Archive for January 28, 2009

Andropause: Mitos atau Kenyataan?

DEDY K. SARAGIH
Medical Representative, Medan
________________________________________
Pengertian
Andropause berasal dari 2 kata,yaitu andro dan pause. Andro berarti pria, sedangkan pause berarti penghentian/stop. Secara harfiah berarti stopnya hormon androgen/testosteron pada pria, sehingga timbul keluhan-keluhan yang khas. Keluhan-keluhan itu mirip pada wanita yang sudah menopause. Karena ilmu tentang andropause dan obat-obatannya juga masih baru maka kini muncul nama-nama atau istilah untuk menamakan penyakit yang pada intinya penurunan hormon pada “aging men”.

Beberapa nama yang sering kita dengar:
PERDAM: Partian Endrocrine Deficiency In The Aging Male.
Pada istilah ini hormon yang turun adalah testosteron (T), Dehydroepiandrosteron (BHEA),Thyroid Stimulating Hormon (TSH), Growth Hormon (GH), Insulin-Like Growth Factor-1 (IGF-1), dan Melatonin.
PADAM: Partial Androgen Deficiency In The Aging Male.
Pada istilah ini hormon yang turun adalah androgen yang berbanding lurus dengan semakin bertambahnya usia.
PTDAM: Partial Testosteron Deficiency In The Aging Male.

Defisiensi yang hanya dilihat dari testosteronnya.
Dilihat dari nama PADAM dan PTDAM, istilah PADAM, berarti turunnya androgen. Androgen mempunyai 2 derifat, yaitu testosteron dan nandrolon. Sedang pada istilah PTDAM, hanya menunjukkan turunnya testosteron. Jadi, lebih spesifik pada satu jenis hormon testosteron yang memang esensi sekali sepanjang kehidupan seorang pria.

Istilah lain yang sering kita dengar adalah “Climakterik Pria”, yaitu masa menjelang turunnya seksualitas pria dan terjadi penurunan hormon-hormon endokrin, yang menyebabkan keluhan-keluhan klinis. Menopause pria juga istilah yang sering kita dengar. Namun, istilah ini tidak tepat sebab pengertian menopause adalah berhentinya haid. Pada pria tidak terjadi haid sehingga bila dikatakan menopause pada pria maka sebenarnya kurang tepat. Banyaknya penamaan tersebut berarti bahwa kini berkembang ilmu tentang aging men, masing-masing memberi nama sesuai dengan disiplin ilmunya.

Baiklah kita memakai nama/istilah andropause mengingat:
Pengertian andropause sudah ada sejak 1940. Waktu itu dipakai untuk menamakan sindroma pada pria yang mirip pada wanita.
Pengertian andropause bukan saja tertuju pada satu hormon yang turun, tetapi bisa hormon-hormon yang sangat penting. Perubahan-perubahan pada sumbu hiphotalamus – hipofisa – target organ, juga akan mengalami perubahan pada target organ lainnya.
Pertemuan-pertemuan ilmiah tahunan perdisiplin ilmu, bila membicarakan tentang aging men, maka judul pertemuan biasanya memakai nama andropause. Contoh: PIT XIII – Perkumpulan Obstetri dan Ginekolog Indonesia, Malang, 2002. Dalam salah itu sesinya “Menopause dan Andropause: The Millenium Approach.

Mitos atau Kenyataan?

Benar andropause adalah mitos? Atau memang benar-benar nyata adanya? Mitos berarti cerita yang berkembang di masyarakat dan belum terbukti kebenarannya. Cerita itu sudah ada lama sekali. Jadi, apakah cerita tentang andropause itu sebagai mitos atau sudah terbukti kebenarannya? Kenapa bisa berpikir bahwa andropause itu suatu mitos? Saat ini penamaan andropause juga masih kontraversi. Konsensus antardisiplin ilmu juga belum ada.

Alasan ini juga menjadi pertimbangan bahwa andropause suatu mitos. Banyak bukti pria yang sudah lanjut umur masih produktif dan masih bisa menghasilkan keturunan. Padahal, pada wanita yang sudah menopause sangat sukar/tidak bisa menghasilkan keturunan. Hal ini karena ovariumnya tidak lagi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen yang turun drastis. Ini bisa dilihat dari siklus haid dari wanita tersebut. Pada pria, gejala klinis yang mirip juga terjadi. Bedanya, pada pria tidak tahu kapan dimulainya dan sulit diidentifikasi.

Banyak peneliti menyatakan bahwa defisiensi androgen/testosteron pada pria sudah dimulai pada umur 35 tahun dan gejala klinis akan tampak pada umur 40 tahun. Tapi, apakah pada usia tersebut seorang pria sudah bisa dikatakan memasuki masa andropause?

