Archive for May 21, 2009

Kumpulan humor 65

Surga Orang Ibrani
Seorang lelaki tua sedang duduk di sebuah taman di kita Moskow. Ketika seorang agen KGB melintasinya ia sedang menekuni buku Tata Bahasa Ibrani.

  • Agen KGB meliriknya, lalu bertanya, ” Buku apa itu, Hurufnya aneh?”
  • Si lelaki tua itu menjelaskan bahwa itu adalah bahasa orang Israel.
  • Agen itu berkata, “Tapi seumur hidup anda ‘kan tidak mungkin ke Israel?”
  • “Memang,”si lelaki tua membenarkan,”tapi bagaimanapun di surga mereka bicara bahasa Ibrani.”
  • “Bagaimana anda tahu bahwa anda pasti masuk ke sorga?” tanya agen KGB itu. “barangkali anda masuk ke Neraka!”
  • “Hmmm,” gumam sang kakek. “Tidak apa saya kan sudah bisa bahasa Rusia.”

Dokter Gigi
Dengan tergopoh-gopoh dan diikuti oleh suaminya seorang wanita memasuki praktek dokter gigi.

  • “Anda bisa mencabut gigi dengan cepat,’kan?” Tidak usah hiraukan rasa sakit yang akan timbul. Tidak usah pakai aspirin atau suntik. Cabut saja langsung. Kami sudah hampir terlambat tiba di Airport.”
  • Sang Dokter menatap nyonya dalam- dalam “Nyonya sepanjang karier saya sebagai dokter gigi, belum pernah saya menjumpai orang seperti nyonya. Nyonya benar- benar wanita yang hebat. Sekarang, gigi mana yang hendak dicabut?”
  • Nyonya itu berpaling pada suaminya, lalu berkata, “Ayo, tunjukkan gigimu yang sakit pada Dokter!!!”

Lotere

  • Seorang baik dan saleh mengalami kesulitan keuangan.
  • Suatu malam ia berdoa agar Tuhan menolongnya yaitu dengan memenangkan lotere sebagai imbalan atas kebaikan dan kesalehannya selama ini.
  • Begitulah dia bangun pagi dengan perasaan yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan doanya.
  • Tapi setelah tak ada satupun yg terjadi sepanjang hari itu, dia kembali berdoa.
  • Tapi Tuhan tetap membisu.
  • Akhirnya orang itu berlutut berdoa lebih khusuk dan mengeluh, “Tuhan, tega benar kau tidak memberi kesempatan sedikitpun padaku.”
  • Tiba – tiba terdengan SUARA menggelegar , “TIDAK MEMBERI KESEMPATAN??? BELI DONG LOTERENYA.”

Sisa Waktu
Seorang perjaka tampan sedang bertamu di rumah seorang wanita yang sejak dulu tergila-gila padanya.

  • “Perlu saya jelaskan pada anda, 1 jam lagi suami saya pulang.”
  • “Tapi saya’kan tidak berbuat sesuatu yang salah ?” ujar si perjaka terheran –heran
  • “Ya, saya juga tahu itu,”sahut si wanita,” tapi saya rasa anda juga perlu tahu waktu yang masih tersedia, seandainya anda ingin melakukan sesuatu yang salah itu.”

Buat Aku Jadi Perempuan!
Seorang lelaki masuk ke dalam lift. Ia memencet tombol lantai 10. Di lantai 2, masuklah seorang perempuan seksi. Dengan sikap menggoda, cewek seksi tersebut menyandarkan tubuhnya didinding lift. Lelaki itu mulai panas dingin dan nggak tahu harus berbuat apa. Cewek itu kemudian melepaskan pakaiannya dan mencampakkannya di lantai. Selanjutnya bra-nya ia tanggalkan. Si lelaki gugup nggak karuan.

  • “Ayolah, buat aku merasa jadi seorang perempuan,” kata si cewek dengan suara mendesah.
  • Si lelaki kemudian membuka kemejanya dan mencampakkannya di lantai lift.
  • “Baiklah kalau itu maumu,” katanya. “Tolong seterika kemeja itu.”

______________________________________________________________
Life is a book in volumes three– The past, the present, and the yet-to-be.
The past is written and laid away, The present we’re writing every day,
And the last and best of volumes three , Is locked from sight — God keeps the key.

