Archive for March 2, 2009

Strategi Mengelola Rasa Iri

Iri Tanda Tak Mampu! Seringkali orang mengungkapkan hal ini jika ada orang yang iri terhadap keberhasilan orang lain. Nah apakah anda pernah merasakan iri dengan keberhasilan dan kesuksesan orang lain?

Sebenarnya cukup manusiawi kok, kalau anda punya perasaan iri melihat keberuntungan orang lain. Apalagi di tengah kondisi social yang penuh kesenjangan seperti dewasa ini. Lagipula, sebagai manusia normal andapun ingin mengecap keberuntungan yang dirasakan seperti orang lain itu bukan ?

Tapi hati-hati lho, jangan sampai rasa iri itu menguasai pikiran anda. Kalau terus menerus terpuruk pada perasaan iri, keberuntungan justru akan semakin menjauh dari kehidupan anda. Nah emang enak!

Tapi sssttt, ternyata rasa iri juga bias memicu motivasi anda untuk maju, dengan catatan anda bisa mengelola perasaan iri itu dengan baik. Menurut Nothcote Parkinson penulis buku ‘Getting Along Better With People’, ada dua dampak sifat iri. Yang pertama rasa iri bisa membenamkan anda pada perasaan kesal, kecewa, stress, depresi bahkan frustasi. Yang kedua, rasa iri cenderung membangkitkan semangat anda untuk bersaing dengan orang-orang yang berhasil.

Dalam hal ini tentu saja dampak yang pertama tidak perlu dibahas. Karena sudah jelas dampak tersebut menyebabkan kemunduran diri sendiri. Dampak negatif ini akan membuat anda seperti ‘pesakitan’ yang kehilangan gairah dan semangat hidup.

Bagaimana dengan dampak yang kedua ? Kalau anda termasuk pengidap rasa iri yang positif, ada teknik untuk mengembangkan rasa iri anda untuk menuju sukses. Simak berikut ini:

  1. Kalau anda iri atas kesuksesan orang lain, baik itu di lingkungan kantor atau dimanapun, fokuskan rasa iri anda pada kelebihan-kelebihannya. Berpikirlah bahwa andapun bisa memiliki kelebihan tersebut.
  2. Jangan lama-lama memanjakan rasa iri anda. Bangkit dan tersenyumlah lalu akui bahwa orang lain yang membuat anda iri itu memang pantas sukses. Dia sukses karena hal-hal positif yang dimilikinya, seperti kerja keras, penuh semangat, cerdas dan sebagainya. Selanjutnya, atur strategi anda bisa menjadi competitor yang sehat.
  3. Jangan sekalipun memupuk rasa iri menjadi ‘kebencian’. Yakinlahh, walau bagaimanapun anda akan merasa lebih nyaman bersaing dengan perasaan yang positif. Dan cobalah untuk ‘positif thinking’ bahwa esok andapun akan berhasil seperti dia.
  4. Bersahabatlah dengan orang-orang sukses di lingkungan anda. Asal tahu aja,keberhasilan dan kesuksesan seseorang juga dipengaruhi dengan siapa anda bergaul. Kalau anda bergaul dengan orang-orang yang gagal, maka anda akan gagal. Sebaliknya, kalau anda bergaul dengan orang-orang yang berhasil, anda akan termotivasi untuk berhasil.

Selanjutnya, carilah jalan yang paling rasional untuk mencapai kesuksesan. Jangan pernah sekalipun berpikir untuk meraih sukses dengan jalan pintas. Percayalah, jika anda bisa mengelola rasa iri dengan positif, rasa iri anda akan berbuah kesuksesan. Nah, kalau anda iri denga manager anda, siapa tahu besok giliran anda yang menjadi manager. Karena anda sudah berhasil mengelola rasa iri anda dengan baik. So, let’s do it !

Terima kasih
M.Yusuf

Leave a Comment

Seputar Penyakit Rematik

Penyakit ini bisa menyerang kita sewaktu-waktu, dibawah ini seputar penyakit rematik yang bisa menjengkelkan kita.

Health (MS/AMO) – 

Mitos : Penyakit rematik adalah penyakit tulang.

Fakta :  Penyakit rematik adalah penyakit yang menyerang Persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis rematik, seperti osteoartritis dan reumatoid artrtitis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang menopang berat badan, seperti sendi lutut, panggul, tulang belakang, punggung, dan leher.

