Archive for April 12, 2009

7 Kebiasaan Yang Memperkaya Hidup

(thoughtful)

l. KEBIASAAN MENGUCAPKAN SYUKUR.
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik,tapi juga untuk kesusahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar dibalik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia 2 tahun, telah menjdai orang yang terkenal dan dikagumi diseluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah “Aku bersyukur atas cacat yang kualami, karena melalui cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat dan sebagainya. Lama-kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.

II. KEBIASAAN BERPIKIR POSITIF.
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu
berpikir positif, kita cenderung menjadi pribadi yang positif. Ciri-ciri dari
pikiran yang positif selalu mengarah pada kebenaran, kebaikan,kasih sayang, harapan, dan sukacita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan.
Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadilah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.

III. KEBIASAAN BEREMPATI

Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain,mengerti keinginan orang lain dan menangkap motif yang tersembunyi di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sifat egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain.

Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dsb.

IV. KEBIASAAN MENDAHULUKAN YANG PENTING
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah! Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak penting untuk dilakukan, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu untuk dipikirkan,mana yang perlu segera dikerjakan dan mana yang bisa ditunda. Waspadalah ketika Anda melakukan kebiasaan yang merusak, ketika mengerjakan sesuatu yang sia-sia,ketika memikirkan hal-hal yang tidak berguna. Kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.

V. KEBIASAAN BERTINDAK
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah berikutnya adalah bertindak. Biasakanlah diri Anda untuk bertindak,hargailah waktu, jangan menunda apa yang bisa Anda lakukan sekarang, raihlah apa yang Anda inginkan, lawanlah perasaan malas dan pasif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tidak mau melangkah.

VI. KEBIASAAN MENABUR BENIH
Prinsip tabur-tuai ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda menuai apa yang Anda tabur. Bayangkan, betapa kayanya hidup Anda bila selalu menabur benih kebaikan. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.

VII. KEBIASAAN HIDUP JUJUR
TAnpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh. bila tidak jujur,
Anda sedang merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada orang lain, tapi juga kepada diri sendiri. Bila selama ini Anda bersembunyi dibalik alasan, mulailah katakana kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda hobi berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.

Indo community

Leave a Comment

6 Ways to Make Mr. Right Even Better

(inspiration) by Sherry Amatenstein

Men want to make us happy. That’s the truth according to dating consultant
Renee Piane of Lovemechanics.com. The author of Love Mechanics: The Power Tools to Build Successful Relationships says their occasional inability to
accomplish this goal stems from our inability to say what we need in an,
ahem, constructive manner. Piane adds, “Men are simple creatures. Unlike
us, they weren’t raised analyzing every nuance of relationships.” They
honestly have no idea what we want. This leaves them shadowboxing blindly,
praying they’ll accidentally hit on what we need and hoping that they won’t
get in too much trouble when they fail to deliver.

But not all guys are completely clueless at every turn. Chances are, your
man is smoother in one or more of the following areas, but in an effort to
cover all the bases — and save as many relationships as possible — let’s
take a giant step back and start at the beginning. The simple secret to
teaching them what we want in a way they’ll “get” is to deliver the message
wrapped in a velvet glove — as opposed to a two-by-four. Here’s how you
can help him improve his:

1. Improve his wardrobe
A man who has no fashion sense is aware of his flaw and doesn’t need you to
point it out to him in condescending fashion (“You’re gonna go out of the
house in that?”). Piane says, “If you nag, he’ll hear his mother’s voice
and turn off.” The battle plan is SSS: stroke, suggest, stroke. Meaning
compliment him, tell him what you want, compliment him again. Say, “Honey,
you’re so attractive. You’ve got a great haircut and great shoulders but
you’re not showing yourself off to the best advantage. How would you feel
if we went shopping to find a few new flattering outfits? That way when we
go out with our friends next weekend, you’ll look like a million bucks.”

2. Improve his eating habits
He’s the king of junk food, the only thing in his frig is ketchup and a
bottle of water. Piane says, “You can’t really change his inbred habits,
but you can show him a better way to live.” Next time you’re visiting, say,
“You have nothing in the house. Why don’t we go to the supermarket and
stock up?” Buy healthy foods that are easy to prepare, like prepackaged
salad, and make a healthy meal when you get back to his place. (Men love to
be fed, Piane points out.) Hopefully he will start learning by example.

3. Improve his living space
When you walk into his amazingly messy hovel, don’t attack him for what you
see — and don’t see. Don’t make a judgment. Remember SSS. Go, “Sweetheart,what a great couch. It would look awesome to match it with this lamp I saw at Ikea.” Piane says, “I once dated a guy who had a great job, drove a Lexus, the whole bit. His kitchen sink was full of dirty dishes and bugs. I
said, “You’re such a together guy, I expected your place to be like the
rest of you. I have a great maid who can take care of this for $45.” The
next time Piane visited, the place was spotless. His sheets make you itchy?
When he stays at your place, say, “Oh, I love these sheets. They’ re so
soft.” He’ll probably go out and buy the same sheets for his bed. Remember
that he aims to please if only he’d know how.