Indo community

Leave a Comment

Kumpulan humor 64

SURAT KELAKUAN BAIK

  • “kenapa kamu mencuri tip yg ada di dalam mobil?” kata polisi kpd sahli, waktu diperiksa di kantor polisi.
  • “terpaksa, pa,” kata sahli
  • “terpaksa gimana? gak punya uang untuk makan?” “dari pagi saya mencari kantor polisi, tapi tidak ketemu terus nanya ke temen, malah diem aja. Ya udah…saya punya akal. supaya kantor polisi bisa ketemu, ya saya nyoba maling tip di mobil. dan buktinya saya bisa kesini, ke kantor polisi”
  • “trus, ngapain kamu nyari kantor polisi segala?”
  • “itu, pa…mau membuat…Surat Kelakuan Baik”

=================================================================
P E L A U T

  • Istri pelaut : Mas, anak kita sudah delapan lho
  • Pelaut : Kenapa, kau sudah tak ingin tambah anak lagi?
  • Istri pelaut : Keinginan sih ada, cuman aku sudah lelah melahirkan
  • Pelaut : Baiklah, besok aku bawakan anak yang sudah lahir saja!

=================================================================
S U A M I P E M B E R A N I
Dua orang lelaki yang bertetangga berbincang-bincang di depan rumah mereka

  • “Ternyata kau seorang yang pemberani”
  • “Kau tahu dari mana?”
  • “Kemarin malam pukul 02:00 dini hari, kulihat kau diluar rumah sendirian”
  • “Bah! Kalau aku pemberani, pasti sudah kuketuk pintu rumahku!”

=================================================================
K E B A K A R A N

  • “Kita harus belajar pada negara lain agar tidak terjadi kebakaran hutan
    lagi!”
  • “Negara mana?” “Arab…..”

=================================================================
P E M I M P I N C A B A N G

  • “Kalau jabatan Pemimpin Cabang kuperoleh, aku akan bersikap tegas”
  • “Kalau disuap…?”
  • “Tegas kuterima!”

=================================================================
B O L O S

  • Guru : “Kemarin kamu tidak masuk sekolah, kenapa?!”
    Murid : “Kemarin kan hujan,Pak?”
  • Guru : “Tiga hari kemarin kamu juga tidak masuk sekolah dengan alas an hujan. Bagaimana kalau tiap hari hujan terus?”
  • Murid : “Ya banjir dong, Pak!”

=================================================================
SEPERTI PUNYAMU
Pak Jono masuk ke ruang praktek dokter dengan wajah babak belur dan sebuah raket tenis yang jebol terkalung di lehernya.

  • ” Jangan khawatir, saya akan segera menolong anda. Tapi saya ingin tahu lebih dulu, mengapa raket itu bisa sampai melilit leher anda ?” tanya dokter.
  • ” Ceritanya begini dokter, ” kata Pak Jono. ” Tadi pagi, saya dan istri saya pergi bermain tenis. Lalu istri saya melakukan pukulan yang terlalu keras sehingga bolanya hilang dari pandangan kami. Kami sibuk mencari bola itu. Kemudian di pojok lapangan saya melihat seekor sapi betina sedang tiduran. Saya dekati sapi itu, dan dengan perlahan-lahan saya angkat ekornya. ASTAGA ! Ternyata bola tenis yang hilang itu memang ada di bawah pangkal ekornya. Saya berteriak
    memanggil istri saya, ‘ Sayang, kelihatannya ini seperti punyamu lho !’ . Dan dokter, setelah mengucapkan kata-kata itu saya tak ingat apa-apa lagi”.

=================================================================
PERBEDAAN PRIA & WANITA

  • “Menurutku, kaum wanita menggunakan logikanya hanya 25% dan menggunakan perasaannya 75%, sedangkan kaum pria kebalikannya.”
  • “Apa buktinya?”
  • “Seorang ibu akan menangis dulu jika melihat anaknya jatuh dan kepalanya bocor. Setelah menangis, baru logikanya jalan, yaitu buru-buru membawanya ke dokter.
  • Tapi seorang pria tidak begitu. Begitu melihat anaknya jatuh dan kepalanya bocor, ia langsung membawanya ke dokter. Setelah sampai ke dokter barulah dia menangis.”
  • “Lho, kenapa menangis?”
  • “Bayar ongkos berobat dan resep terlalu mahal.”

=================================================================
MINUMAN INSTANT
Di inggris utara, ada underground cafe yang khusus hanya untuk dracula. di sana tersedia semua jenis darah dalam botol-botol minuman yang terdiri dari berbagai darah segala kalangan manusia. dracula dari rusia masuk.

