Archive for March 11, 2009

Tips mudah menghilangkan formalin

Isu tentang formalin mungkin sudah mulai surut. Tapi upaya yang dilakukan Dra SUKESI M.Si, Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITS, untuk mengurangi kandungan formalin dalam makanan yang telah diawetkan dengan formalin, kiranya bisa dimanfaatkan.

Apalagi cara yang ditawarkannya boleh dibilang tanpa biaya tambahan apa-apa, hanya bagaimana cara memperlakukan bahan makanan itu sebelum dikonsumsi.

“Saya tertarik untuk mencoba mencari bagaimana mengurangi kadar formalin dalam makanan semata karena ternyata penggunaan bahan pengawet yang di larang itu sudah sedemikian memasyarakat,” katanya.

Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan kadar formalin atau deformalinisasi? Cukup mudah kata Kesi menjelaskan. Dalam siaran pers yang dikeluarkan ITS, ia menjelaskan untuk proses deformalinisasi ikan asin, dapat dilakukan dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yakni air, air garam dan air leri.

“Perendaman dalam air selama 60 menit mampu menurunkan kadar formalin sampai 61,25 persen, dengan air leri mencapai 66,03 persen, sedang pada air garam hingga 89,53 persen. Ini artinya hanya dengan perlakuan dan pengetahuan yang baik sebelum dikonsumsi, kadar formalin akan hilang,” katanya.

Memang, tambahnya, kita tidak dapat menghilangkan hingga 100 persen kadar formalin yang ada. Tapi paling tidak dengan makin berkurangnya kadar formalin dalam bahan makanan itu, maka untuk mengkonsumsinya relatif aman.

“Saya tidak mengatakan formalin itu aman digunakan sebagai pengawet,tapi mengurangi kadar formalin dalam bahan makanan yang mengandung formalin menjadi penting untuk diketahui dan dipahami,” katanya.

Bagaimana dengan tahu? “Sedikitnya ada tiga cara penanganan untuk mengurangi kadar formalin, direndam dalam air biasa, dalam air panas, direbus dalam air mendidih, dikukus kemudian direbus dalam air mendidih dan diikuti dengan proses penggorengan,” katanya.

Hasilnya, katanya melanjutkan, berbeda-beda, terbaik merebusnya dalam air mendidih kemudian diikuiti dengan proses penggorengan.

“Sedang untuk mie proses deformalinisasi terbaik adalah dengan cara merendam dalam air panas selama 30 menit, dimana hasilnya dapat menghilangkan kadar formalin hingga mencapai 100 persen. Adapun pada ikan segar, dapat dilakukan dengan merendam dalam larutan cuka 5 persen selama 15 menit,” katanya.

Sukes akan mencoba membuat apa yang telah dilakukan dalam penelitian deformalinisasi ini dalam bentuk brosur praktis agar masyarakat dengan mudah melakukannya.

“Kami sedang mencari sponsor untuk menyebarluaskan hasil penelitian ini sebagai bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. Harapannya melalui brosur itu masyarakat akan makin tentang dengan isu-isu formalin, karena ternyata dapat dikurangi kadarnya,” katanya

Salam,

Moga K

Leave a Comment

TIPS MENYAJIKAN IDE PADA MANAJEMEN

(Lana J. Chandler, Presenting Your Ideas to Management, Office Hours, Issue No.392)

Pernahkah anda mempunyai ide cemerlang tetapi tak punya cukup nyali untuk mengajukannya pada manajemen? Mungkin anda berpikir, “Toh, tak ada yang mau menghiraukannya.” Jangan berkecil hati dan meremehkan kemampuan anda untuk menyampaikan ide anda pada manajemen.

Banyak ide-ide penting dari karyawan yang menyumbangkan efisiensi dan keuntungan bagi perusahaan. Bagaimana pun ide itu tak bermanfaat apa-apa jika anda hanya menyimpannya sendiri. Bila anda ingin ide anda menjadi kenyataan, anda membutuhkan persetujuan manajemen. Berikut beberapa tips agar anda mendapatkan respon yang positif dari para pembuat keputusan di perusahaan.

