Archive for March 14, 2009

TIDAK BISA MEMBACA

SEORANG anak kecil berlari-lari di sebuah perpustakaan. Petugas perpustakaan memanggilnya dan berkata:
“Tolong tenang sedikit, nak. Orang-orang itu tidak bisa membaca.”
“Tak bisa membaca?” si anak balik berteriak dengan hampir setengah tertawa.
“LALU, APA YANG MEREKA LAKUKAN DI PERPUSTAKAAN INI?” (diks) **

TANGGAL 1 MEI
KIKI pagi itu kelihatan gembira sekali berangkat ke sekolah.
Ketika ditanya ayahnya mengapa ia lain dari biasanya, Kiki menjelaskan:
“Sekalang tanggal satu Mei, Ayah.., Kiki tidak sulit lagi menyebut nama bulan kalau ditanya Ibu Gulu, tidak sepelti bulan JANUALI sampai APLIL kemalin.” (diks) **

TAKUT
“PA, nyetir mobilnya jangan ngebut dong. Dodi takut nih.” keluh Dodi dengan wajah cemas kepada Papanya.
“Tenang saja, sayang. Kan Papa sudah bilang, kemana kita melangkah ada malaikat yang akan menjaga kita,” sahut papanya menghibur. “Itu kan kalau kita melangkah, Pa. Tapi kalau kita naik mobil, malaikat penjaga itu bisa ketinggalan.” (de) **

LIMA
DENGAN susah payah, seorang ibu berusaha mengajarkan anaknya berhitung.
“Misalnya,” kata si ibu, “kita piknik. Kamu, Ibu, ayah, nenek dan kakek.
Berapa Coca-cola yang perlu kita bawa?”
Si anak berpikir sebentar, lalu katanya, “Empat.”
“Salah” potong si ibu, “Lima.”
“Empat,” kata si anak ngotot, “SAYA KAN MAU FANTA …” (de) **

BIAR TENANG
JENGKEL dengan kelakuan muridnya yang sering terlambat dan bandel, bu guru menegur Andi yang baru datang.
“Ibumu menyuruh kau ke sekolah supaya kamu bisa menjadi orang pintar,” tegur bu guru.
“Bukan begitu. Mama menyuruh saya ke sekolah supaya Ia bisa bekerja tenang di rumah,” jawab Andi. (jang) **

JENDELA MOBIL
ADA empat anak kecil sedang berbincang-bincang mengenai gurun pasir.
Edo : “Kalau kamu pergi ke gurun pasir apa yang akan kamu bawa. Wendi :
“Pasti saya akan bawa es batu yang banyak, karena disanakan sangat panas.”
Idas : “Kalau saya akan bawa kipas angin, kalau panas tinggal dinyalakan saja.”
Badru : “Kalau kamu apa Ram”
Ramlam : “Sambil berpikir, … saya akan bawa jendela mobil… he…he…he…”
Badru, Isur, Udin : “Jendela mobil?”
Ramlan : “Iya. Kalau kepanasan tinggal buka saja. (Sil) **

UJIAN SEJARAH
KETIKA ujian mengenai pelajaran sejarah si Tono tampak melamun. Tiba-tiba Pak guru bertanya.
Pak Guru: “Kenapa kamu saat ujian begini melamun?”
Tono: “Saya sedang membayangkan seandainya saya hidup dijaman dulu.”
Pak Guru: “Memangnya kenapa?”
Tono: “Kan tidak akan banyak sejarah yang harus dipelajari.” (win) **

Sebuah badai menghantam perahu yang ditumpangi oleh seorang boss dan anaknya,yang hendak pergi berlibur. Perahu itu hancur ber-keping², tapi kedua penumpang ini selamat, berhubung mereka membawa pelampung.

Setelah terapung ber-jam² dan dilanda rasa putus asa, sang anak mulai berkeluh kesah,
“Ayah, saya rasa kita tidak akan selamat.”
“Oh, tenang saja. Pasti ada yang menyelamatkan kita!”
“Kok ayah optimis? Siapa sih yang ingin men-cari² kita di tengah samudra yang luas ini?”
“Para karyawanku! Gaji mereka bulan ini belum sempat saya bayarkan.”

Leave a Comment

Penawar lelah

TERBUKTI
“Kenapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?”
“Boss saya menuduh saya mencuri uang perusahaan.”
“Kenapa tidak kau suruh dia membuktikannya?”
“Sudah. Ternyata dia bisa.”

MEMELAS
Seorang anak berlari menemui ibunya di dapur.
Anak : “Bu, minta uang.”
Ibu : “Buat apa?”
Anak : “Itu, di depan rumah ada orang yang berteriak memelas.”
Ibu : “Apa teriakannya?”
Anak : “Bakso, Bakso!”

TIDAK MELIHAT
“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” Tanya seorang polisi kepada seorang pengendara motor.
“Saya lihat, Pak.”
“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”
“Saya tidak melihat Bapak.”