  • “mau minum tuan?” tanya pelayan.
  • “ya, beri saya sebotol darah bangsawan abad 17″
  • “wah harganya seribu pounds tuan”
  • “no problem, saya punya credit card” begitu darah bangsawan diberikan, dia mengeluarkan
    credit card dari kantongnya dan meletakkannya di meja,lalu minum dengan santai. dracula dari jepang masuk.
  • “mau minum tuan?” tanya pelayan.
  • “saya minta darah segar dari seorang perawan”
  • “tiga ratus pounds tuan”
  • “no problem, saya punya banyak uang” begitu darah segar diberikan, ia mengeluarkan uang kertas dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu minum dengan santai. dracula dari indonesia masuk.
  • “mau minum tuan?” tanya pelayan.
  • “mmmmmm saya minta segelas air hangat saja”
  • “o itu gratis tuan tapi dracula tidak minum air tuan”
  • “no problem, saya punya yang instant” begitu air hangat diberikan, dia mengeluarkan pembalut wanita bekas dari kantongnya dan mencelupkannya ke air hangat, lalu minum dengan santai

=================================================================
TERSESAT
Seorang pria sungguh membenci kucing yang dipelihara istrinya. Suatu hari dia memutuskan untuk membuang kucing itu sejauh 20 blok dari rumahnya. Namun setibanya pria itu di rumahnya, kucing itu sudah berjalan melintasi halaman rumah …

Keesokan harinya, pria itu memutuskan untuk membuang lagi kucing itu sejauh 40 blok dari rumahnya dan meninggalkan kucing itu di taman. Tetapi ketika dia memasuki halaman rumahnya, kucing itu sudah ada di sana!

Dia selalu mencoba membuang kucing itu ke tempat-tempat yang lebih jauh dan lagi-lagi kucing itu bisa kembali ke rumah.

Akhirnya dia memutuskan untuk mengendarai mobilnya sejauh 20 km, lalu belok ke kanan, belok ke kiri, melewati jembatan, terus belok ke kanan lagi dan ke kanan lagi sampai dia mencapai suatu tempat yang dianggapnya jauh sekali dari rumahnya. Lalu dia meninggalkan kucingitu disana.

Beberapa jam kemudian pria itu menelepon rumah dan bertanya pada istrinya,

  • “Apakah kucing itu sudah kembali ke rumah?”
  • “Ya!”, jawab istrinya.
  • “Mengapa kamu bertanya?”
  • Dengan frustasi, pria itu menjawab, “Berikan telepon pada kucingmu itu. Aku tersesat dan butuh petunjuk arah!”

=================================================================
MENGAPA BEGINI?… MENGAPA BEGITU?…

  • Mengapa tuyul kerjanya nyolong duit?
  • sebab kalau nyolong motor dia takut dibakar massa kalau ketahuan, lagian dia nggak bisa naik motor.
  • Mengapa sepeda motor mereknya “yamaha”?
  • sebab bikinan jepang kalau bikinan arab mereknya “ya mahmud”.
  • Kenapa ayam jantan selesai kawin selalu mematuk kepala ayam betina?
  • Biar dia lupa siapa yang udah ngawinin dia
  • Mengapa air laut asin?
  • Karena ikannya pada keringetan dikejar-kejar nelayan
  • Kenapa koboi Meksiko kalo berpetualang selalu bawa gitar?
  • Emangnya disuruh bawa piano? yang bener ajaaa?

=================================================================

Indo community

Leave a Comment

Kebajikan tidak lenyap begitu saja

(thoughtful story)

Ketika anakku, joey, berumur sebelas tahun, mendadak ia terkena panic disorder yang kemudian berkembang menjadi agoraphobia. Serangan serangan panik yang dialaminya sangat hebat, sampai sampai selama hampir setahun penuh ia terus mengurung diri di kamarnya. Sementara itu suamiku dan aku dengan bingung mencari pengobatan untuknya.

Akhirnya, setelah sebelas bulan seperti hidup di neraka,kami menemukan psikiater yang memberikan resep Prozac, obat yang memberikan hasil yang sungguh luar biasa. Suamiku dan aku sangat bersyukur bahwa Tuhan telah mengembalikan anak kami dari dunia mimpi buruk yang menghantuinya selama ini.

Selama masa itu kami juga mengunjungi sekian banyak dokter untuk mencari tahu penyebab masalah joey, dan kami menemukan bahwa selama ini la mengalami kesulitan menangkap pelajaran. Selama bertahun-tahun ia bersekolah, tak seorang pun menyadari kenyataan ini.

