Archive for May 13, 2009

Kumpulan humor 51

Preman mati
Alkisah ada seorang preman yang mati karena kebanyakan minum minuman keras di lokalisasi, sehingga dalam penguburannya tidak ada yang mengantar kecuali keluarganya yang semuanya juga preman dan penjahat.

Sahabat karib preman yang mati tersebut juga ikut mengantar ke kuburan walaupun dalam keadaan mabuk berat. Waktu mayat diturunkan ke dalam kuburan sang sahabat karib turun ke dalam lubang kuburan untuk menerima mayat temannya, kemudian dengan sedih dia mengatakan kalimat perpisahan …

  • “Jack…sssoorry, gue kagak bisa ngazanin elo, gue lagi beraat…..” “Cuman gue pesen aja ama elo kaya’ yang diajarin ustadz waktu kite masih kecil dulu…” “Elo dengerin yang bener…., ‘ntar kalo kite-kite yang nganter udah pergi dari sini bakalan ada yang dateng nanyain elo, kalo kagak salah ada tiga pertanyaan…..”
  • “Pertanyaan pertama kalo die nanya siape tuhan lo, elo jawab aje…Allah.”
  • “Pertanyaan kedua kalo kagak salah die bakal nanya siape nabi lo,elo jawab aje Muhammad, biar elo kagak lupa….. inget aje si Mamad yang baru kita gebukin kemaren…”
  • “Pertanyaan ketiga……..(bengong lama sambil megangin jidat),…aduh sorry banget Jack…., gue kagak bisa inget pertanyaan yang ketiga, tapi gini aje… kalo elo udah jawab dua pertanyaan die masih nanya yang macem-macem,lo hajar aje die…., abis perkara..!!


Test kesuburan
Seorang kakek tua bernama TH berusia 62 tahun berkunjung ke dokter sosiologi. Ia ingin menghitung jumlah spermanya untuk mengetahui apakah dia masih subur atau tidak. dokter tersebut menyanggupi dan memberikannya sebuah botol yang tertutup.

  • Dokter : “Bawa pulang botol ini,taruh sperma anda kedalamnya, lalu berikan kepada saya untuk dihitung jumlahnya”. Kakek tua itu segera pulang dengan membawa botol. Keesokan harinya ia kembali ke dokter sambil membawa botol yang masih kosong.
  • Dokter : “Kenapa botolnya kosong kek ?”
  • Kakek tua itu kemudian bercerita : “Saya menyerah dok ! pertama-tama saya mencoba dengan tangan kanan saya, tapi tidak berhasil.Lalu saya coba dengan tangan kiri, juga tidak berhasil saat itu saya masih yakin bisa. lalu saya memanggil istri saya.Ia mencobanya dengan tangan kiri, tidak berhasil.
    Istri saya tidak gampang menyerah, ia kemudian menggunakan tangan kanannya, tapi hasilnya nihil. Bahkan istri saya juga mencobanya dengan mulut, dan tetap tidak berhasil. kemudian saya memanggil istri tetangga saya. Ia mencoba dengan kedua tangannya,tidak berhasil. Ia juga menggunakan mulutnya, juga sama saja…”
  • mendengar cerita kakek, dokter sungguh syok. ia kemudian berkata “Kek, tega-teganya kakek meminta bantuan istri tetangga!”
  • kakek : “Iya dok…tapi sekeras apapun kami berusaha, tutup botol ini tidak mau
    terbuka!!!”


______________________________________________________________
Treasure the love you receive above all.
It will survive long after your gold and good health have vanished.”


Indo
community

Leave a Comment

Kumpulan humor 50

PERPUSTAKAAN
Di tengah malam, telepon di rumah seorang petugas perpustakaan bernama Bobi berdering.

  • “Selamat malam. Maaf mau tanya, perpustakaan buka jam berapa ya?” Tanya suara seorang lelaki di telepon.
  • “Ya ampun, Anda menelepon tengah malam begini hanya ingin tahu kapan perpusatakaan buka?” tanya Bobi.
  • “Tapi ini sangat penting,” kata penelepon.
  • “Jam sembilan pagi,” kata Bobi.
  • “Jam sembilan ??? Tidak bisa lebih pagi lagi?” Tanya si penelepon.
  • “Memangnya kenapa Anda ingin datang pagi-pagi?” tanya Bobi.
  • “Siapa bilang saya ingin datang? Saya ingin keluar dari perpustakaan ini…”

BIS
Suatu malam seorang lelaki yang sedang mabuk naik bis dan duduk disebelah perempuan berumur.  Si nenek memandangnya dari atas ke bawah, kemudian berkata,

  • “Tahu nggak, kamu akan ke neraka!”
  • Si lelaki melompat kaget dan berteriak, “Stop… kirriii. Salah naik bis.”

