Archive for April 28, 2009

Kumpulan humor 24

Kurang ajar!!!
Di Sidang Pengadilan, Pak Hakim meminta terdakwa berdiri untuk mendengarkan tuntutan.

  • “Saudara didakwa membunuh seorang guru SMU dengan menggunakan gergaji mesin!” kata hakim.
  • Dari deretan pengunjung terdengar seseorang berteriak, “Kurang ajar!!!”
  • “Harap tenang. Ini ruang sidang!” bentak hakim. Ia kemudian melanjutkan tuntutannya, “Saudara juga didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang loper koran dengan menggunakan sekop!”
  • “Bajingan!!!” teriak pengunjung yang tadi.
  • “Tenang, harap tenang!” teriak hakim nggak kalah kerasnya.
    “Selanjutnya, saudara terdakwa juga dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang tukang pos dengan menggunakan bor listrik!” kata hakim.
  • “Keparat!!!” teriak pengunjung tadi tanpa bisa ditahan.
  • Dengan geram hakim berkata, “Jika anda tidak bisa memberikan alasan kenapa berulah seperti ini, maka saya akan mendudukkan anda di kursi pesakitan dengan tuduhan menghina pengadilan!”
  • “Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir, Pak Hakim. Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji, bor, atau sekop, dia selalu bilang nggak punya!”

Rubah gaya rambutmu
Ogah yang baru beberapa minggu tinggal di luar negeri menerima surat dari ibunya, memintanya untuk mengirim foto. Padahal foto yang ia punya semuanya foto telanjang ketika sedang di Pantai bersama teman²nya.

Tapi Ogah tidak kehilangan akal. Diguntingnya fotonya menjadi setengah badan dan mengirimkan bagian yang atas. Seminggu kemudian datang surat dari ibunya yang mengatakan bahwa neneknya juga ingin dikirimi foto.

Sekali lagi Ogah menggunting fotonya, tapi sayangnya ia salah mengambil yang bagian bawah dan mengirimkannya kepada neneknya. Ketika teringat kalau mata neneknya sudah rabun, Ogah menjadi tenang.

Seminggu kemudian datang surat dari neneknya yang berbunyi,

  • “Terimakasih fotonya. Kamu sebaiknya mengubah gaya rambutmu, soalnya model yang sekarang membuat hidungmu jadi kelihatan pesek.”

Dokter

Seorang dokter melihat pasiennya yang sedang membuat kopi, kemudian memasukkan sebutir obat ke dalamnya. Dengan penasaran dokter bertanya kepada si pasien.

  • Dokter : “Obat apa yang kamu masukan ke kopimu?”
  • Pasien : “Obat penurun panas, biar kopinya cepat dingin.”

Dilarang Merokok
Suatu hari di Apotik CJDW, seorang pemuda membeli rokok dan menghisapnya.
Ketika sedang asik menghisap tiba² datang seorang satpam.

  • Satpam: “Maaf bung, disini dilarang merokok!”
  • Pemuda: (dg agak marah) “Tapi kan saya beli rokok diapotik ini. Kalau nggak boleh, nggak usah dijual saja.”
  • Satpam: (dg ucapan meninggi) “Maaf bung, asal tau saja disini juga dijual köndöm tapi bung juga dilarang memakainya disini!!!”

______________________________________________________________________________
You can at any time decide to alter the course of your life.
No one can take that away from you.
You can do what you want to do. You can be who you want to be.

Indo community

Leave a Comment

Kumpulan humor 23

[jokes] Lihat cowo sebaiknya dilihat dari pipisnya….

Lelaki Dilihat dari Cara ‘Pipis’