Meski tidak menutup kemungkinan dapat menyerang daerah lain. Penyakit rematik dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian jika tidak ditangani sedini mungkin.

Mitos : Rematik hanya menyerang orang dengan usia lanjut

Fakta : Penyakit rematik dapat menyerang semua orang, tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Namun pada umumnya, rematik menyerang orang dengan usia 45 tahun keatas. Namun tidak menutup kemungkinan orang yang berusia muda bisa juga terkena rematik, bahkan ditemukan banyak kasus bayi yang terkena rematik. Penyakit rematik pada anak dikenal sebagai Jevenille Rheumatoid Arthtritis.

Mitos : Sering mandi malam sebabkan rematik

Fakta : Sampai saat ini belum ada bukti mengenai hal ini. Mitos mengenai mandi malam bisa sebabkan rematik memang hanya mitos saja, tidak ada hubungan antara rematik dengan kebiasaan seseorang mandi malam.

Kebiasaan mandi pada malam hari memang tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan kapsul sendi akan mengkerut setiap tubuh disiram air dingin atau ketika suhu dingin. Sehingga akan menyebabkan rasa nyeri pada sendi yang telah terserang rematik.

Mitos : Asam urat berlebih bisa sebabkan rematik

Fakta : Gout adalah jenis rematik yang disebabkan oleh adanya endapan kristal monosodium urat atau asam urat yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Namun, asam urat hanya satu dari beberapa penyebab rematik.

Mitos : Penyakit rematik adalah penyakit turunan

Fakta : Ada kecenderungan penyakit rematik diturunkan dari faktor genetis. Namun, tidak selalu penyakit rematik didapat dari faktor genetis. Penyakit rematik lebih banyak disebabkan karena gaya hidup yang salah. (Purwanti/Nunink)

Leave a Comment

SEPULUH KESALAHAN MANAGER DAN BAGAIMANA MENGHINDARINYA

Wolf J. Rinke, PhD, CSP

Ketimbang bertele-tele, kita langsung ke pokok persoalannya saja. Berikut ini adalah 10 kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh manajer, serta bagaimana kita bisa menghindarinya.

10–Tidak mempercayai karyawan.

Jika anda terus-menerus tidak mempercayai karyawan, anda hanya benar sebanyak 3% saja. Namun jika anda selalu mempercayai karyawan anda, sampai terbukti bahwa anda keliru, maka anda menghabiskan waktu anda sebanyak 97% untuk melakukan hal yang benar. Maka mengapa kita tidak melakukan hal yang benar saja? Mempercayai karyawan akan memberikan hasil yang luar biasa positif bagi organisasi anda.

9–Menghabiskan terlalu banyak waktu di kantor.

Dalam sebuah seminar, saya bertanya pada para manager: berapa di antara anda yang tak mempunyai masalah? Tentu saja, tak ada yang mengangkat tangan. Kemudian saya bertanya lagi: kepada siapa anda mencari jawaban? Jika anda menjawab: kepada customer dan karyawan, anda benar. Maka, mengapa anda lebih banyak menghabiskan waktu di kantor anda sendiri? Anda takkan mendapatkan jawaban apa-apa jika anda berdiam di kantor anda. Untuk mendapatkan jawaban atas persoalan, anda harus menghabiskan waktu setidaknya 66% untuk
mempraktekkan management by walking around.

8–Memuaskan customer.

Jika anda berusaha memuaskan customer, anda akan segera terlempar dari bisnis anda. Mengapa? Karena hanya dengan melampaui harapan customerlah, customer akan mengingat anda dan perusahaan. Jika tidak, mereka akan melupakan anda dan tidak akan mempertimbangkan anda lagi. Mereka akan memilih produsen lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

7–Mencari-cari kesalahan karyawan.

Mungkin anda akan protes, bukankah ini adalah tugas manager? Memang benar,tapi jika anda berasal dari generasi tua manajemen, dan jika anda ingin merusak efektivitas anda sendiri. Alasannya: anda sebagai manajer semestinya tahu bahwa harapan-harapan anda baru akan tercapai dalam jangka waktu panjang. Jika anda ingin menyuntikkan energi tinggi dalam organisasi, semestinya anda memusatkan energi anda untuk memergoki karyawan melakukan
hal yang benar. Maka, anda melakukan manajemen dengan penghargaan, bukan dengan perkecualian.