Kenyataannya, pada umur 40 tahun jika ditanya pria menjawab belum. Jawaban itu dilandasi oleh cara berpikir bahwa andropause dialami oleh orang yang sudah kakek-kakek, yang sudah menimang cucu, sudah pensiun dari pegawai negri, di mana kejantanannya turun dan tipis sekali untuk dapat menikmati seks.
Kalau dikatakan bahwa andropause pada pria dimulai pada umur 40 tahun dan androgen/tes-tosteron menjadi berkurang/turun perlahan serta menyebabkan terjadinya tanda-tanda klinis yang mirip dengan dimulainya menopause pada wanita, apakah sudah bisa dimasukkan dalam kelompok andropause?

Penurunan hormon-hormon yang menyebabkan terjadinya Partial Endrocrine Defeciency In Aging Male (PEDAM), akan menyebabkan keluhan-keluhan klinis sbb: penurunan keadaan umum, penurunan rambut kemaluan, penurunan libido, penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi sel darah merah, penurunan kekuatan otot, osteoporosis, penurunan daya tahan tubuh, peningkatan massa lemak, perubahan kontribusi dan lokalisasi lemak, serta peningkatan kasus kardiovaskular. Gangguan yang berkaitan dengan penurunan kadar melatonin antara lain gangguan tidur, gangguan mood, penurunan fungsi kognitif, dan regulasi produksi trombosit2.
Efek penurunan kadar testosteron menyebabkan perubahan klinik yang tampak yaitu osteoporosis, lemah dan cepat lelah, hilangnya bulu di tubuh, penurunan hematopiosis, disfungsi seksual, berkurangnya daya ingat, dan penurunan well-being secara umum6. Efek klinis yang tampak yang mungkin mendukung adanya penurunan testosteron dalam tubuh sekitar umur 40 tahun5.

Batas normal hasil laboratarium untuk uji testosteron pada laki-laki dan hormon lainnya untuk setiap negara juga berbeda. Biasanya ini tergantung pada letak geografis, budaya, dan makanan sehingga tanda-tanda klinis andropause seperti di atas juga bisa berbeda dimulainya.
Perbedaan nilai range testosteron (atau hormon lainnya) dan batas normal serta kapan dimulainnya juga menyebabkan pemikiran andropause hanya suatu mitos. Peter H.W. membuat range dari hasil laboratorium untuk free testosteron pada laki-laki berkisar antara 13–30 NMOL/L4. Sedangkan Gooren menggunakan nilai rujukan 8–24 NMOL/K3. Susilo W. menyatakan secara teoritis bahwa hormon testosteron diberikan pada laki-laki kalau terdapat penurunan testosteron dengan stsndar di bawah 12 NMOL/L atau 150 ng/dl5.

Secara general, persetujuan tentang nilai normal level androgen/testosteron pada aging men memang belum ada. Tetapi, simtom klinis seperti ditulis di atas sudah mempunyai kesamaan di setiap negara. Ini menjadi penting sehingga untuk menentukan sudah andropause atau belum dilihat dari simtom klinis. Pentingnya simtom klinis untuk menjadi patokan andropause sama atau sejajar dengan menopause yang ditandai dengan berhentinya siklus haid.
Jadi, jelas bahwa pria akan mengalami andropause. Andropause bukan mitos tapi kenyataan yang akan dialami oleh setiap pria. Sebanyak 20% laki-laki mempunyai nilai serum testosteron free di bawah normal pada umur 60–80 tahun dan 33% di atas 80 tahun1. Ini berarti sudah andropause dan gejala klinis andropause sudah pasti tampak jelas. Jadi, andropause adalah suatu kenyataan pada pria yang tidak bisa dihindari adanya.

Daftar Pustaka
B. Lunenfeld., Androgen For Men, DIGEST Volume 13-lssu 3, Excerpta Medica Medical, 2001; 5-6.
B. Lunenfeld, The Aging Male, Journal Fur Urologie and Urogynakologie, Special Edition 1/2000; 8 – 12.
Louis J.G. Gooren and Kaas H. Polderman, Safety Aspects of Androgen Therapy, Springler-Verlag, Berlin, 1990; 182 – 203.
Peter H Wise, Atlas Bantu Endocrinologi, Terjemahan: Caroline Wijaya, Penerbit Hipokrates, Jakarta ,1993: 103-104
Susilo Wibowo, Andropause atau PADAM, Pengenalan, Pengobatan dan Pencegahan, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia, 1998.
TBP, Geurts, HIT Coelingh Bennik, Testoteron Replacement Therapy – Testoteron Undecanoate (Andriol), Journal Fur Urologie Und Urogynalogie, Special Edition l/2002;24-35.

Leave a Comment

Arti Roti Buaya di kebudayaan Betawi

Setiap kali ke undangan ke orang Betawi, wah.. saya sangat antusias untuk mendatanginya, karena selain suka makan laksanya, saya juga suka dengan gadis-gadisnya yang berkerundung dan bersanggul diatas kepalanya, di setiap perayaan pernikahan seperti itu, selain banyaknya kue-kue yang tersaji di priring-piring kecilnya.