1–Taati garis komando organisasi anda.
Pertama kali, bicarakan ide itu pada atasan langsung anda. Meskipun atasan anda tak mempunyai wewenang untuk memutuskan ide anda, ia bisa memberikan petunjuk bagaimana anda memulai ide tersebut. Selain itu, atasan anda biasanya tahu apa- apa yang harus anda lakukan untuk mewujudkan ide anda itu.

2–Mintalah waktu untuk bertemu.
Jadwalkan rapat dengan atasan anda. Biarkan atasan anda menentukan waktu yang dikehendakinya, meskipun itu berarti anda harus pulang terlambat atau dating lebih pagi.

3–Siapkan bahan-bahan pendukung ide anda.
Pelajari problem yang sedang anda sampaikan dengan teliti. Temukan keuntungan-keuntungan apa yang dapat diraih oleh perusahaan dari usulan anda. Keuntungan itu dapat berupa sesuatu yang berujud maupun tidak. Tentukan hambatan-hambatan dan bagaimana anda bisa mengatasinya. Persiapkan diri anda dengan pertanyaan- pertanyaan yang mungkin diajukan, maka anda akan dapat menanggapinya dengan lebih baik, dan tidak tampak canggung atau gelisah.

4–Jagalah sikap positif dan kesediaan untuk membantu.
Tanamkan kepercayaan diri, tetapi jangan agresif. Hidnari pernyataan-pernyataan yang negatif atau memaksa, seperti, “Ini adalah cara terbaik untu…” atau “Anda harus…” Jangan pernah mengatakan sesuatu yang buruk dari apa yang ada sekarang. Mungkin saja apa yang anda buruk-burukkan adalah ide atasan anda sendiri.

5–Sajikan ide anda secara verbal dan tertulis.
Jelaskan persoalan yang anda temukan, ide pemecahan anda, dan rencana penerapannya beserta biaya-biaya. Gunakan grafik dan alat bantu lain bila diperlukan. Sampaikan presentasi anda secara verbal dan edarkan “hand-out”. Ini memungkinkan atasan anda dan para pengambil keputusan lain untuk mereview informasi dengan nyaman.

6–Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan jelas.
Jika ide anda mudah dimengerti, anda tak perlu berpanjang lebar menjawab pertanyaan. Lagipula, lebih kecil kemungkinan anda ditolak. Orang-orang yang sulit menerima ide anda biasanya tidak mengerti apa yang ingin anda sampaikan.

7–Tawarkan pemecahan.
Hanya mengutarakan, “Departemen kita butuh prosedur yang lebih cepat untuk mengatasi persoalan ini” tidaklah cukup baik. Pemecahan menunjukkan bagaimana anda melakukan inovasi. Meskipun atasan anda menolak ide anda, mereka tetap akan melihat bahwa anda mempunyai sebuah idea.

8–Percayalah pada ide anda.
Anda harus menunjukkan sikap antusias pada usulan anda sendiri untuk mendapatkan dukungan dari pihak lain. Hindari kalimat seperti, “Ini ide sepele saja, tetapi…” atau “Mungkin anda takkan suka ide ini, tetapi…”

9–Terbukalah pada ide-ide orang lain.
Para pengambil keputusan mungkin menawarkan perubahan atau penambahan pada ide-ide anda. Bersikaplah positid dan berpikiran terbuka bila mereka mulai mengutak- atik ide anda. Seringkali pemecahan yang terbaik didapat dari kombinasi berbagai usaha orang lain.

10–Berikan penghargaan.
Berikan penghargaan pada kolega atau bawahan yang telah membantu anda mengembangkan ide ini, atau mereka yang menyediakan bahan-bahan pendukung. Dengan membagi penghargaan, anda memudahkan tim kerja dan menyemangati bawahan anda untuk melaksanakan dengan antusias bila ide itu disetujui.

