Archive for April 13, 2009

10 Hal yang Mempercepat Ketuaan

Tanpa disadari, kita kerap melakukan kebiasaan yang justru mempercepat datangnya ketuaan. Kenali kebiasaan-kebiasaan buruk Anda, dan atasi segera. Berikut ini 10 perilaku tidak sehat yang sering kita lakukan, serta cara mengatasinya:

1. Stress Berlebihan
Sejak dulu, kita tahu bahwa stres yang berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang dan memacu resiko penyakit jantung, serta membuat kita tidak nyaman. Stres yang berlebihan juga memacu penuaan dini.

Ibu-ibu yang memiliki anak-anak dengan penyakit kronis merupakan orang-orang yang mengalami stres, dan mengalami penuaan dini yang paling ekstrim.  Cara cepat untuk mengurangi stres adalah dengan menarik nafas dalam-dalam yang disebut dengan pernafasan difragmatik. Untuk jangka panjangnya, luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang dapat mengurangi stres Anda.

2. Minum Alkohol
Bukan merupakan suatu kebetulan bila alkohol merupakan kabar buruk mengenai stres. Para wanita sebaiknya membatasi diri meminum minuman beralkohol. Berbagai gangguan kesehatan juga bisa timbul dari kebiasaan minum alkohol yang berlebihan. Termasuk serangan jantung, kangker hati, kanker tenggorokan, dan kanker payudara.

3. Kurang Bergerak
Dengan sedikit menggerakkan tubuh, kita dapat memperpanjang hidup serta mengurangi kelebihan berat, mengurangi stres, dan bahkan mencegah penyakit Alzheimer. Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu hanya dengan berjanji pada diri sendiri bahwa kita akan lebih aktif.

Parkirlah mobil dari jauh pintu masuk,menggunakan tangga dan tidak menggunakan lift, melakukan olahraga/senam, jalan kaki selama 30 menit atau lebih banyak selama lima kali atau lebih dalam satu minggu.

4. Mengkonsumsi Makanan Berlemak
Lemak yang dikonsumsi secara berlebihan dapat memacu kolesterol tinggi dan merangsang penyakit jantung. Biasakan diri Anda untuk mengkonsumsi makanan yang non-kolesterol dan berkadar lemak rendah.
Tips: Takar asupan lemak, jangan lebih dari 10 persen (atau kurang) dari seluruh kalori.

5. Merokok
Untuk mengurangi bahaya kanker dan kerutan dini, Anda dapat mengganti rokok dengan permen karet rasa nikotin. Berdasarkan penelitian di tahun 2004, permen karet rasa nikotin memberikan hasil dua kali lipat dimana perokok berhenti merokok dibandingkan dengan keinginan/janji si perokok untuk berhenti merokok.

6. Menghirup Udara Polusi
Polusi udara dapat menyebabkan batuk dan sakit mata/mata perih dan hal ini berhubungan dengan serangan pada penyakit asma dan saluran pernafasan. Usahakan untuk berada di dalam ruangan sebanyak yang Anda bisa bila kadar udara sedang tinggi.

7. Terlalu Sering Kena Sinar Matahari
Batasi diri Anda dari sengatan sinar matahari dan gunakan tabir matahari, paling tidak yang mengandung SPF 15 untuk mencegah resiko kanker kulit dan juga kerutan.

8. Kurang Tidur
Kurang tidur berhubungan dengan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi dan masalah ingatan. Singkirkan segera televisi dan benda-benda elektronik lain yang mengganggu ketenangan dari kamar tidur Anda. Tata ulang kamar tidur Anda dan ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman dengan lampu yang temaram yang membuat Anda tidur dengan nyenyak.

9. Kelebihan Berat Badan
Kelebihan berat badan dapat memicu kemungkinan penyakit serangan jantung,diabetes, bahkan kanker. Penelitian mutakhir menyatakan jenis diet yang dilakukan kurang penting dibandingkan dengan komitmen Anda untuk melakukan diet tersebut dengan disiplin.