TAKUT
“Waktu anakmu kejatuhan buah kelapa, kenapa kamu tidak menolongnya?”
“Aku takut.”
“Takut apa?”
“Takut turun dari pohon kelapa yang aku panjat.”

SABAR
“Saya heran, Saudara begitu sabar menunggu rumah, sedangkan istri
Saudara setiap malam pulang pagi.”
“Laki-laki pulang pagi menghabiskan uang, sedangkan
wanita pulang pagi mendatangkan uang.”
Itulah sebabnya saya membiarkan istri saya pulang pagi.

KECEBUR
Anak : “Bu, dari tadi si Ima nangis terus, nggak mau berhenti.”
Ibu : “Ini Rp 500,-. Kasih ke dia buat jajan.
Bilang, jangan nangis lagi.”
Anak : “Percuma, BU.. Dia nggak bakal mau diam.”
Ibu : “Dasar anak nakal. Di mana sih dia sekarang?”
Anak : ” Tuh, di dalam sumur.”

KETAHUAN
Seorang anak yang mencuri mangga kepergok si empunya pohon.
Pemilik : “Hei, sedang apa kami di atas situ?”
Anak : “Anu, Pak. Cari layang-layang.”
Pemilik : “Buat apa?”
Anak : (Tambah gugup) “Eh, buat bikin rujak, Pak.”

MELUKIS
“Sedang ngapain kamu, Wan?”
“Sedang melukis kuda makan rumput.”
“Mana rumputnya? Kok nggak kelihatan?”
“Sudah dimakan kuda.”
“Lho, kudanya mana?”
“Sudah pergi! Untuk apa lagi dia di sini, kalau rumputnya sudah abis!”

DUA-DUANYA
Untuk memperingati ulang tahun perkawinan yang ke-7,Najib menawarkan 2 pilihan kepada istrinya.
“Pilih salah satu, Yang,” katanya.
“Jalan-jalan ke Paris, atau membeli 2 lusin busana rancangan terbaru
perancang terkenal.”
“Saya pilih jalan-jalan ke Paris saja. Di sana kita pasti bisa membeli
selusin busana rancangan terbaru Dior.

SINGA
Freddy berburu ke Afrika. Tengah hari rombongannya berjumpa dengan
seekor singa.
“Harap tenang,” kata pemandunya. “Berdasarkan buku yg saya baca, kalau kita tidak bergerak, singa itu tidak akan
mengganggu dan segera meninggalkan tempat ini.”
Tapi Freddy menyela, “Apakah singa itu juga membaca buku yang kamu baca?’

========================================================

Leave a Comment

TERNYATA…

Joko, yang baru saja di PHK melamar pekerjaan di sebuah kebun binatang.

  • “Pak, saya bermaksud untuk bekerja di tempat ini. Pekerjaan apa sajalah, yang penting saya bisa makan.”

    Pimpinan kebun binatang berpikir sejenak, sebab sebenarnya tidak ada lowongan di kebun binatang tersebut. Kemudian dia memperhatikan perawakan Joko yang tinggi besar. Akhirnya…

  • “Baiklah. tapi saya ragu apakah anda mau menerima pekerjaan ini.”
  • “Oh..pekerjaan apa saja akan saya terima, yang penting halal..!” Joko meyakinkan.
  • “Begini…Orang utan kebun binatang ini baru saja mati, dan penggantinya baru akan datang bulan depan. Nah, anda saya minta untuk berpura-pura menjadi orang utan dengan memakai baju khusus sehingga mirip sekali dengan orang utan tersebut. Anda tinggal berakting sebaik-baiknya dan bertingkah seperti orang utan. Bagaimana…?!!??” tawar pimpinan kebun binatang tersebut.

Tanpa pikir panjang Joko menerima tawaran tersebut. Keesokan harinya Joko memulai pekerjaannya. Dia dimasukkan dalam kandang (kandang tidak berjeruji tapi bertembok tinggi tanpa atap. Pengunjung bisa melihat dari atas). Kandang Joko bersebelahan dengan kandang singa.
Joko memulai aksinya. Gayanya memang patut diacungi jempol. Sama sekali tidak terlihat bahwa dia adalah manusia. Dia bergelantungan, berlompatan, jungkir balik dengan lincahnya.

Suatu hari Joko terlalu bersemangat sehingga pada saat bergelantungan tanpa sengaja pegangannya terlepas dan dia terlempar ke kandang Singa. Joko langsung lemas karena ketakutan, para pengunjungpun ketakutan membayangkan nasib si orang utan. Joko ingin berteriak minta tolong tapi dia takut ketahuan aslinya. Singa mendekati Joko semakin lama semakin dekat.. Joko hanya bisa berdoa dalam hatinya. Pada saat singa sudah berada tepat dimukanya, tanpa sadar Joko mengucapkan “Tolong..,” walaupun hanya lirih.

Dan….
Singa: “Diam bodoooh….! Sekali lagi kamu mengeluarkan suara, kita berdua akan dipecat!” bisik singa yang ternyata adalah juga manusia.

Joko pun langsung pingsan dengan sukses…

Indo community

Comments (2)

Older Posts »