  • Lelaki Pemalu : Jika merasa dilihat atau d ilirik orang lain, pipisnya tidak keluar, tapi pura-pura menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.
  • Lelaki Malu-maluin : Pipis di celana
  • Lelaki Suka Melamun : Membuka kancing leher kemeja, mengeluarkan dasinya,lalu pipis dicelana.
  • Lelaki Efisien : Meskipun sudah waktunya pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu yang sama.
  • Lelaki Pemabuk : Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana.
  • Lelaki Palsu : Pipis di toilet cewek !
  • Lelaki Pelit : Kalau buang air besar di WC Umum, ngakunya pipis (biar bayar murah )
  • Lelaki Edan : Makai celana yang abis dipipisin.
  • Lelaki Sarap : Pakai celana yang habis dipipisin, tapi dicium dulu, kali-kali aja baunya sudah jadi bau .
  • Lelaki Kreatif : Kalau pipis kakinya diangkat satu …
  • Lelaki Irit : Kagak pernah pipis seumur-umur.
  • Lelaki Nekad : Suka “mipisin” isteri tetangga.
  • Lelaki Funky : Pipis di tempat umum.
  • Lelaki Sial : Maunya pipis air, yang keluar malah batu.
  • Lelaki Enjoy : Pipis sambil merem-melek.
  • Lelaki Hemat Waktu Cuma buka resleting, dikeluarin, terus langsung pipis.
  • Lelaki Moody : Biasa pake pampers …hehehe …
  • Lelaki Kurang Ajar : Lagi pipis … eh kentut … pura- pura cuek lagi!
  • Lelaki Buta Huruf : Di urinoir sudah ada tulisan “RUSAK” … eh … masih dipipisin juga.
  • Lelaki Turunan Kucing : Nggak bisa liat barang baru, diendus-endus, trus dipipisin.
  • Lelaki Sabar : Nungguin air cebok gak keluar- keluar, manteeeng aja di urinoir.
  • Lelaki Hip-hop : Pipis sambil kejang-kejang breakdance.
  • Lelaki Pembenci : Sesudah pipis trus ngeludahin pipisnya.
  • Lelaki Ramah : Ngajak ngobrol sambil pipis, sampe temennya gak bisa pipis.
  • Lelaki Percaya Diri : Habis pipis, anunya dibawa jalan-jalan ke wastafel,trus cebok di wastafel.
  • Lelaki Pelupa : Sudah pipis, keluar toilet, buru- buru balik lagi, karena masih pingin pipis beberapa tetes lagi.
  • Lelaki Dermawan : Pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar.
  • Lelaki Gaya : Pipisnya sambil tangan yang satu tolak pinggang.
  • Lelaki Arogan : Pipisnya sambil tangan dua- duanya tolak pinggang.
  • Lelaki Komunikatif : Pipis sambil ketik SMS.
  • Lelaki Sibuk : Selalu nunggu sampe kebelet bangeeet …, trus terbirit -birit ke toilet.
  • Lelaki Belum Dewasa : Pipisnya belum bisa lempeng.
  • Lelaki Romantis : Pipisnya sambil mendesah ahh …
  • Lelaki enggak ada kerjaan : Pipis sambil baca email.

Indo community

Leave a Comment

Berlian Dan bau Busuk

(inspiration) Oleh : Gede Prama

Ketika Jack Welch menjadi nara sumber seminar di Jakarta, seorang peserta bertanya, bagaimana ia bisa mengelola gurita usaha yang demikian besar dan berhasil. Entah ia rendah hati, entah benar-benar seperti itu keadaannya, salah satu CEO terkemuka dunia ini berujar, tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan sebesar itu seorang sendiri.

Bahkan, diapun tidak sanggup melakukannya. Ia melakukan semua pekerjaan besar ini, bersama-sama orang-orang terbaik yang dimiliki General Electric. Oleh karena alasan terakhirlah, maka setiap kali Welch berjalan-jalan keliling dunia, ia selalu mencari orang-orang terbaik.

Bila benar demikian, rupanya salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola gurita usaha yang demikian meraksasa, adalah mencari dan memilih orang yang tepat. Sebagaimana pernah saya tulis, begitu orang-orang berada di tempatnya yang tepat, mesin organisasi akan hidup dan lari cepat dengan sendirinya.

Persoalannya sekarang, bagaimana kita bisa menemukan orang-orang tepat ini dalam keseharian ? Sebagai orang yang telah lama malang melintang membantu klien disektor SDM, serta bergaul luas dengan banyak sekali rekan psikolog yang berjam terbang tinggi dalam memilih orang, saya sampai pada kesimpulan : memilih orang bukanlah perkara yang mudah. Lebih-lebih memilih orang potensial, sekaligus tepat di posisinya serta berkinerja tinggi.

Seringkali terjadi, mencari orang seperti menanam pohon. Ketika bertemu bibit yang tepat, lahannya kurang mendukung. Kadang terjadi, karena tidak ada pilihan,terpaksa memilih bibit yang kurang memadai. Akan tetapi, karena lahannya subur,maka berkembanglah sang bibit secara meyakinkan. Idealnya memang, bibitnya baik dan lahannya subur.

