Archive for April 25, 2009

Seputar Malam Pertama!!

Ini ada artikel untuk pengetahuan buat yang pada mau merid, biar tidak terkaget kaget.. ………dan gak ada masalah

MENGAPA TIDAK BERDARAH PADA MALAM PERTAMA ?

Sumber : Dwiana Ocviyanti Idrus, dr. SpOG

SAYA ibu rumah tangga (28), sudah menikah tiga tahun dan mempunyai satu putri berusia dua tahun. Kehidupan saya dan suami cukup bahagia, namun ada suatu persoalan yang selalu membayangi saya.

Saat baru menikah, di malam pertama saya tidak “mengeluarkan darah”. Suami saya memang tidak mempersoalkan hal itu dan hingga saat ini kami tidak pernah membicarakannya.

Mungkin ia menjaga perasaan saya. Tetapi, hati saya tetap merasa tidak enak dan saya merasa tidak mampu membuktikan kepada suami saya bahwa saya masih perawan.

Hal ini membuat saya merasa rendah diri. Saya betul-betul belum pernah melakukan hubungan seksual dengan siapa pun kecuali dengan suami saya saat malam pertama itu. Mengapa saya tidak dapat “mengeluarkan darah” meskipun saya yakin masih perawan? Dapatkah selaput dara robek tanpa saya ketahui?
_____

SELAPUT dara merupakan bagian dari alat kelamin perempuan yang paling banyak menjadi topik pembicaraan. Keutuhan selaput dara yang oleh sebagian besar masyarakat awam dianggap dapat dibuktikan dengan terjadinya perdarahan dari vagina pada saat pertama kali melakukan hubungan seksual, merupakan lambing kesucian atau keperawanan (virginity) bagi seorang perempuan yang belum menikah. Banyak cerita tragis tentang kehidupan seorang perempuan yang dihubungkan dengan masalah keutuhan selaput dara.

Bahasa Latin dari selaput dara adalah hymen yang berasal dari nama dewa Junani yaitu dewa perkawinan. Selaput dara merupakan tonjolan dari lapisan bagian dalam vagina (mukosa vagina) dan terletak pada bagian paling luar vagina (mulut vagina). Umumnya selaput dara berbentuk seperti “renda” yang mengelilingi bagian tepi mulut vagina. Ketebalan, kelenturan, serta bentuk selaput dara amat bervariasi.

Vagina sendiri berbentuk seperti liang yang dibatasi dengan lapisan mukosa di permukaannya dan otot-otot di bawahnya. Vagina mempunyai daya elastisitas yang amat baik dan diameternya dapat mengembang sedemikian rupa dengan pengaruh hormon-hormon dan rangsangan seksual.

Demikian juga dengan selaput dara. Variasi ketebalan, kelenturan serta bentuk selaput dara menentukan mudah tidaknya selaput dara ini “robek” bila terjadi peregangan pada vagina.

Seperti halnya jaringan tubuh lainnya, selaput dara juga mempunyai pembuluh-pembuluh darah. Letak serta besar pembuluh darah ini amat bervariasi pula. Hal-hal di atas ini yang amat mempengaruhi adanya “perdarahan” saat pertama kali terjadinya hubungan seksual.

Contohnya sebagai berikut. Selaput dara yang tipis, lentur serta mempunyai lekukan (rugae) sehingga berbentuk seperti anemon (lihat gambar) adalah jenis selaput dara yang paling elastis dan tidak mudah robek saat terjadinya penetrasi oleh benda-benda tumpul termasuk penetrasi penis saat hubungan seksual.

Selaput dara yang tebal, serta tidak mempunyai lekukan-lekukan sehingga berbentuk seperti cincin (anular) mungkin merupakan jenis selaput dara yang mudah robek bila teregang.

Jenis lain dari selaput dara adalah yang hampir menutupi seluruh mulut vagina dan hanya mempunyai lubang-lubang kecil tempat keluarnya darah haid sehingga berbentuk seperti saringan (cribriform). Selaput dara seperti ini tentu saja dapat dipastikan akan robek saat melakukan hubungan seksual.