Kami diberitahu bahwa hal inilah yang merupakan salah satu sebab, atau mungkin sumber penyebab, serangan kepanikan itu. Sekarang, setelah joey sembuh dari panic disorder tersebut, kami mesti mencarikan sekolah yang khusus menerima anak-anak yang mengalami kesulitan belajar. Ternyata itu tidak mudah. Setelah melihat catatan kesehatannya, tak ada yang mau menerima joey.

Semua sekolah yang khusus menerima anak-anak yang mengalami kesulitan belalar mengatakan bahwa murid murid mereka memiliki masalah dalam menerima pelajaran,bukan masalah emosional. Anak kami tidak cocok masuk di situ, kata mereka. Mereka tidak mempunyai sarana untuk menangani anak seperti joey.

Semua psikolog yang kudatangi mengatakan bahwa masalah emosional yang timbul pada anak-anak semacam joey diakibatkan oleh ketidak mampuan mereka menerima pelajaran. Tapi ketika aku menyampaikan hal itu pada para pejabat sekolah yang kudatangi, mereka tidak mau mendengar. joey ditolak di setiap sekolah.

Ada satu sekolah khusus yang sangat kuminati untuk joey, karena sekolah itu mempunyai reputasi yang sangat bagus, dan dekat dengan rumah kami. Aku sudah berusaha keras memasukkan joey ke sekolah ini, tapi mereka selalu menolakku. “Tolong beri kesempatan pada anakku,” pintaku. Tapi tak ada yang peduli, dan aku semakin putus asa.

Suatu malam, kebetulan aku menghadiri sebuah acara amal. Aku duduk di samping seorang wanita yang lebih tua, bernama Barbara. Aku kenal dia, meski tidak akrab. Aku tahu ia seorang tokoh masyarakat yang terkemuka, sangat kaya dan berpengaruh. Sekonyong-konyong, sebelum aku sempat berpikir atau mencegah diriku sendiri, tahu-tahu aku sudah menumpahkan seluruh permasalahanku tentang joey pada wanita ini.

Bahkan sambil berbicara pun aku masih merasakan betapa tidak pantas perbuatanku ini. “Kenapa kau menceritakan masalahmu pada wanita inl?” aku memarahi diriku sendiri dalam hati, sambil terus saja menyampaikan kesulitan-kesulitanku. Tapi, entah kenapa aku tak bisa berhenti. Dan aku terus bicara, sampai aku selesai menceritakan detail-detail perjuanganku untuk memasukkan joey ke sekolah khusus yang kuincar itu. Selesai bercerita, aku terperangah akan diriku sendiri.

Apa yang telah kulakukan ini? Tapi aku terheran-heran karena Barbara ternyata tidak menunjukkan sikap mengambil jarak ataupun memandangku dengan kesal. Aku bahkan sangat terperanjat melihat matanya berkaca-kaca ketika ia menepuk-nepuk tanganku untuk menghibur.

“Sayang,” katanya dengan hangat, “kau telah menceritakan masalahmu pada orang yang tepat. Kebetulan aku tinggal bersebelahan dengan pendiri dan direktur sekolah itu, dan kebetulan juga aku adalah salah satu penyumbang terbesar mereka. Aku malah sudah sering kali mengadakan pesta untuk mencari dana bagi sekolah ini, dan telah mendapatkan banyak sumbangan untuk sekolah ini. Anggap saja anakmu sudah menjadi murid di sekolah itu saat ini. Aku berjanji. Kau bisa memegang janjiku.”

Aku serasa tak percaya akan keberuntunganku. Sungguh suatu mukjizat bahwa aku duduk di samping Barbara. Dan sesuai dengan janjinya, ia menggunakan kemampuannya yang persuasif dan pengaruhnya untuk membuat anakku diterima disekolah itu untuk tahun pelajaran berikutnya. joey berhasil dengan gemilang, dan untuk pertama kali dalam hidupnya, ia menjadi juara.

Aku merasa sangat berutang budi pada Barbara, maka aku tetap menjaga hubungan baik dengannya, mengiriminya hadiah dan kartu. Menjelang setiap hari raya aku selalu meneleponnya dan di antara kami terjalin persahabatan. Selama masa itu aku mengetahui dari orang orang lain bahwa Barbara sendiri banyak mendapat masalah dengan kedua anaknya.

Yang sulung, seorang anak lelaki, adalah pencandu obat bius yang belum lama ini menghilang entah ke mana; yang bungsu, anak perempuan, agak terbelakang dan banyak mengalami masalah dalarn berbagai hal. Aku sangat bersimpati pada Barbara, apalagi ia sering kali menanyakan perkembangan anakku, dan tampaknya la benar-benar senang mendengar bahwa joey mendapat kemajuan pesat.