10. Mengonsumsi Gula Berlebih
Gula yang berlebihan dapat menaikkan berat badan dan kemungkinan terserang penyakit jantung. Ahli nutrisi menyarankan untuk menjaga tambahan gula pada makanan kecil/cemilan dan kue-kue kering sampai 12 sendok teh per hari pada diet berkalori 2200. Selain itu ganti makanan yang manis-manis dengan buah-buahan dan sayuran segar. (Nova)

Harry Prasetya, ST

Leave a Comment

JANGAN MEMASAK AIR DALAM MICROWAVE !!

Diambil dari komplain pengguna Microwave merk General Electric………

Anak saya yang berumur 26 tahun memutuskan untuk membuat minuman kopi. Ia mengambil secangkir air & dipanaskan ke dalam microwave untuk dipanaskan sampai mendidih (sebagaimana sering dia lakukan sebelumnya). Saya tidak tahu pasti berapa lama dia mengeset timer pada microwave tersebut, tetapi dia mengatakan kalau dia ingin air tersebut mendidih.

Ketika timernya sudah otomatis mati, dia mengambil cangkir tersebut dari dalam oven. Dia lihat ke dalam cangkir, dan nampak bahwa air dalam cangkir tidak mendidih, tetapi tiba-tiba air di dalam cangkir “muncrat” ke wajahnya. Cangkir tersebut masih tetap dipegang sampai dia melemparkan dari tangannya, tetapi semua air panas tersebut telah muncrat ke wajahnya karena adanya energi.

Semua wajahnya melepuh dan dia mengalami luka bakar (kulit ari) dan kulit jangat melepuh ber-air, yang mungkin akan meninggalkan bekas luka. Dia juga hampir kehilangan sebagian penglihatan pada mata kirinya. Sewaktu di rumah sakit, dokter yang merawatnya mengatakan bahwa hal ini sering terjadi, dan seharusnya tidak memanaskan air (hanya air) didalam microwave oven.

Jika air dipanaskan dengan cara ini (dalam microwave), sesuatu harus dimasukkan ke dalam cangkir untuk bisa men-difusi-kan energi seperti stik kayu, tea bag (teh celup), dll. Tetapi akan lebih aman kalau mendidihkan air pada ketel air. Mohon teruskan informasi ini kepada semua rekan dan keluarga.

Williams.

Respon dari General Electric :
Terimakasih untuk kontak dengan kami, Mr. Williams.
Kami sangat senang dapat membantu anda. Email yang anda terima adalah benar.  Memasukkan air dan cairan lainnya ke dalam microwave tidak selalu Nampak mendidih (ada gelembung-gelembung udara) pada saat mencapai titik didihnya.

Air/cairan tersebut dapat mengalami “superheated/super panas” dan sama sekali tidak mengeluarkan gelembung-gelembung air.

Cairan yang mengalami “superheated/super panas” akan menggelembung/ muncrat saat cangkir dipindahkan atau saat sesuatu seperti sendok atau teh celup dimasukkan ke dalamnya.

Untuk mencegah hal ini terjadi dan mengakibatkan cedera, jangan memanaskan cairan apapun ke dalam microwave lebih dari 2 menit untuk setiap cangkir. Setelah pemanasan, biarkan cangkir tersebut tetap di dalam microwave untuk sekitar 30 detik sebelum memindahkan atau menambahkan sesuatu ke dalam cangkir tersebut.

Saya harap ini dapat membantu.

Leave a Comment

Awas, Facial Pun Bisa Menular AIDS

Waspadai melakukan facial atau menicure serta pedicure di salon. Bila tidak memperhatikan kebersihan alat-alat yang dipakai ada kecenderungan mengakibatkan penularan penyakit HIV/AIDS. Sayangnya, banyak orang tak paham benar, bahwa dalam proses melakukan facial biasanya digunakan alat yan dinamakan ekstraktor untuk memencet jerawat atau komedo di wajah.