Ada satu hal yang membuat saya tertarik, pada saat mempelai laki-laki datang ke tempat mempelai wanitanya, pasti ada sepasang Roti Buaya, yang kadang-kadang besarnya seperti ukuran buaya beneran.

Malah di dekat toko saya ada Toko Roti Lauw, yang khusus menjual Roti buaya, dan setiap kali pada saat melewati toko tsb dan melihat ada orang yang membeli Roti buaya dalam ukuran besar, serta merta saya selalu tersenyum.

Penasaran kenapa orang betawi kok selalu pake Roti Buaya, padahal di kenyataannya orang suka menyamakan istilah buaya itu sama laki-laki yang Playboy, dengan ungkapan ” Dasar Buaya Darat ” atau “Lelaki Buaya darat”

Akhirnya pertanyaan sayapun terjawab, ternyata dalam kebudayaan Betawi sepasang Roti Buaya itu merupakan harapan atau simbol agar sepasang mempelai itu selalu saling setia dan selalu bersama kemanapun mereka pergi, karena Buaya itu binatang yang sangat setia dengan pasangannya, dan pada masa kawinnya buaya selalu pergi kemanapun bersama pasangannya.

Jadi sayapun mengerti ternyata Buaya itu binatang yang setia pada pasangannya, dan ini hanya berlaku untuk buaya yang ada di sungai dan buaya yang di laut.

Kalau yang di Darat ????? Ya… tetap aja BUAYA DARAT……..

LIQUID…JAWAB….. Bener nggak….. sekali Buaya Darat tetap Buaya Darat
?????He…he…he…

Leave a Comment

Cara natural hadapi bayi

Anak pilek, batuk dan radang tenggorokan Radang tenggorokan, pilek dan batuk adalah penyakit saluran pernapasan yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak Apalagi
gejalanya ditambah dengan rewel, hidung mampet atau justru tidak berhenti meler, dan nyeri di telinganya! Rasanya ingin ada obat ajaib yang bisa membuat anak sembuh dalam sekejap

Mungkin hampir seluruh orang tua pernah pergi ke dokter dan anaknya didiagnosis radang tenggorokan dengan gejala tersebut diatas. Mungkin kemudian kita pulang dengan sederet obat atau. mungkin juga tidak. ]adi sebenarnya, apa yang periu kita waspadai tentang radang
tenggorokan yang terkenal ini?

Anak & Bayi bisa sangat sering terserang infeksi saluran napas atas,termasuk radang tenggorokan dan ternyata sekitar 90% dari kasus radang tenggorokan yang disertai hidung berair, demam, dan nyeri telinga disebabkan oleh virus! Bakteri menjadi penyebab dari 10% kasus sisanya.

Karena hampir seluruh kasus disebabkan oleh virus, maka antibiotik biasanya tidak diperlukan. Infeksi oleh virus (misalnya: batuk-pilek, radang tenggorokan) sesungguhnya tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya, tubuh akan melawan dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas).Penggunaan antibiotik yang berlebihan justru akan merugikan karena akan membuat anak menjadi resisten dan antibiotik menjadi tidak mempan untuk melawan infeksi saat dibutuhkan.

Pada 10% kasus sisanya bakteri penyebab radang tenggorokan tersering adalah Streptokokus. Gejala infeksi bakteri ini adalah tenggorokan yang berwarna merah daging dan tonsil yang mengeluarkan cairan. Untuk mendiagnosis bakteri ini sebagai penyebab secara past! adalah dengan melakukan usap tenggorok untuk kemudian dikultur serta dilakukan
pemeriksaan darah

Saya sebagai pencinta herbal sering diminta saran oleh para orang tua bagaimana cara menghadapinya dengan bantuan herbal atau secara natural.

Berikut adalah tips sederhana yang secara empiris membantu imunitas anak & bayi , bahkan orang dewasa sekalipun. Bahan yang diperlukan adalah minyak oles/usap/gosok yang mengandung bahan baku utama minyak kelapa (cocos nucifera) atau biasa dikombinasikan pula dengan kayu putih, cengkeh dll. Untuk bayi pilihlah yang tidak terlampau keras
atau tidak menyebabkan iritasi kulit.

Cara pemberian adalah dengan mengoleskan pada beberapa titik limfatik diwaktu sebelum tidur.

Titik yang dioleskan adalah :
Dibalik kedua lutut
Dikedua ketiak
Dikedua pelipis
Dioles tipis dari kedua belakang daun telinga bawah (persis
ditempat biasanya lubang anting) sampai leher
Di dada atas dekat leher Boleh juga ditambah pada lipatan paha, namun biasanya agak kerepotan untuk bayi yang kerap menggunakan popok bayi (diapers) untuk buka
pasangnya.

Pengolesan minyak kelapa ini baik juga dilakukan dikala sehat sehingga imunitas dan pertumbuhan bayi & anak yang lebih baik.

Demikianlah tips sederhana dan manjur ini, semoga bermanfaat.
Wassalam

zon

Leave a Comment

Older Posts »