Archive for May 17, 2009

Kumpulan humor 57

Sarung, Bu!
Ucok termasuk anak yang bandel. hampir setiap malam si-bapak selalu mengecek dengan memanggil namanya. soalnya si-ucok ini suka bangun telat … sehingga sering terlambat masuk sekolah. Suatu hari si-ucok nggak bisa tidur sampai pagi … dan seperti biasanya bapaknya ngecek dengan memanggil ” cok … ucok kamu sudah tidur … apa belon…” karena takut bapaknya marah, maka ucok diam saja.

Keesokkan harinya bener dia terlambat … pelajaran SD kelas 1 pagi itu adalah bahasa indonesia

  • Bu guru bertanya kepada murid-muridnya : “Hayo sebutkan benda apa yang bisa di-emut”
  • teman ucok si-agus menjawab : “permen bukkk …”
  • bu guru : “bagus … apa lagi”
  • teman ucok si-ani menjawab : “es lilin bukkk ..”
  • bu guru : “betul ani … coba kamu ucok (sebab dilihat ucok mengantuk)”
  • ucok : “(dengan mantap) … SARUNG BUKKKK …”
  • bu guru : “lho kok sarung ucok ….???????”
  • ucok : “(dengan terkantuk-kantuk) … soalnya semalem ibu ucok bilang ke bapak … Pak cepet tuh .. sarungnya dilepas … biar ibu emut-emut ….”

Arab
Pada suatu hari, ibu erte yang asli dari arab pergi ke dokter berkebangsaan swedia. Ibu tersebut berkata bahwa ia akan diceraikan suaminya gara2 tidak dapat memberi keturunan.

  • Sang dokter langsung berkata: “ibu sebaiknya tidur telentang di meja saya, saya dapat memecahkan masalah seberat apapun”
  • Ibu itu berkata “saya percaya dok, tapi anak saya nanti harus berwajah arab lho”

Ijin Mengemudi
Seorang anak laki-laki yang mulai menanjak dewasa memohon supaya ayahnya memperbolehkan ia menyetir mobil sendiri. Ayah tersebut memanggil anaknya dan berkata:

  • “Saya akan buat perjanjian dengan kamu, jika nilai sekolah kamu naik, kamu rajin membaca Alkitab dan juga kamu potong rambut kamu yang gondrong itu,kita bisa bicara lagi tentang permintaanmu itu. Setelah beberapa bulan berlalu anak laki-laki itu kembali berbicara kepada ayahnya untuk mengunakan mobil sendiri.
  • Ayahnya berkata: “Nak, saya bangga terhadap kamu hasil ujian kamu naik, dan kamu rajin membaca dan belajar Alkitab,hanya sayang rambut kamu masih tetap panjang”.
  • Sang anak terdiam beberapa saat kemudian menjawab: “Ayah… saya juga berpikir tentang itu. Seperti yang ayah tahu Samson berambut panjang, Musa berambut panjang, Nuh berambut panjang hingga Yesus -pun berambut panjang…… jadi sebenarnya tidak masalah kan ?”
  • Sang ayahpun menjawab argumen anaknya: “Ya.. itu betul tapi mereka semua kan jalan kaki kemanapun mereka pergi

Pintu
“Dok, belakangan ini saya sering bermimpi, mimpi ini membuat saya tersiksa. Saya lari kencang sekali kearah pintu. Lalu saya mendorongnya dengan sekuat tenaga tetapi pintu itu tidak mau terbuka.”

  • ” Apakah pintu itu terkunci ? ” kata sang Dokter.
  • ” Tidak “, jawab si pasien.
  • ” Atau pintu sebuah Benteng ? ” kata Dokternya.
  • ” Tidak.” jawab si pasien lagi.
  • ” Pintu Otomatis barangkali ? “, kata Dokternya dengan semakin penasaran.
  • ” Bukan, Dok, pintu itu biasa-biasa saja, cuma ada tulisannya. “
  • ” Tulisan apa ? ” tanya Dokter dengan keheranannya.
  • ” Tarik .”

HP kurang canggih
Ir Hartono baru pulang dari RRC. Penampilannya bertambah keren semenjak ia mengenakan arloji canggih yang berfungsi sebagai video-phone. Kemana-mana tak lupa ia mengenakan “arloji”-nya sambil menenteng sebuah tas kerja berupa koper hitam. Maklum, eksekutif muda.

  • “Ini produk mutakhir, baterainyapun tahan lama,bisa satu bulan!” , ujarnya ketika ditanya perihal “arloji” tsb.

Segera ia menjadi pusat perhatian di kantornya karena tatkala rekan2nya repot merogoh saku utk mengambil hp ketika ada panggilan telepon, Ir. Hartono cukup mendekatkan pergelangan tangan ke bibirnya. Suatu hari Ir Hartono menawarkan hp arlojinya kepada bosnya dengan harga murah.