Persahabatan kami terus berkernbang, sampai sekitar satu tahun… kemudian suami Barbara meninggal secara mendadak. Aku berangkat ke upacara pemakamannya. Untuk pertama kali aku akan bertemu dengan keluarganya. Ketika aku turut antre di barisan yang maju perlahan lahan untuk menyampaikan ucapan belasungkawa pada keluarga itu, sekonyong-konyong aku tertegun melihat sosok yang serasa sudah kukenal duduk di samping Barbara.

“Siapa wanita muda itu, yang duduk di samping Barbara?” tanyaku pada wanita di belakangku. “Oh, Itu putri satu-satunya, Nancy,” sahut wanita itu. “Yang itu… yang agak terbelakang.” Aku terkesiap,dan lenganku langsung merinding. Sekarang semuanya mendadak menjadi jelas. Sekarang aku tahu pasti bahwa Barbara memang ditakdirkan untuk menjadi perantara yang akan menolong anakku.

Dua puluh lima tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di sebuah SMA swasta,seorang gadis yang agak terbelakang-namanya aku sudah lupa-masuk ke kelas kami. Sekolah kami sebenarnya bukan sekolah untuk murid yang keadaannya demikian,tapi orangtua gadis itu kaya dan mereka berhasil membujuk pihak sekolah untuk memberi kesempatan pada gadis itu, agar gadis itu mendapat pendidikan biasa secara urnurn. Kekayaan dan pengaruh mereka bisa, melenyapkan semua rintangan dan gadis itu pun diterima, meski dengan keraguan besar.

Namun hari-hari di sekolah itu tidaklah mudah bagi gadis ini. la tidak dipandang sebelah mata pun. Semua orang boleh dikatakan menghindarinya… semua orang, kecuali aku. Sejak dulu aku selalu bersimpati pada pihak yang lebih lemah, dan aku selalu berusaha untuk mendekati mereka. Begitu pula yang kulakukan terhadap gadis ini.

Dalam perjalanan wisuda SMA ke Washington D.C., tak ada yang mau sekamar dengan gadis ini di hotel. Aku menawarkan diri untuk sekamar dengannya, dan meskipun pengalaman itu tidak menyenangkan, aku senang telah melakukannya. Setelah lulus,seisi kelas berpencar dan mengambil jalan masing-masing. Beberapa temanku tak pernah kedengaran beritanya lagi, beberapa telah kulupakan. Termasuk… Nancy.

Dan sekarang ternyata Nancy-lah yang duduk di samping Barbara. Nancy yang telah lama terlupakan, yang ternyata anak perempuan Barbara. Selama di SMA aku belum pernah bertemu atau berbicara dengan ibu Nancy, dan belum pernah ada kesempatan yang memungkinkan kami berkenalan. Namun rupanya hidup kami saling berkaitan erat, dan takdir kami saling bersimpangan. Saat barisan orang di depanku semakin sedikit dan aku semakin dekat pada Barbara dan Nancy, mataku berkaca-kaca.

Dua puluh lima tahun yang lalu aku telah menolong anak perempuan Barbara. Dua puluh lima tahun kemudian, Barbara membalas apa yang telah kulakukan bagi anaknya. Kini ganti dialah yang menolong putraku. Mungkin ingatan manusia terlalu pendek, tapi untunglah ingatan Tuhan sangat panjang.

-Blanche Purcell*

Kebajikan atau perbuatan baik yang kita lakukan tidak lenyap begitu saja ke ruang hampa. Pada akhirnya selalu ada kemungkinan kita akan mendapatkan balasannya. Kadang-kadang balasan itu datang dengan cepat, dan kita bisa langsung melihat hubungan antara perbuatan kita dan balasan yang kita terima.

Tapi ada perbuatan perbuatan yang baru berpuluh-puluh tahun kemudian diberi balasan, namun ketika balasan itu tiba sering kali kita terperanjat melihat betapa tepat waktunya. Tentu saja kebajikan itu sendiri sudah memberikan kepuasan pada yang melakukan, dan kita berbuat kebaikan tentunya bukan dengan keinginan untuk mendapat balasan.

Tapi tetap sangat membahagiakan kalau sesekali kita tahu bahwa Tuhan mengangguk senang melihat perbuatan kita; anggukan yang menyatakan bahwa kita telah melakukan apa yang benar, dan bahwa perbuatan perbuatan kita dicatat oleh alam semesta yang selalu ingat.

(taken from Small Miracles By Yitta Halberstam & Judith Leventhal)

Leave a Comment

Older Posts »