BIS (lagi…)
Tono dari kota kecil datang ke Jakarta untuk pertama kalinya. Agus sepupunya mengajaknya keliling kota naik bis tingkat. Tono langsung menaiki tangga menuju tempat duduk di tingkat atas, tapi tak lama kemudian ia turun lagi dengan wajah pucat.

  • “Kenapa,” tanya Agus yang masih di bawah.
  • “Nggak mau ah di atas, nggakada sopirnya.”

DARI MANA DULU ?
Penjaga kolam menghampiri seorang anak lelaki dan menegurnya,

  • “Kamu tidak boleh kencing di kolam renang ini, mengerti?!”
  • Dengan wajah tak mengerti si anak berkata, “Tapi semua orang kan pada kencing di kolam??”
  • Penjaga mencoba bersabar, “Iya, memang. Tapi kencingnya tidak dari atas papan loncat.”

BESAR MANA ?
Presiden Amerika menelepon Presiden Mesir mengatakan bahwa pabrik kondom terbesar di negara tersebut meledak sehingga tidak bisa berproduksi lagi.

  • “Padahal kondom adalah alat kontrol kelahiran paling favorit di Amerika.
  • Anda bisa bantu menyuplai?”
  • “Tidak masalah,” kata Presiden Mesir. “Anda tinggal mengatakan kondom seperti apa yang disukai warga Amerika.”
  • Presiden Amerika berkata dengan bangga, “Mereka suka kondom dengan warna merah, putih, dan biru. Oh ya jangan lupa dengan ukuran panjang 25 sentimeter dan diameter lima senti.”
  • President Mesir lalu menelepon direktor pabrik kondom dan berkata, “Tolong buatkan satu juta kondom untuk dikirim ke Amerika.”
  • Direktur menjawab, “Segera kami laksanakan. Ada lagi Pak Presiden?”
  • “Jangan lupa tulisan di kemasannya: Made in Mesir. Ukuran: Medium.”

Kisah si Umar
Adalah seorang pekerja Syria yang sedang bekerja di lantai 13 sebuah gedung. Tiba-tiba seorang berteriak-teriak, “Umar .. Umar .. anak perempuanmu Fatimah mati karena kecelakaan … Umar …!” Karena panik, orang ini langsung loncat lewat jendela… dari lantai 13.

Ketika dia hampir mendekati lantai 9, dia baru ingat bahwa dia tidak punya anak perempuan bernama Fatimah, setelah dia hampir mendekati lantai 5, dia baru sadar bahwa dia belum menikah.. apalagi punya anak. Dan ketika dia hampir menyentuh tanah.. dia baru sadar bahwa namanya bukanlah Umar..

Indo community

Leave a Comment

Ingin Kaya? Jangan Jadi Karyawan!

KOLOM – Purdie Chandra
Nyaris setiap bangun tidur, diva Indonesia, Kris Dayanti, sudah ditawari peluang konser atau menyanyi di panggung senilai puluhan juta hanya untuk membawakan 3-5 lagu. Kalau sehari saja bisa menghasilkan puluhan juta rupiah, tinggal hitung sendiri penghasilan bulanannya. Belum lagi tawaran iklan berbagai produk. Namun, pernahkan kita dengar pertanyaan: Kris Dayanti kuliah di mana atau meraih gelar sarjana apa?

Jangankan Kris Dayanti, Tasya dan Joshua — dua bocah cilik Indonesia yang masih SD — pun sudah mampu menghasilkan duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Sejarah wirausaha (entrepreneur) juga mencatat,banyak pengusaha bahkan konglomerat Indonesia yang sukses membangun imperium bisnis mereka meski pendidikannya hanya SMP bahkan SD.

Mungkin tak perlu terlalu banyak mencari contoh orang lain. Kalau saja saya dulu memilih menamatkan kuliah saya di Universitas Gadjah Mada, hampir pasti saya tak akan berani memulai bisnis Bimbingan Belajar Primagama, yang kini berubah menjadi holding company beromset di atas seratus miliar rupiah. Meski dulu saya belum membaca buku laris Robert Kiyosaki, If You Want to Be Rich and Happy,Don`t Go to School?, saya sudah sadar bahwa pintar dan dapat ranking di sekolah tidak menjamin seseorang akan sukses dan kaya-raya.

Saya bahkan punya keyakinan, semakin lama seseorang sekolah, semakin tidak kreatiflah dia. Karenanya, semakin takut pula dia mengambil risiko – sikap penting yang amat diperlukan bila seseorang ingin sukses menjadi wirausaha. Dan,saat ini, menjadi business owner adalah jalan kongkret menjadi kaya-raya. Lewat pekerjaan yang ditekuni bertahun-tahun, akhirnya seseorang umumnya ingin hidup makmur dan terjamin masa depannya. Istilah gampangnya, hidup kaya-raya.