Sang bos tak pikir panjang lagi langsung membayar harga yg sudah disepakati. Kapan lagi punya barang bergengsi macam ini, pikir si bos. Tetapi ia heran sewaktu Ir Hartono juga menyerahkan koper hitamnya yg berat.

  • “Ton, aku tak butuh tas berat itu. Kau bawa sajalah.”
  • “Tak bisa bos, tanpa koper ini hp-arloji itu tak ada artinya.”
  • “Lho, kenapa?” si bos terheran-heran.
  • “Itu baterenya bos, harus dibawa kemanapun arloji itu dibawa”, kata Ir Hartono sambil buru2 meninggalkan ruangan

______________________________________________________________

You will find as you look back upon your life that the moments
when you have really lived are the moments
when you have done things in a spirit of love.

Indo community

Leave a Comment

Kumpulan humor 56

DOKTER DAN PASIEN

Suatu saat seorang pasien ( rumah sakit jiwa ), Berkata kepada dokternya

  • “Saya lebih suka dokter daripada dokter sebelumnya “
  • Dokter baru itu merasa tersanjung , Dia bertanya “Kenapa ?” ,
  • Karena anda Hampir sama dengan kami. jawab pasien.

Kamu selalu jorok
Budi terkenal disekolahnya sebagai anak paling pintar sekaligus ber-otak kotor,hal ini tidak disukai oleh guru-guru di sekolah Budi. Pada pelajaran bahasa Idonesia, semua anak diminta untuk membuat kalimat dengan menggunakan huruf awal a-z.

Hampir semua anak bisa menjawab termasuk Budi, tapi bu guru tidak pernah memberikan kesempatan kepada Budi, karena tahu Budi pasti akan bicara kotor. Sampai akhirnya huruf “Z” tidak satu anak pun yang bisa, tapi Budi dengan senyum lebar, tetap mengacungkan jari.

  • Ibu guru : “Ayo anak-anak siap yang bisa?”
  • Budi : “Saya Bu”
  • Ibu guru : “Nggak kamu selalu jorok”
  • Budi : “Nggak Bu saya janji nggak jorok”
  • Bu guru : “Baiklah, tapi awas kalo jorok”
  • Budi : “Ok Bu guru”
  • Budi pun memulai kalimatnya, “Zainudin.. tuh kan Bu saya nggak jorok?
  • Ibu guru : “Bagus, teruskan Bud”
  • Budi : “Zainudin, Zakarnya Gede zekali”

nih kaki saya
Hari itu di Fakultas Kedokteran UI sedang berlangsung ujian anatomi hewan. Ujian kali ini susah banget. Mahasiswa harus bisa menentukan jenis/nama serangga dari potongan-potongan kaki yang diberikan si dosen. Dua jam sudah berlalu. Nggak ada satu mahasiswa pun yang bisa menjawab soal ujian. Seorang mahasiswa yang bete abis memutuskan untuk keluar ruangan. Doi membanting pintu saking kesalnya.

  • “Braaaakkkkk!!!!”
  • Mendengar suara pintu dibanting, si dosen marah besar. “Hey! Seenaknya saja kamu membanting pintu! Siapa nama kamu???!!!” teriak profesor anatomi itu.
  • Si mahasiswa yang sudah terlanjur berada di luar segera menjulurkan kakinya ke pintu sambil berkata, “Nih kaki saya, Prof. Coba tebak siapa nama saya?”

sari….
Suatu malam polisi merazia bencong-bencong di Taman Lawang. Mereka diangkut ke truk polisi dan selanjutnya diinterogasi di Polsek.

  • Polisi: “Siapa nama kamu???!!!”
  • Bencong (gugup): “Sss…ari, Pak…”
  • Polisi: “Yang bener kamu…jangan boong!!!!”
  • Bencong: “Iya…Pak… bener kok Ssarii…gak boong…”
  • Polisi: “Bohong!!!! Pasti bohong!!! Kalo bohong mati lu…”
  • Bencong (mengeluarkan suara aslinya): “Sari…pudin, Pak!”

ayam jago
Ceritanya tentang sebuah peternakan ayam, disana ada 25 Ayam betina dan 1 ayam jago (jantan) yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa ayam jago yang tua tadi sudah melewati masa produktif-nya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda.Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.