6–Menghabiskan banyak waktu dengan si biang kerok.

Coba perhatikan agenda anda selama beberapa hari ini. Jika anda menghabiskan waktu dengan si biang kerok perusahaan lebih dari 5% waktu anda, maka anda menyia-nyiakan waktu anda sana. Anda mendapatkan apa yang anda perhatikan. Jika anda hanya memperhatikan si biang kerok, anda akan mendapatkan biang kerok. Jika anda menghendaki kinerja perusahaan yang tinggi dan positif, anda harus menghabiskan sebagian besar waktu anda dengan orang-orang yang mampu mewujudkan hal tersebut.

5–Tidak banyak melakukan pelatihan dan pengembangan SDM.

Riset mengatakan bahwa perusahaan yang berkinerja tinggi justru mengalokasikan investasi mereka sebanyak3,5-5% untuk pengembangan sumber daya manusianya, melalui pendidikan dan pelatihan. Sebenarnya tidak ada hal yang ajaib dalam hal ini. Jika anda ingin perusahaan anda berjalan lebih baik, anda harus memiliki karyawan yang lebih baik pula.

4–Menumpuk-numpuk kekuasaan.

Jika anda ingin meningkatkan kekuasaan anda, anda justru harus menguasai seni membagi-bagikannya. Jika anda tidak berkenan membagikan kekuasaan, anda tidak memberi kesempatan orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Artikel di Wall Street Journal tahun 1997, menunjukkan bahwa 30% karyawan merasa bahwa minat mereka diabaikan oleh manajer yang berkuasa mengambil keputusan yang mempengaruhi mereka. Angka ini melonjak dibanding tahun 1996, sebesar 25%. Ingat-ingatlah selalu untuk menekan pengambilan keputusan hingga ke level yang paling bawah.

3–Downsizing.

Kebanyakan manajer menyukai downsizing, alias penciutan organisasi. Mengapa,karena tampaknya inilah cara paling cepat untuk menaikkan laba perusahaan. Dengan demikian, manajer akan mendapatkan bonus lebih bsar. Aha! Melakukan penciutan untuk mendapatkan bonus? Riset menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, perusahaan yang melakukan downsizing justru lebih tidak profitable.

Study selama tujuh tahun yang dilakukan oleh Universitas Colorado membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan downsizing bisa melipatgandakan pendapatan selama 3 tahun. Tetapi, perusahaan sejenis yang tidak melakukan downsizing justru meng-empat lipat gandakan pendapatan mereka dalam periode yang sama. Intinya: perusahaan anda meraih competitive advantage melalui orang, bukan dengan mengusir mereka dari organisasi.

2–Membuat kerja tampak berat.

Apakah anda suka bersenang-senang? Tentu saja! Jadi, mengapa banyak manajer yang menjadikan pekerjaan sedemikian berat dan menyakitkan untuk dikerjakan. Lihat saja survey yang mengatakan bahwa 25% karyawan Amerika Serikat membenci pekerjaan mereka, 56% dengan terpaksa menerima pekerjaan mereka,dan hanya 19% yang mencintainya. Anda akan mencapai kinerja yang luar biasa melalui orang-orang yang biasa saja hanya dengan menjadikan pekerjaan tampak menyenangkan.

1–Memberi reward yang sama kepada setiap orang.

Kebodohan nomer satu yang dilakukan manajer adalah memberikan reward yang sama kepada setiap orang. Hal ini melanggar prinsip terutama dari manajemen: reward harus sesuai dengan kinerja. Jika anda melakukan prinsip ini, anda punya peluang untuk membentuk perusahaan sebagaimana yang anda inginkan. Maka, lihat lagi bagaimana rewarding system anda, lalu pastikan bahwa anggota team yang paling positif, energetik dan berkinerja tinggilah yang mendapatkan reward dan penghargaan yang paling baik dan paling tulus, dibanding sang biang kerok perusahaan anda.

Itulah 10 kesalahan dan kebodohan yang harus anda hindari jika anda ingin membangun organisasi yang lebih produktif dan positif.

(Disadur dari: Wolf J. Rinke, PhD, CSP, Top 10 Stupidest Mistakes Managers Make and How to Avoid Them)

Leave a Comment

Older Posts »