Namun, tak banyak orang yang menyadari bahwa sejak masuk kuliah sebenarnya seseorang telah menyiapkan dirinya hidup miskin. Contoh ekstremnya, kalau seseorang sejak muda bercita-cita menjadi guru, jangan harap di usia pensiunnya dia bisa membeli Mercy terbaru dan tinggal di perumahan elite.

Demikian juga,bidan atau perawat rumah sakit mustahil mampu mengkredit Toyota Kijang LGX diusia pensiunnya. Lain ceritanya kalau dia memiliki jiwa wirausaha, sehingga dengan keahliannya dia mendirikan klinik atau rumah bersalin di rumah, yang bisa dikelola bersama kolega bidan lain.

Salah satu contoh yang berhasil mengembangkan cara serupa adalah Grup RS Hermina di Jakarta. Memang, cukup banyak bidan berjiwa wirausaha yang berani mengelola usaha rumah bersalin seusai berdinas di rumah sakit. Setelah berkembang menjadi klinik dan rumah bersalin besar, mereka pun membeli tanah di tempat lain untuk mengembangkan usahanya. Dengan begitu, BMW atau Mercy pun bisa dibelinya dengan mudah.

Banyak pula orang yang terbuai oleh sukses semu selama bertahun-tahun menjadi karyawan. Kalau kita menjadi manajer pemasaran bank dan suatu ketika berhasil memasarkan produk tertentu, pastilah kita berharap mendapatkan kenaikan gaji dari sukses itu. Ketika itu didapat, kita merasa kerja kita berhasil. Padahal,keuntungan atau bertambahnya kekayaan sang pemilik bank jauh berlipat dari kenaikan gaji yang diberikan kepada karyawan yang bekerja pada bank miliknya.

Siapa yang lebih untung dan lebih kaya: karyawan yang punya ide pemasaran yang cemerlang, ataukah pemilik bank yang pasif dan mampu membayar lebih mahal kepada karyawan yang kreatif untuk mengelola untungnya menjadi berlipat? Jelas pemilik bank yang lebih banyak diuntungkan.

Jadi, mengapa mesti bertahan jadi karyawan? Bisnis kadang bisa dimulai dari kesadaran akan potensi diri sendiri. Sayangnya, tak banyak orang menyadarinya. Untuk memulai bisnis, seorang ahli farmasi, misalnya, sering kali tak menyadari bahwa keahliannya adalah modal utama memulai bisnis.

Sebab, mindset ahli farmasi tersebut adalah long life to be an employee. Maka, ketika suatu saat ia berhasil menemukan ramuan obat antikanker, dia memilih menjual paten penemuannya kepada pabrik farmasi besar. Sang ahli farmasi hanya menerima royalti tanpa pernah tahu persis keuntungan bersih yang tentu saja jauh lebih besar dibanding royalti yang diberikan kepadanya.

Padahal, kalau saja sang penemu memilih mencari mitra bisnis yang mau membiayai penemuannya agar menjadi bisnis farmasi yang besar dan menguntungan,tentu kehidupannya jauh lebih kaya. Dengan bekal cetak biru penelitiannya yang profitable, tak sulit sebenarnya sang penemu mendapatkan mitra bisnis yang mau membantu permodalan bisnisnya.

Investor tentu semakin percaya karena uangnya dikelola oleh orang yang tepat. Dan yang pasti, sang ahli bisa menjadi pemilik bisnis sembari terus mengembangkan penelitian lain sambil menghitung keuntungan bisnis yang dikelolanya sendiri. Bahkan, suatu saat ia bisa membayar ahli lain yang lebih hebat darinya untuk mengembangkan bisnis farmasinya.

Ini hanya satu contoh. Masih ada jutaan peluang yang sayang kalau keliru dilihat kemungkinannya mengubah nasib Anda. Jadi, sekali lagi, jangan terlalu lama menjadi karyawan. Mulailah mewujudkan mimpi Anda menemukan jalan menjadi pengusaha yang mapan secara finansial. Yakinlah, jutaan peluang bisnis selalu tersedia. Lihatlah peluang yang belum dikerjakan orang lain.

Kita tahu, misalnya, begitu banyak orang yang menjual wedang jahe, dari pasar becek hingga kaki lima. Tugas wirausaha adalah, bagaimana membuat wedang jahe mampu mendatangkan uang ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah. Itu yang perlu kita cari tahu dan mencobanya. Atau, silakan nekat terus menjadi karyawan, niscaya Anda akan menyesali saat pensiun nanti.

Penulis adalah Presiden Direktur Grup Primagama, juga Pengelola dan Mentor Utama Entrepreneur University.

Leave a Comment

Older Posts »