4. Improve his ability to make plans
He’s constantly putting it on you to decide the evening’s agenda when your
deepest wish is for him to come up with a great plan. Instead of nagging,
try, “Honey, it makes me happy that you want me to make plans, but what
really turns me on is when you call and say you’ve thought of something
great for us to do.” Piane advises, “Put it in terms of feelings: ‘I love
when you pick the place because you always pick a great one.’”

5. Improve his attention span and memory for “the little things” It’s so
great when a man remembers little things about you, like your preference
for Diet Coke over Diet Pepsi. If you’re like most of us though, you’re
lucky when your guy remembers that if you eat shellfish you’ll wind up in
the hospital. Piane says, “He is who he is. He doesn’t give love the way
you do. Show him what you need. Every time he does remember some little
thing about you, shower him with appreciation. (‘When we were out with
Barbara and Steve last night and you said, “Diane loves the cheesecake at
this restaurant, it made me feel so special.”‘) In this way you’ll be
programming him to please you because he knows he’ll be rewarded.”

6. Improve his bedroom moves
Men aren’t born with road maps of the female body and hate it when you come off like a drill sergeant. Piane puts it plainly, “Don’t castrate a guy
when he’s naked with a hard-on.” Show him what you like with words and
gestures. In bed, moan with joy when he accidentally hits a hot spot. Out
of bed, say, “It felt amazing when you did this but when you did that it
hurt just a little. So can we try this again? It was really spectacular.”
The key is to be playful, not punitive.

The bottom line, according to Piane, is to have reasonable expectations. He
isn’t actually a white knight, but instead a mere mortal with a penis. It’s
not his job to make you happy 24 hours a day. Take care of yourself and
appreciate him and every little thing he does to please you. Odds are,
you’ll be rewarded tenfold

Men’s Top 5 Peeves about Women
Now that you know what techniques will work on him, here are the surefire
failures:

1. Nagging
Piane suggests, “Call your girlfriend and rant to your heart’s content
about your bozo boyfriend’s thoughtlessness. Or write out your
disappointment.” Don’t nag him. Odds are, your bad mood is due more to your
own insecurities than anything your guy has done — or not done.

2. Holding grudges
Okay, he accidentally threw out your favorite blouse — seven months ago.
Get over it.

3. Bad timing
Don’t begin a life-changing conversation when he’s obviously very stressed.
And don’t utter the ominous phrase, “We need to talk.” He’ll think he’s in
big trouble. A gentler, more effective approach is, “Later on tonight or
maybe tomorrow I want to have a conversation. It’s not a big deal and it
will only take a few minutes.”

4. Tough tonality
He gets your displeasure, not the reason for it when you bark at him like
at a puppy who missed the newspaper. Or when you sound like a teacher
chastising a wayward pupil. Or when you are condescending and bitchy. Or
when…

5. Lack of appreciation
You notice when he messes up but rarely mention when he gets it right.
Repeat after me: Compliment, don’t castrate.

____________________________________________
To accomplish great things we must not only act,
but also dream, not only plan, but also believe.
***********************************************
indo community

Leave a Comment

14 Sikap Wanita Yang Tidak Disukai Pria

(relatonship)

1.Akumulasi.
“Kamu kan sudah punya baju hitam, sayang.” Pria tidak habis piker mengapa wanita memerlukan suatu benda atau barang lebih dari satu.

2. Sahabat karib.
Pria juga punya sahabat baik dan mereka juga berdiskusi seperti wanita. Tapi yang tidak bisa dimengerti pria tentang wanita adalah, wanita menceritakan apa saja terhadap sahabat karib, termasuk tentang diri si pria itu. Seringkali disertai embel2, “Jangan cerita lagi kepada siapapun, saya hanya menceritakan kepadamu.” Kalau takut diceritakan lagi kenapa harus cerita.

3. Menggerutu.
Yang juga tidak bisa dimengerti pria adalah, wanita menghabiskan satu
sore menggerutui seseorang.

4. Menangis.
Pria paling tidak suka melihat wanita menangis. Hal ini membuat mereka merasa bersalah sekaligus bingung, apa yang membuat wanita menangis. Pria tidak bisa membedakan air mata kesedihan karena telah terjadi sesuatu yang benar2 menyedihkan. Karena film sedihpun bisa membuat wanita menangis. Selain itu ada rasa iri pada pria, mereka tidak bisa menangis seperti wanita walaupun sesekali mereka ingin melakukannya.