Selaput dara yang menutupi seluruh mulut vagina seperti penutup gendang,akan menyebabkan tidak dapat keluarnya darah haid. Hal ini merupakan kelainan yang dikenal dengan nama hymen imperforata. Wanita dengan selaput dara semacam ini akan mengalami pengumpulan darah haid di dalam vagina, dan seringkali juga rahimnya.

Keluhan yang dinyatakan adalah hingga usia akil balik ia tidak pernah mengalami haid namun setiap bulannya ia tetap merasakan rasa tidak enak pada perut bagian bawah seperti mereka yang sedang mengalami haid.

Selaput dara jenis ini biasanya cukup tebal, dan memerlukan tindakan pembedahan kecil yang amat sederhana untuk membuat lubang yang cukup untuk tempat keluarnya darah haid.

Tidak seluruh selaput dara dirobek,sehingga pada saat berhubungan seksual pertama kalinya, perempuan yang pernah mengalami tindakan pembedahan untuk membuat lubang pada selaput daranya ini masih mungkin mengalami perdarahan lagi.

Letak dan jenis pembuluh darah yang bervariasi juga mempengaruhi adanya dan jumlah perdarahan yang terjadi. Bila robekan selaput dara terjadi pada daerah yang kebetulan hanya sedikit sekali mengandung pembuluh darah dan pembuluh darahnya berukuran amat kecil, maka saat hubungan seksual perdarahan yang terjadi dapat sedikit sekali, bahkan hanya setitik sehingga tidak dapat dikenali.

Terlebih bila saat melakukan hubungan seksual terjadi ejakulasi, darah yang hanya setitik itu akan tercampur dengan cairan sperma. Bila robekan pada selaput dara mengenai pembuluh darah yang cukup besar, tentu saja perdarahan yang terjadi akan tampak nyata.

Letak selaput dara pada mulut vagina cukup tersembunyi di belakang bibir kemaluan kecil (labia mayora). Pada perempuan yang belum pernah melakukan hubungan seksual dan belum pernah melahirkan anak melalui jalan lahir biasa,bibir kemaluan kecil tampak menangkup di depan mulut vagina, sehingga amat sulit menampakkan mulut vagina dan selaput dara meskipun perempuan tersebut terbaring dengan kedua sisi terentang (posisi litomi).

Dengan selaput dara yang demikian terlindung akan sulit sekali terjadi robekan pada selaput dara saat melakukan aktivitas biasa termasuk aktivitas olah raga seperti berlari,berkuda dan senam. Kecuali bila terjadi perlukaan pada darah alat kelamin yang cukup hebat yang tentunya juga akan mengenai bibir kemaluan kecil dan bibir kemaluan besar.

Dengan kata lain, hampir tidak mungkin terjadi robekan pada selaput dara bila bukan ada suatu benda yang sengaja atau tidak sengaja menusuk ke arah liang vagina atau terjadi suatu kecelakaan yang begitu hebat hingga mencederai seluruh alat kelamin luar juga. Pada kondisi seperti ini tentunya perempuan yang mengalaminya akan merasakan nyeri karena pada daerah alat kelamin luar ini banyak terdapat ujung-ujung saraf yang menyebabkan daerah tersebut amat sensitif.

Pemeriksaan selaput dara
PEMERIKSAAN untuk menilai utuh tidaknya selaput dara juga bukan merupakan pemeriksaan yang mudah. Pemeriksa haruslah seorang yang ahli dan sudah biasa melakukan pemeriksaan tersebut. Pertama-tama perempuan yang akan diperiksa akan dibaringkan dalam posisi terlentang pada meja khusus untuk pemeriksaan ginekologi.

Kedua kakinya diletakkan pada penyangga khusus sehingga kedua sisi pahanya akan terentang. Dengan satu tangan pemeriksa akan menyingkapkan kedua bibir kemaluan kecil sehingga selaput dara dan mulut vagina dapat ditampakkan.