Bila la memiliki jerawat otomatis kotoran dan darah akan dikeluarkan oleh alat penekan ltu. Celakanya lagi, alat ini sering digunakan bergantian. Sejauh mana salon-salon melakukan sterilisasi terhadap alat-alat itu setelah habis dipakai, tidak diketahui secara pasti. Ada yang memang merendamnya ke dalam larutan antiseptik atau alkohol. Namun, ini belum diyakini akan mematikan bakteri, kuman apalagi virus HIV/AIDS.

Penularan AIDS tidak hanya melalui hubungan seksual, transfusi darah, pemberian air susu ibu kepada bayinya, melainkan bisa juga terjadi bila seseorang sedang melakukan facial atau menicure dan pedicure. Ahli kandungan dr Noyorono Wibowo P.OG, Bagian Kebidanan RSCM, dalam seminar ‘Pencegahan Penularan HIV dari lbu ke Anak” pada Selasa (21/5), mengatakan pernah secara tidak sengaja bertemu dengan pasien yang diketahui positif HIV/AIDS di sebuah salon terkemuka di Jakarta.

“Kekhawatiran penularan (lewat medium ini) ada,” ucapnya. Apalagi tidak tertutup kemungkinan adanya darah yang keluar dari pasien HIV atau adanya luka dari petugas di salon yang membuka peluang penularan virus HIV/AIDS.

Ia menyebutkan, memang belum ada penelitian yang khusus mengenai penularan penyakit AIDS lewat cara facial atau kegiatan manicure serta pedicure. “Tapi ini tidak bisa dibiarkan, perlu diwaspadai.” katanya. Menurutnya, untuk memastikan bahwa facial itu benar aman dan sehat adalah melakukan definisi steril atau suci hama terhadap alat-alat yang dipakai.

Tidak cukup hanya dengan merendam dengan cairan antiseptik atau alkohol 70 persen saja, namun harus dengan panas antara 120-150 derajat celcius selama 30 menit untuk membuat status spora negatif, bukan dengan suhu 65-85 derajat celcius yang selama ini dinilai cukup mematikan bagi virus.

Cairan alkohol hanya mampu untuk menghilangkan bakteri. Sementara untuk virus sejenis HIV, cairan antiseptik ini dinilai tidak mampu. Sebaiknya untuk menyucihamakan digunakan cairan glotar aldehid atau sama dengan rumus kimiawi 1,5 pentanedial 2 persen. Untuk suhu pemanasan 70-96 derajat celsius, bakteri bisa hilang, namun bukan mematikan jenis virus, termasuk virus HIV , hepatitis dan cacar air.

Dalam memilih salon kecantikan sebaiknya memperhatikan kebersihan, serta bagaimana salon itu menyediakan alat untuk penunjang kecantikan itu. Jangan ke salon yang dikenal laris manis, tapi kebanyakan mengeluh setelah di facial membuat wajahnya bengkak dan meradang. Itu bisa dijadikan tanda bahwa salon itu memang tak perhatikan kebersihan. Dr Tina Wardhani Visesa, SPKK berpendapat sama. Menurutnya, inti dari penularan AIDS terletak pada cairan tubuh.

Bisa dari darah, sperma atau keringat. “Semuanya tergantung dari faktor risiko tiap-tiap orang,” katanya. Dokter spesialis kulit yang juga memiliki klinik Sakti Medika dan juga salon kecantikan di kawasan Tebet ini mengatakan, facial di salon biasanya bersifat hanya di permukaan kulit saja. ‘Tapi kalau sudah terjadi pendarahan walaupun hanya setetes, sebaiknya dipercayakan kepada dokter,” ujarnya. Sebuah infeksi terjadi tergantung dari kuman, virus itu sendiri, daya tahan tubuh seorang dan lingkungan di mana seseorang berada.

Semoga bermanfaat.

Diolah dari berbagi sumber

Leave a Comment

Older Posts »