11–Terimalah penolakan.
Mungkin saja manajemen menolak ide anda. Jangan marah atau memasukkan itu kedalam hati bila ide anda ditolak. Yan paling penting, jangan biarkan penolakan itu membuat anda tidak berani mengajukan usulan lain.

Hanya karena sebuah pekerjaan telah dikerjakan dengan cara yang sama selama bertahun-tahun, bukan berarti proses tersebut tidak bisa diperbaiki. Ambillah waktu dan inisiatif untuk mengajukan pendekatan segar yang dapat melicinkan karier anda. Anda pun akan dikenal sebagai karyawan yang peduli untuk membantu pertumbuhan dan keuntungan perusahaan.

Indo community

Leave a Comment

Tips Menyikapi Kritik

Tak ada orang yang senang menerima kritik. Bagaimana pun hebatnya seseorang,ia pasti tak akan kebal dari kritik. Pertama, karena tak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Kedua, banyak orang yang senang mengkritik, meskipun mereka tahu dikritik itu tidak enak. Memang tidak semua kritik itu benar. Namun, bagaimana anda mensikapi kritik sebenarnya dapat mendorong perbaikan bagi kepribadian anda.

1–Tahan diri anda dari amarah.

Marah adalah signal alami yang mengatakan bahwa anda sedang dikritik. Yakinlah setiap orang memang berhak mengutarakan pendapatnya. Biarpun wajah anda merah padam, usahakan agar tidak marah. Bila anda tidak lulus di langkah ini, maka langkah-langkah berikutnya hampir mustahil berguna bagi anda.

2–Terimalah kritik dengan sikap terbuka.

Mungkin kritik itu salah, namun pengkritik menganggapnya berbeda. Bersikaplah terbuka, bila perlu ubahlah pandangan si pengkritik. Pahami keberatannya sehingga anda dapat menanggapinya secara tepat.

3–Jangan masukkan kritik ke dalam hati.

Meski anda bersikap terbuka, bukan berarti anda selalu memasukkan kritik kedalam hati dan menjadikannya sebagai urusan pribadi. Hal ini sama saja dengan menyiksa diri anda sendiri. Mungkin kritik ditujukan pada usaha, produk, staff anda, bukan pribadi anda. Ingatlah anda perlu menjaga hubungan jangka panjang. Bila kritik ditujukan secara tidak proporsional,amati saja ketidakmampuan pengkritik menyampaikan kritiknya.

4–Mintalah keterangan lebih spesifik.

Pahami bahwa mungkin kritik itu benar. Jadi cobalah untuk memahami dan meminta keterangan yang lebih spesifik mengenai apa yang dikritik tersebut. Ini bermanfaat bagi anda dan pengkritik agar dapat melihat situasi yang sebenarnya.

5–Jangan balas kritik dengan kritik.

Tugas anda adalah mensikapi kritik agar anda dapat meraih lebih banyak perbaikan dan keuntungan dari kritik itu. Membalas kritik dengan kritik sama dengan menyulut perdebatan yang tidak perlu. Anda takkan bias memadamkan api dengan api. Akhirnya yang terjadi hanya abu hangus saja.

6–Tanyailah diri sendiri perbaikan apa yang bisa anda lakukan.

Dengan demikian anda mampu melihat kritik sebagai perbaikan bagi diri sendiri, sekaligus mendapatkan keuntungan darinya. Lebih banyak perbaikan produk ditemukan kritik daripada pujian dari konsumen anda.

7–Mintalah pendapat dari orang lain.

Bila anda tidak yakin dengan sebuah kritik, mintalah pendapat dari orang lain yang benar-benar tulus. Pendapat mereka dapat membantu anda menemukan bagian mana dari kritik itu yang benar atau keliru.

8–Biasakan diri anda dengan kritik.

Membiasakan diri berarti mensikapinya dengan tenang dan positif. Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas kritiknya, meski tidak selamanya benar. Bagaimana pun perhatiannya patut dihargai.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Leave a Comment

Older Posts »