Agar selaput dara dapat ditampakkan dengan jelas, perempuan yang diperiksa harus cukup santai. Untuk dapat menilai ada tidaknya robekan pada selaput dara maka mulut vagina dan selaput dara harus agak diregangkan.

Setelah selaput dara tampak teregang, baru dapat ditampakkan lokasi robekan. Pemeriksa yang belum biasa atau belum ahli dalam hal ini seringkali akan mendapatkan kesulitan melakukan penilaian adanya robekan, terutama bila robekan itu adalah robekan yang sudah lama pada selaput dara yang berbentuk seperti anemon (memiliki rugae).

Setelah uraian di atas khususnya mengenai adanya variasi kelenturan selaput dara maka tentu saja pemeriksa tidak dapat menyimpulkan apakah perempuan yang diperiksa ini masih “perawan” atau tidak dalam arti apakah perempuan yang diperiksa ini sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak.

Seorang perempuan dengan selaput dara yang utuh tetapi elastis, dapat saja sudah pernah melakukan hubungan seksual tanpa mengalami robekan pada selaput daranya. Sebaliknya seorang perempuan dengan robekan pada selaput dara dapat saja mengalami robekan bukan karena hubungan seksual tetapi karena kecelakaan, karena melakukan masturbasi menggunakan jari atau benda-benda lain yang dimasukkan pada liang vagina, atau karena pemakaian tampon.

Leave a Comment

MUSIK MENCERDASKAN ANAK DAN MENYEMBUHKAN PENYAKIT

Musik mampu meningkatkan keharmonisan hubungan antarmanusia. Selain iramanya yang membuai, syairnya pun sering kali bermuatan pesan-pesan moral yang positif. Bahkan, hasil penelitian para dokter di Barat menyatakan bahwa musik klasik mampu meningkatkan kecerdasan anak dan menyembuhkan berbagai gangguan fisik, mental, dan emosi manusia.

Hal itu diungkapkan dr Soenanto Roewijoko, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dalam seminar “Memanfaatkan Musik untuk Mengembangkan Intelegensi, Kreativitas dan Kepribadian,” sebagaimana dilaporkan Pembaruan.

Soenanto mengatakan, membiasakan anak mendengarkan musik klasik sejak dalam kandungan bisa merangsang peningkatan intelektual, kemampuan motorik, sosial, dan keterampilan. “Dari penelitian diketahui,kecerdasan spasial dapat meningkat sampai 50 persen pada anak-anak yang memperoleh stimulasi musik sejak awal, dibanding dengan anak-anak yang tidak memperoleh stimulasi musik yang hanya meningkat sekitar enam persen,” tuturnya.

Namun, diakui, pemahaman mengenai stimulasi musik klasik yang bisa meningkatkan kecerdasan itu masih sering disalahartikan orang awam. Banyak orang mengatakan bahwa stimulasi musik klasik dapat memperbesar ukuran otak anak. Bila ukuran otak lebih besar, anak itu dianggap lebih cerdas daripada anak yang memiliki otak berukuran “biasa.”

Menurut Soenanto, pemahaman itu salah besar karena secara teori ukuran otak terbukti tidak berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan intelektual dan emosional anak. Peran musik klasik bukan memperbesar ukuran otak anak, tetapi merangsang pertumbuhan sel-sel otak terutama sel dendrit dan akson yang berperan sebagai penghubung antarsel dalam otak.

“Semakin banyak jumlah dendrit dan akson yang dimiliki anak,kemampuan anak untuk menangkap pesan, memahami makna, dan mengambil keputusan menjadi lebih cepat. Anak-anak yang cepat tanggap bisa digolongkan sebagai anak yang cerdas,” ucapnya.