  • Si Tua : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25, kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.
  • Si Muda : Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo, pokoknya semua buat aku aja.
  • Si Tua : Kalau begitu mendingan kita lomba saja, siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada disini.
  • Si Muda : Boleh saja!, mau lomba apa ?
  • Si Tua : Lomba lari 100 m.
  • Si Muda : Ok, gak masalah
  • Si Tua : Tapi karena aku sudah tua, aku minta untuk lari dulu di depanmu 25 m.
  • Si Muda : Boleh (dengan penuh keyakinan). Lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 25 meter baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat.Eh, waktu hampir bisa nyusul ayam tua, si ayam jago muda menggelepar dan mati seketika ditembak oleh pemilik.
  • Sambil memungut ayam muda tadi, si pemilik menggerutu:
    “SIAL, INI AYAM JAGO-HOMO YANG KE SEPULUH AKU BELI BULAN INI.
    BUKAN-NYA NGEJAR BETINA, MALAH NGEJAR AYAM JAGO TUA INI “
    _

_____________________________________________________________________________
A friend is someone we turn to when our spirits need a lift,
A friend is someone we treasure for our friendship is a gift.
A friend is someone who fills our lives with beauty, joy, and grace
And makes the whole world we live in a better and happier place.

Indo community

Leave a Comment

Hidup

“Bagaimana kita menikmati hidup itu seperti duduk di depan perapian. Terlalu jauh dingin, terlalu dekat panas.” Dalam perjalananan menuju Sydney bulan Oktober tahun lalu, saya berkenalan dengan seorang nenek, berusia sekitar 65 tahun. Ia terbang sendirian dan bermaksud menengok salah satu anak dan cucunya yang tinggal menetap di Sydney. Kami sempat ngobrol banyak hal, termasuk kehidupan anak-anaknya di luar negeri,yang menurutnya kehidupannya sangat teratur.

“Tapi saya nggak betah hidup di Sydney!” katanya.
“Lho, kok?” saya berusaha menyelidik alasannya.
“Berat Dik, naik turun apartemen, jalan kaki, kalau mau pergi jauhan dikit naik kereta, biar murah. Tapi repot kalau harus bawa barang-barang belanjaan.”

Meski agak heran, saya mengangguk dan tersenyum saja mendengar jawaban jujur itu. Saya maklum, usia ibu ini memang sudah tidak muda lagi, sehingga hal ’sepele’ seperti itu memang akan menjadi masalah besar baginya. Lagi pula, aktivitas seperti itu tidak biasa ia lakukan di Jakarta.

Pastilah, kalau dilihat dari penampilannya, ibu ini tidak pernah melakukan segala sesuatu sendirian. Ia pasti menggaji sopir yang selalu siap siap mengantarnya dari pintu ke pintu: pintu rumah ke pintu mall, pintu rumah sakit, pintu kantor atau tempat-tempat lain. Juga, untuk pekerjaan rumah tangga, pastilah banyak pembantu yang dia bayar untuk mengurusnya.

Secara tidak sengaja, sesampai di Sydney, saya juga mendapatkan cerita bahwa banyak mahasiswa Indonesia di sana yang mengalami masalah sama dengan ibu yang saya kenal di pesawat itu. “Habis bagaimana Pak, di Jakarta mereka kan anak orang-orang kaya yang tidak biasa mengurus diri sendiri. Apa-apa disiapkan pembantu dan sopir.” kata Obed, yang bekerja di sebuah perusahaan education services.

“Kalau Anda sendiri?”
“Yah, saya sudah lama di sini dan sudah terbiasa.” katanya sambil menambahkan bahwa semua tergantung kepada masing-masing pribadi.

Ia sendiri juga berasal dari keluarga yang cukup berada di Indonesia. Saya lalu teringat seorang kawan di Indonesia –menduduki posisi penting disebuah organisasi– yang saya nilai tidak terlalu ‘rese’ dengan segala sesuatu. Ia biasa naik Metromini. Ia juga tidak sungkan makan di Warteg dan Warung Tenda.

Sebaliknya ia juga tidak kikuk keluar masuk hotel-hotel mewah, atau klub ini itu. Semuanya ia anggap biasa-biasa saja. “Bagaimana kita hidup itu seperti kalau kita sedang berdiang di depan perapian,” katanya suatu ketika. “Kita bisa duduk mendekat atau menjauhi perapian agar terasa nyaman. Terlalu jauh dingin,terlalu dekat akan terasa panas. Kita yang bisa mengukur diri kita sendiri.” lanjutnya.

“Nah, sama dengan kekayaan, fasilitas atau apa pun. Kita bisa mengatur diri kita. Haruskah naik BMW atau cukup Metromini, haruskah makan di Ahyat atau di Warung Padang, haruskah menenteng Gucci atau tas Cibaduyut … semuanya seperti kita duduk di depan perapian. Kita yang harus menempatkan diri kita sendiri, dimana seharusnya kita duduk.” katanya sambil tersenyum bijak.

Kata-kata ini saya ingat sampai sekarang. Semoga Anda juga.

Selamat pagi dan selamat bekerja.
Indo community

Leave a Comment

Older Posts »