah kembali dari toilet sang Ibu sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Cerita riil ini, sangat menggugah jiwa saya.

Dengan penuh rasa syukur pada Tuhan, saya sangat beruntung membaca kisah ini tatkala Ibu kandung dan Ibu mertua masih hidup dan bisa mengenali anaknya. Sebagai manusia biasa, kedua Ibu yang amat berharga bagi saya ini, memang mempunyai banyak kekurangan. Salah satunya malah buta huruf seumur hidup.

Namun, setelah membaca cerita di atas, saya berjanji dengan diri sendiri untuk memberikan sebanyak mungkin yang saya punya, kepada dua orang Ibu ini. Saya tidak tahu, apakah jiwa Anda tergugah atau tidak dengan cerita diatas. Akan tetapi, sebagaimana tubuh fisik kita, yang membutuhkan sejumlah vitamin agar bisa hidup sehat, jiwa kita juga saya kira membutuhkan vitamin dalam wujud yang lain.

Buku harian saya sebagai konsultan manajemen SDM, mencatat beberapa hal yang mungkin bisa berguna bagi Anda.

Pertama, ada beberapa tempat dan kejadian dalam kehidupan yang bisa memberi vitamin pada jiwa. Tempat pertama adalah rumah sakit. Di rumah yang sebenarnya tidak sehat ini, sering saya bertemu dengan orang-orang dengan beban kehidupan yang amat berat. Setiap kali mau makan makanan enak, meminum minuman lezat, atau menghumbar banyak nafsu, memori saya tentang rumah sakit bisa menjadi rem yang amat pakem.

Tempat kedua yang sama pentingnya adalah kuburan. Setiap kali lewat di tempat peristirahatan terakhir ini, saya diingatkan bahwa setiap orang akan terbaring tanpa daya di situ. Ini juga rem kejiwaan yang amat pakem. Terutama karena diingatkan akan “tabungan akhirat” saya yang masih perlu ditambah.

Disamping tempat, ada dua kejadian yang bisa memberi vitamin lumayan pada jiwa yakni kematian dan kesulitan hidup. Kematian siapapun,sebagaimana kita rasakan, memberi refleksi ke yang masih hidup, bahwa manusia semuanya akan tamat riwayatnya. Stephen Covey pernah memberikan pertanyaan yang amat menggugah di sini: “Anda mau dikenang sebagai manusia macam apa?”

Sama mujarabnya dengan kematian, kesulitan-kesulitan hidup sebenarnya juga sejenis vitamin jiwa. Saya pernah mengalami jiwa yang amat tersiksa ketika tinggal numpang di rumah saudara. Perlakuan anaknya yang demikian kasar, membuat saya bertekad agar kejadian yang sama tidak terulang di rumah saya oleh siapapun kelak.

Kedua, ada sejumlah organ dalam tubuh kita yang sebaiknya dibuka agar vitamin jiwa bisa masuk. Ken Blanchard dalam jurnal Personal Excellence edisi Juli 1998 menulis: “A Person’s m nd is like a parachute: unless it is open, it doesn’t function.” (Benak manusia seperti parasut: hanya berfungsi jika terbuka).

Kepala, telinga, perhatian dan mata – sebagian dari unsur-unsur mind – adalah kumpulan organ yang sebaiknya dibuka buat orang dan ide lain. Manusia-manusia yang mind-nya tertutup, tidak saja egois, miskin teman dan mudah stres, namun mumngkin sekali memiliki jiwa yang kering.

Ketiga, seorang wanita yang amat berpengaruh dalam kehidupan saya,mengajarkan untuk banyak memaafkan dan memberi tanpa meminta imbalan. Harus saya akui, belum sempurna memang. Akan tetapi, ada banyak sekali species stres yang lenyap dari kehidupan saya begitu sesaat sebelum tidur memaafkan siapa saja yang pernah salah, dan belajar mengingat yang baik-baik saja dari setiap orang.

Saya memang masih jauh dari sempurna. Wika puteri saya bahkan sering mengritik saya. Tetapi, sebagaimana tubuh yang membutuhkan vitamin setiap hari, bukankah jiwa kita juga memerlukannya?
___________________________________________________
Be more concerned with your character than your reputation,
because your character is what you really are,
while your reputation is merely what others think you are
*********************************************************

Leave a Comment

Kumpulan humor 96

Orang Madura dan Goloknya

Ada orang Madura yang masih lugu datang ke Jakarta. Dia menenteng golok dan memakai baju hitam. Pada suatu hari dia pergi ke perkantoran kawasan Sudirman untuk mencari anaknya yang menjadi Manager.

Karena tempat kerjanya ada di lantai ke-10 dia memakai lift. Akan tetapi sebelum masuk lift dia melepas sandalnya yang terbuat dari karet ban bekas yang tebal. Kemudian setelah masuk ke lift dia memencet no.13. Setelah sampai ke lantai 13, dia kaget bukan kepalang karena sendalnya tidak ada dan akhirnya dia marah-marah, sampai mukanya merah dan akhirnya dia mengeluarkan goloknya yang besar itu.

  • Madura : “Bener-bener orang Jakarta nggak bisa dipercaya, baru sendal saja diambil !!!”
    Tak lama kemudian datanglah Satpam untuk mengamankan orang Madura itu sambil menanyakan,
  • Satpam : “Ada apa pak ? Kok sampai nenteng golok kayak gitu ?”
  • Madura : “Nih, sendal saya hilang dicuri sama orang Jakarta ! Laa,sebelum masuk lift sendal saya copot, eh setelah keluar dari lift kok sandal hilang !!! Benar-benar orang Jakarta nggak bisa dipercaya !!”
  • Satpam : “Begini saja pak… Bapak masuk lift lagi dan pencet tombol no. 1″
    (Sambil mendorong orang Madura masuk Lift)
  • Setelah itu orang Madura masuk lift, kemarahannya masih belum sirna.
    Dan Lift terbuka di Lantai 1, begitu pintu lift terbuka orang Madura kaget melihat sandalnya ada di depan pintu lift, sembari memasukkan golok ke sarungnya.
  • Madura : “Benar-benar orang Jakarta nyalinya kecil, baru dikeluarkan golok saja sandal sudah dikembalikan…!!!”

 

Indo community

Leave a Comment

Older Posts »