Bagi ibu-ibu yang menginginkan kecerdasan anaknya bertambah, bisa melakukan terapi musik klasik sejak anak masih dalam kandungan. Waktu terbaik untuk memulai, yaitu saat kandungan berusia 18 minggu karena pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin sudah memberikan respons kepada stimulasi suara. Caranya, sang ibu mendengarkan musik klasik setiap hari selama 30 menit, sumber music setidaknya 50 cm dari sang ibu.

Si ibu boleh melakukan terapi tersebut di mana saja, dalam kendaraan ketika bepergian atau ketika ibu sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti menyapu, memasak, atau mencuci piring. Yang terpenting, terapi itu harus dilakukan secara berkesinambungan.

Setelah lahir, sebaiknya anak terus dibiasakan mendengarkan music klasik, baik itu melalui kaset, VCD, maupun menghadiri konser music klasik. Terapi itu sebaiknya dilakukan sebelum anak berusia tujuh tahun.

Mengapa musik klasik menjadi pilihan? Sebab musik klasik memiliki frekuensi alfa, gelombang alfa dikaitkan dengan relaksasi, ketika otak bisa menerima informasi baru.

Berdasarkan hasil penelitian, tidak semua musik klasik bisa dijadikan musik terapi. Untuk usia kehamilan 18 minggu sebaiknya ibu mendengarkan musik klasik karya WA Mozart komposisi konser piano nomor 21, konser seruling nomor satu dan dua, kuartet seruling nomor satu sampai empat, serta konser seruling dan harpa.

Untuk bayi sungsang, ibu bisa melakukan terapi musik dengan mendengarkan karya-karya WA Mozart, Antonio Vivaldi, atau Lv Beethoven. Terapi musik klasik juga bisa diberikan pada orang dewasa yang mengalami gangguan fisik. Bagi mereka yang ingin bebas dari kelesuan (inertia), komposisi Emperor Concerto karya Ludwig van Beethoven,Homage March karya Edward Grieg, dan Mars Hongaria karya Hector Berlioz, bisa menjadi pilihan.

Jika nafsu makan berkurang, sebaiknya mendengarkan komposisi konser piano nomor satu karya F Chopin dan komposisi Iberia karya Albeniz. Pada saat tekanan darah tinggi kambuh, komposisi konser keyboard karya JS Bach, komposisi konser oboe karya Antonio Vivaldi, atau komposisi Carmen karya Bizet, yang terbukti mampu meredakannya.

Sedangkan untuk menanggulangi gangguan syaraf dan otot, terapi music dengan mendengarkan komposisi Clair de lune karya Claude Debussy dan Grand March Aida karya Guiseppe Verdi.

Selain untuk terapi gangguan fisik, musik klasik juga bisa dipakai untuk menanggulangi penyakit bagi pasien yang memiliki gangguan mental tidak jernih. Mereka bisa diterapi dengan diperdengarkan komposisi trio piano karya Franz Joseph Haydn, Water Music karya GF Handel, dan 555 Sonata Harpsichord karya Domenico Scarlatti.

Sedang untuk pikiran yang tak terang bisa diterapi dengan mendengarkan komposisi Brandenburg Concerti karya JS Bach dan Sonatas karya WA Mozart.

Selain itu, beberapa resep singkat bisa dilakukan jika sedang dilanda kemarahan, yaitu mendengarkan Overture Egmont karya Beethoven, jika kurang tenang sebaiknya mendengarkan Cassations karya WA Mozart, jika mengalami ketegangan sebaiknya mendengarkan konser seruling dan harpa karya WA Mozart.

Depresi bisa diredakan dengan mendengarkan La Mer karya Claude Debussy. Kebosanan bisa dihilangkan dengan mendengarkan konser terompet karya FJ Haydn. Rasa keberanian bisa dipupuk dengan mendengarkan Symphony No 3, karya Lv Beethoven.

Daya khayal dan kreasi bisa ditumbuhkan kembali dengan mendengarkan komposisi Carmen karya Bizet. Jika rasa cinta dan devosi mulai terkikis, sebaiknya Anda mendengarkan komposisi Fur Elise karya Beethoven, atau konser biola” karya F Mendelssohn. Jika daya meditasi menurun, komposisi Ave Verum Corpus dan Sanctus karya WA Mozart bisa menjadi pilihan.