5. Rasa ingin tahu yang besar.
Termasuk ingin tahu, “Kenapa sih, sayang? kok diam saja? tanya wanita jika melihat kekasih atau suaminya berdiam diri. Kalau tidak dijawab si wanita akan terus bertanya, “Sedang memikirkan apa sih?” Padahal terkadang pria hanya ingin berdiam diri saja dan benar2 tidak memikirkan apa2. Kalau si pria bilang tidak memikirkan apa2 , wanita tidak percaya, “Ah bohong! kalau tidak kok diam saja?” Dan wanita masih nekat saja. Baru berhenti kalau pria benar2 sudah marah.

6. Bertanya tentang kondisi tubuh.
Pria paling tidak suka ditanya, “Sayang, saya gemuk atau kurus?
Menurut kamu, saya tambah gemuk nggak?” Atau pertanyaan lain yang sejenis, Misalnya “Perut saya gendut ya? Atau pinggul saya makin besar nggak?” Ini merupakan pertanyaan yang menjebak dan paling sulit dijawab pria. Tapi sekali wanita bertanya pria merasa tidak bisa melepaskan diri. Kalau pria bilang tidak, si wanita akan bilang bohong, kalau ia si wanita tidak senang. Satu2nya cara pria untuk menghindari hal ini adalah pura2 sibuk atau lari.

7. Busana.
Pria benar2 tidak bisa melihat perbedaan antara acrylic skivvy dari DKNY atau kain warna hitam lainnya dari Zambesi. Apa salahnya pakai celana panjang yang dibeli tahun lalu jika masih kuat? Dan kenapa mesti beli lagi?

8. Cemburuan.
Yang ini juga cukup rumit untuk dipahami pria. Di satu sisi wanita bilang tidak suka pada pria yang overprotective dan penuh prasangka.
Tapi pada saat yang sama, wanita cemburu melihat mata prianya terbelalak ketika menonton adegan seksi atau melihat wanita lain.

9. Cinta.
Pria memegang prinsip bahwa mereka cukup sekali saja mengatakan I Love You. Dan ini akan terus berlaku sampai dia menampakkan perubahan. Jadi pria tidak pernah bisa mengerti, mengapa wanita terus bertanya, apakah masih cinta padahal ia belum berubah. Sederhananya jika 2+2=4, mengapa masih harus bertanya? Kalau wanita terus mendesak paling2 dia akan “Sekarang saya kan masih sama kamu. Lalu kamu kira itu karena apa?”

10. Menu.
Yang juga membingungkan pria adalah, saat makan di luar, si wanitanya berkeras tidak mau makan udang goreng mentega, tidak mau spaghetti atau kue keju dan sebagainya. Tapi sesudah si pria memesan untuk dirinya sendiri, sepanjang makan si wanita terus ambil dari piringnya. Jika dia merasa terganggu dan tanya, kenapa tadi tidak pesan apa2, si wanita akan menjawab “Tadi kan saya tidak merasa lapar!” atau “Ah, saya kan makannya hanya untuk iseng saja.” Dalam hati mungkin si pria berkata, isengnya kok gangguin orang makan.

11. Tak punya baju.
Pria tidak habis pikir, baju wanita selemari penuh, dengan belasan pasang sepatu. Tapi si wanita tetap saja bilang tidak punya baju untuk pesta. Pria juga tidak mengerti pada wanita mengapa baju yang sudah dipakai ke satu pesta tidak boleh dipakai ke pesta yang lainnya. Atau merasa salah tingkah jika bertemu dengan orang tersebut pada kesempatan lain tapi masih pakai baju yang sama.

12. Permainan bertanya.
Pria takut dengan permainan bertanya yang disukai wanita, “Kapan pertama kali kamu merasa sayang pada saya?” “Waktu itu saya pakai baju apa?” “Dimana kita ciuman untuk pertama kalinya.” Jika si pria salah menjawab biasanya wanita akan marah. Kalau dia lupa, wanita menganggapnya kurang perhatian, kalau perhatian kan akan ingat. Atau si wanita kurang berarti lagi untuk dia sampai saat sepenting itu pun sudah dilupakannya.

13. Alasan.
Pria juga merasa serba salah jika si wanitanya memintanya menjelaskan alasan sesuatu yang dilakukannya. Terkadang mereka melakukan sesuatu tanpa alasan tertentu. Jadi dalam hati pria mungkin bertanya, “Apakah segala sesuatu harus disertai alasan?”

14. Belanja.
Belanja merupakan olahraga satu2nya yang tidak bisa dilakukan pria.
Itu sebabnya mereka paling benci kalau diminta mengantar si wanita belanja.

_____________________________________________________________
It may take a life time to find true love,
but when you do,
You will have an eternity to share it

Indo community

Leave a Comment

Older Posts »