Sayang kehidupan nyata jarang dalam kondisi ideal. Satu ketika, saya pernah menemukan seorang manajer dengan potensi yang tinggi, sekaligus memiliki kemampuan interaksi yang mengagumkan. Namun, bertemu dengan lingkungan pemilik dengan gaya ‘memiliki’ karyawan. Di mana pekerjaan pribadi dicampur dengan pekerjaan kantor, tidak mengenal hari libur, ketika harus berkumpul dengan keluarga mendadak dipanggil. Maka larilah calon potensial tadi entah kemana.

Belajar dari sini, mampu menggaji orang tidak otomatis bisa membuat orang dan organisasi berkinerja tinggi. Ada faktor kedua setelah mampu menggaji, yakni kemampuan untuk menggunakan sang calon. Tanpa kemampuan terakhir, keadaan hanya akan menyerupai bibit unggul yang ditanam di atas batu kering.

Di sinilah letak kelalaian banyak orang berduit. Punya uang tetapi tidak bisa menggunakan orang secara tepat dan pas. Ujung-ujungnya, kadang konsultan yang disalahkan, kerap alat test yang dianggap keliru, psikolog dikatakan kurang kompeten.Lebih-lebih kalau ‘lahan kering’ tadi bertemu dengan kebiasaan tidak sabar untuk sedikit-sedikit memecat orang.

Padahal, mencari orang berbakat sekaligus cocok dengan kita lebih mirip dengan mencari berlian, dibandingkan dengan mencari sumber bau busuk. Mencari berlian memerlukan waktu, ketekunan, kesabaran dan tidak jarang malah membutuhkan pengorbanan. Namun mencari sumber bau busuk, ia relatif lebih mudah.

Ini tidak hanya berlaku bagi perusahaan dan pengusaha. Ia juga berlaku pada pribadi-pribadi yang merasa memiliki berlian di dalam dirinya. Untuk menunjukkan bahwa diri Anda berlian memerlukan waktu yang amat panjang, pengorbanan dan kesabaran. Lain halnya kalau mau menunjukkan kebusukan-kebusukan. Dalam waktu yang amat pendek, semua orang tahu akan kebusukan-kebusukan tadi.

Saya pernah memiliki seorang mantan atasan yang amat tekun. Sejak tamat SMU telah mulai bekerja, sambil bekerja ia kuliah. Tidak jarang ia melaksanakan pekerjaan setingkat kuli. Untuk sampai pada posisi tertinggi di dalam perusahaan, ia sudah mendaki tangga karir yang terjal, berat, menggoda dan menyakitkan. Setelah dua puluh tahun, baru pemilik tahu kalau dialah berliannya.

Lain halnya dengan bau busuk. Lihat saja mantan menteri yang dibawa kepengadilan gara-gara korupsi. Hanya butuh waktu bulanan untuk menghancurkan seluruh bangunan karir dan reputasinya yang selama ini amat menjulang.

Belajar dari sini, bagi perusahaan maupun bagi pribadi, teramat penting untuk menyadari hakikat mendalam dari berlian dan bau busuk. Kita semua memang tidak menyukai bau busuk dan menyukai berlian. Namun, sebagaimana cerita di atas,untuk menemukannya atau untuk ditemukan orang lain, memerlukan tenggang waktu dan pengorbanan yang amat berbeda.

Bercermin dari sini, setiap kali ada gangguan atau godaan karir, saya belajar untuk menempatkannya dalam kerangka berlian dan bau busuk ini. Demikian juga kalau menghadapi klien tidak sabar dan mau cepat-cepat tahu berliannya.  Sebagaimana kita berproses secara panjang dan kompleks menjadi manusia dewasa.

Berlian dalam bentuk karyawan, maupun diri kita juga sama. Ada kalanya kita memiliki kinerja yang turun drastis. Ada saatnya orang demikian bergairah dalam memacu prestasi. Kalau hanya karena ketidaksabaran, egosime dan sejenisnya kita memfokuskan pada bau busuk – dan lupa potensi berliannya – tidak ada perusahaan yang akan menemukan berlian.

Demikian juga dengan Anda yang menyimpan berlian dalam diri masing-masing. Benar ungkapan orang bijak, di manapun berlian tetap berlian. Akan tetapi, agar berlian Anda ditemukan orang, diperlukan banyak usaha dan pengorbanan.
______________________________________________________________________________
Disappointments are like road humps,
they slow you down a bit but you enjoy the smooth road afterwards.
Don’t stay on the humps too long. Move on!

Leave a Comment

Older Posts »