Berkaitan dengan terapi penyakit dengan musik klasik itu, pencipta lagu anak-anak AT Mahmud menyatakan prihatin karena masih banyak orang berpendapat bahwa mendengarkan musik klasik Barat berarti akan menghilangkan citra budaya ketimuran.

Menurut AT Mahmud, terapi itu tidak akan berhasil jika masyarakat tidak mampu menikmati karya musik tersebut. Keberhasilan suatu terapi musik tergantung bagaimana orang itu bisa melepaskan belenggu yang mengungkung dia dalam mengapresiasi musik tersebut.

Masyarakat kita, katanya, selalu ketakutan jika diperkenalkan dengan musik klasik. Mereka sering kali mengidentikkan musik klasik dengan budaya Barat. Selama ini masyarakat tidak menganggap musik sebagai karya manusia yang perlu dihargai, tetapi memandang musik sebagai produksi budaya luar yang harus diwaspadai.

Musik klasik memang masih asing di telinga kita, untuk itu kaum cendekiawan dari negeri sendiri perlu mencari alternatif musik klasik dari Tanah Air, seperti calung, angklung, gending, dan kolintang yang mungkin juga bisa menjadi salah satu alternatif terapi musik itu.

———————————
indo community

Leave a Comment

Gejala bahaya bagi bayi

 

Jikalau bayi Anda memperlihatkan gejala berikut ini,tengah malam pun harus di bawa ke dokter :

SUHU DI ATAS 38
Jika suhu badannya melebihi 38 derajat celcius, harus cepat-cepat dibawa ke dokter, agar tdk terjadi kejang-kejang (step). Jangan pakaikan selimut, karena ada kemungkinan suhu badanya akan tambah tinggi lagi.
Gejala suhu badan tinggi menandakan adanya infeksi pada si kecil.

MUNTAH TERUS-MENERUS
Jika terus-menerus muntah, dan muntahanya menyembur kuat dari mulut, atau warnanya hijau kekuning-kuningan dan berbau busuk, segeralah bawa ke dokter. Ada kemungkinan bayi menderita kelainan pada alat
pencernaannya. Selain itu banyak penyakit yang menunjukkan gejala spt itu, misalnya muntaber, radang tenggorokan dll.

MENCRET-MENCRET
Yang disebut mencret-mencret adalah jika kotoran bayi cair, berlendir dan berbau sengit. Dalam waktu semalam bisa lebih dari enam kali. Tentu hal ini berbahaya,karena bayi akan kekurangan cairan dalam tubuhnya.

KEJANG-KEJANG
Kejang mungkin saja terjadi jika suhu badan terlalu tinggi. Badanya menjadi kaku, dan bola matanya terbalik ke atas. Jika bayi mengalami hal ini, segera
bawa ke dokter.

TERUS-MENERUS MENJERIT
Jika bayi menjerit-jerit tanpa henti, padahal popoknya tdk basah dan ia tidak lapar, itu menandakan terdapat gangguan pada salah satu bagian tubuhnya. Mungkin saja ia sakit perut.

SESAK NAFAS
Jika bayi terlihat sukar sekali bernafas, sampai kulitnya berubah warna menjadi kebiru-biruan, jangan tunggu lagi, segeralah bawa ke dokter, mekipun ditengah malam.

KERACUNAN
Ada beberapa macam penyebab keracunan. Misalnya,makanan, obat-obatan, bahan-bahan kimia, dll. Pada keracunan obat kadang-kadang terdapat tanda-tanda : tubuh kejang, kesadaran menurun, atau bisa timbul
bercak-bercak yang disebabkan perdarahan di bawah kulit. Keadaan ini sangat berbahaya, maka hubungilah dokter segera.

__________________________________________________
indo community

Leave a Comment

Older Posts »